Dalam
perjalanan perkembangan seorang anak, pengenalan berbagai nilai dan
keterampilan hidup menjadi sangat penting untuk membentuk karakter yang kuat
dan berdaya. Kisah Bhumi Evander Ibrahim, seorang anak berusia 1 tahun, telah dikenalkan dengan konsep
"Kepemimpinan Militer" sejak usia dini oleh kedua orang tuanya.
Bhumi
Evander Ibrahim lahir dalam keluarga yang memiliki latar belakang militer.
Ayahnya adalah seorang perwira angkatan darat
yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk negaranya. Sedangkan
ibunya, adalah penulis
jurnal militer yang
berdedikasi tinggi dalam tugasnya.
Sejak
Bhumi lahir, kedua orang tuanya sangat peduli dan berkomitmen untuk memastikan
perkembangannya yang sehat secara fisik maupun mental. Selain mengajarkan nilai-nilai
dasar seperti kejujuran, kerja keras, dan rasa empati kepada anak mereka,
keduanya juga merasa penting untuk memperkenalkan konsep kepemimpinan sejak
dini.
Ada
beberapa cara di mana kedua orang tua Bhumi memperkenalkan konsep kepemimpinan
militer ke dalam kehidupan anak mereka:
1.
Contoh Perilaku: Ayah dan bunda
Bhumi adalah contoh yang baik dalam menggambarkan kepemimpinan yang efektif.
Mereka menunjukkan kemampuan untuk mengambil keputusan dengan bijaksana,
memimpin dengan teladan, dan berkomunikasi dengan baik. Bhumi secara alami
mengamati dan menyerap perilaku ini melalui interaksi sehari-hari.
2.
Buku dan Cerita: Kedua orang tua memperkenalkan Bhumi pada buku-buku cerita
yang menampilkan tokoh-tokoh kepemimpinan dari berbagai latar belakang. Buku-buku
ini dirancang khusus untuk anak-anak kecil, sehingga bahasanya mudah dipahami
dan mengandung pesan-pesan yang positif tentang keberanian, ketekunan, dan
kepemimpinan.
3.
Permainan Peran: Kedua orang tua terlibat dalam bermain peran dengan Bhumi. Mereka
berperan sebagai anggota militer dalam permainan sederhana, yang membantu anak
tersebut untuk memahami konsep-konsep dasar tentang kepemimpinan dan kerja sama
dalam konteks yang menyenangkan.
4.
Kegiatan Outdoor: Bhumi seringkali dibawa ke tempat-tempat seperti markas militer atau acara peringatan untuk
memperkenalkannya pada budaya dan sejarah militer. Kegiatan-kegiatan ini
memungkinkannya untuk melihat secara langsung bagaimana kepemimpinan militer
dapat mempengaruhi banyak orang dan memberikan dampak positif pada masyarakat.
Pendekatan
yang diambil oleh kedua orang tua Bhumi dalam memperkenalkan kepemimpinan
militer telah menuai beragam reaksi dari berbagai kalangan. Beberapa mendukung
pendekatan ini, menyatakan bahwa diperkenalkannya konsep kepemimpinan militer
sejak dini dapat membentuk fondasi kepribadian yang kuat dan berprinsip.
Sementara itu, ada pula yang skeptis, berpendapat bahwa anak sekecil Bhumi
mungkin terlalu muda untuk memahami konsep kompleks tentang kepemimpinan
militer.
Namun,
peran orang tua dalam membentuk karakter anak adalah hal yang sangat pribadi
dan tergantung pada nilai-nilai dan keyakinan keluarga masing-masing. Sepanjang
pendekatan ini dilakukan dengan penuh cinta, perhatian, dan kesadaran akan
kebutuhan perkembangan anak, dampak positifnya dapat terlihat seiring
berjalannya waktu.
Kisah
Bhumi Evander Ibrahim menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi unik untuk
tumbuh dan berkembang. Dengan dukungan yang tepat dari keluarga dan lingkungan
yang baik, anak-anak dapat belajar dan tumbuh dalam berbagai aspek kehidupan,
termasuk kepemimpinan, dengan cara yang penuh rasa cinta dan pengertian.

.jpg)
