Gudeg Ceker ayam di daerah
Margoyudan, adalah lokasi yang wajib didatangi Gus Dur saat berkunjung ke Solo.
Ada yang bilang, Gus Dur tak bisa tidur kalau belum makan ceker ayam di warung
itu.
"Beliau belum kerso tidur dan istirahat kalau belum
dahar ceker ayam Margoyudan dan ngunjuk wedang jahe-nya Mbah Wir yang biasanya
dibawakan Mas Didik Gunawan, suaminya Bu Faridah Budi Astuti,"" kata
Ketua Gusdurian Solo, Hussein Syifa berkisah.
Pernah suatu ketika, dalam kunjungannya ke tempat
tersebut, saat makanan sudah tersaji, Gus Dur mempersilakan yang lain untuk
segera menikmati kuliner khas Solo itu terlebih dahulu.
"Monggo
cekeripun didahar. Ceker ini bisa menurunkan kolesterol lho,"
kata Gus Dur.
"Mosok enggih Gus, ceker kok menurunkan
kolesterol?" tanya Hussein.
"Maksudnya,
menurunkan kolesterol dari perut ke kaki.
Monggo, dirahapi (dinikmati) setelah itu diratapi," jawab Gus Dur, sembari
kemudian menggigit ceker kesukaannya itu.
Rombongan yang ikut makan pun tertawa terbahak-bahak atas
lelucon Gus Dur.


