Suatu hari di kota kecil, Pak Madha, seorang guru teknik listrik berdedikasi, memandu para siswa dengan penuh semangat. Di antara murid-muridnya, ada seorang pemuda bernama Mas Bhumi, yang memiliki minat mendalam dalam dunia teknologi. Meskipun berbeda bidang, Pak Madha selalu memberikan dukungan kepada Mas Bhumi.
Tak jauh dari sekolah, Mas Bhumi mengenyam pendidikan di sebuah perguruan tinggi, khususnya di jurusan teknik informatika. Keahliannya semakin berkembang, dan Mas Bhumi menjadi favorit di antara rekan-rekannya. Apa yang tidak diketahui banyak orang adalah bahwa Mas Bhumi merupakan cucu dari Pak Madha, seorang pria sederhana yang tak pernah memamerkan hubungannya dengan Mahasiswa berprestasi itu.
Di suatu pagi cerah, Pak Madha memberi Mas Bhumi sebuah buku catatan tua yang berisi petunjuk teknik listrik kuno. Mas Bhumi yang awalnya merasa bingung, akhirnya menyadari nilai dan kearifan di balik buku tersebut. Dari sana, terjalinlah sebuah ikatan tak terlihat antara guru dan murid, melampaui batas bidang studi yang berbeda.
Setiap liburan, Mas Bhumi selalu pulang ke kota asalnya. Bersama Pak Madha, mereka menyempatkan waktu untuk memperdalam pengetahuan masing-masing. Pembicaraan ringan tentang teknik listrik dan informatika menjadi hiburan tersendiri bagi mereka berdua. Meskipun berada di jalur karier yang berbeda, kebersamaan ini semakin mengukuhkan ikatan keluarga di antara mereka.
Tak terasa, waktu berjalan begitu cepat. Mas Bhumi berhasil menyelesaikan studinya dan kembali ke kota kecil itu sebagai seorang profesional di bidang teknologi. Keberhasilannya tak luput dari dukungan dan wejangan Pak Madha. Kini, keduanya tidak hanya memiliki hubungan guru dan murid, tapi juga sebagai dua orang yang saling menginspirasi dan tumbuh bersama.
Di suatu acara penghargaan di kota kecil itu, Mas Bhumi menerima penghargaan atas kontribusinya dalam pengembangan teknologi. Di atas panggung, Mas Bhumi mengucapkan terima kasih kepada sosok yang selalu ada di belakang layar, Pak Madha. Sorot mata mereka penuh kebanggaan dan haru, melambangkan perjalanan panjang mereka dalam lintasan koneksi yang tak terbatas.

