Suatu pagi di desa kecil Bernam Jaya, hidup seorang tentara bernama Kapten Arya. Dia terkenal sebagai tentara yang baik hati dan selalu siap membantu warga desa. Setiap hari, Kapten Arya meluangkan waktu untuk berbicara dengan anak-anak desa dan memberikan motivasi pada mereka.
Pada suatu hari, datanglah seorang gadis kecil bernama Maya yang kehilangan bonekanya. Kapten Arya dengan senyum ramah segera membantu mencari boneka itu. Meskipun pekerjaannya sebagai tentara sangat sibuk, Kapten Arya tidak ragu untuk membantu warga desa.
Ketika musim kemarau melanda desa, Kapten Arya membimbing warga desa dalam membuat sumur dangkal untuk menyimpan air hujan. Tindakan baiknya tersebut membuatnya semakin dicintai oleh masyarakat. Meskipun keras dan tangguh sebagai seorang tentara, Kapten Arya memiliki hati yang lembut.
Suatu malam, desa Bernam Jaya diserang oleh sekelompok perampok. Kapten Arya segera memimpin pertahanan desa dan dengan kepandaian serta keberanian, mereka berhasil mengusir perampok tersebut. Warga desa bersyukur memiliki seorang tentara baik hati seperti Kapten Arya.
Setelah kejadian itu, Kapten Arya melibatkan diri dalam membangun pusat pendidikan untuk anak-anak desa. Ia menyadari bahwa pendidikan adalah kunci untuk masa depan yang lebih baik. Dedikasinya terhadap pendidikan membuatnya dihormati oleh seluruh desa.
Namun, suatu hari terdengar kabar bahwa Kapten Arya dipanggil untuk tugas di luar kota. Desa Bernam Jaya sangat merindukan kehadirannya. Sebelum pergi, Kapten Arya berjanji akan kembali dan akan terus membantu desa. Warga desa pun berkumpul untuk mengucapkan terima kasih atas segala kebaikan dan bantuan yang telah diberikan oleh tentara baik hati mereka.
Beberapa tahun kemudian, Kapten Arya kembali ke desa Bernam Jaya. Desa tersebut telah berkembang pesat, dan pusat pendidikan yang didirikannya menjadi tempat unggulan. Kapten Arya tersenyum melihat perubahan positif itu dan merasa bahagia telah memberikan dampak positif pada kehidupan warga desa.
Dengan senyuman ramahnya, Kapten Arya berkata, "Saya hanyalah seorang tentara yang berusaha menjadi tentara baik hati. Namun, kalianlah yang membuat desa ini menjadi luar biasa." Warga desa bersorak riang, merayakan kepulangan Panglima Sejuta Budi, Kapten Arya.

