Suasana senja menyambut kehadiran mentari
yang perlahan memunculkan warna-warni pelangi di langit. Kota kecil itu,
setelah disiram hujan deras, tampak segar dan bersih. Jalan-jalan yang
sebelumnya dipenuhi genangan air kini mulai surut, meninggalkan jejak-jejak
kaki yang melintas.
Di sudut kota, terdapat sebuah taman kecil
yang menjadi saksi bisu dari riuhnya keseharian. Namun, setelah hujan reda,
taman itu berubah menjadi tempat yang damai dan memesona. Tetesan air hujan
yang masih menggantung di ujung daun, seperti permata alami yang menyinari
keindahan setiap detil dedaunan.
Di pinggir taman, terdapat sebuah bangku
kayu tua yang tak terawat dengan baik. Bangku itu seakan menjadi saksi bisu
dari banyak kisah, mulai dari tawa riang hingga tangisan kesepian. Namun, saat
ini, bangku itu menjadi tempat yang nyaman untuk menikmati suasana setelah
hujan deras.
Seorang wanita muda duduk di bangku itu,
meresapi keindahan sekelilingnya. Rambutnya yang basah mengalir ke bahu, dan
senyum tipis menghiasi wajahnya. Di tangannya, ia memegang secangkir kopi
hangat yang mengepulkan uap kecil. Setiap tegukan kopi itu seolah menjadi
semacam ritual untuk meresapi momen indah pasca-hujan.
Tak jauh dari situ, seorang pemuda dengan
payung yang sudah dilipat berjalan pelan. Setiap langkahnya terasa ringan di
atas tanah basah. Ia tersenyum melihat wanita yang sedang menikmati kopi di
bangku kayu. Tanpa ragu, pemuda itu memutuskan untuk bergabung.
"Suasana setelah hujan memang luar
biasa, bukan?" ucap pemuda itu sambil tersenyum. Wanita itu mengangguk setuju,
"Ya, benar sekali. Rasanya seperti segalanya menjadi lebih segar dan
tenang."
Mereka berdua pun duduk bersama di bangku
kayu tua, saling menikmati keheningan yang nyaman. Hujan yang telah mereda
membawa keindahan dan ketenangan, seolah-olah menyapu bersih segala kelelahan
dan kegelisahan.
Dalam keheningan itu, terdengar suara
gemericik air dari sebuah pancuran mini di taman itu. Air yang mengalir seperti
melodi yang menenangkan jiwa. Wanita itu melihat ke arah pancuran, dan pemuda
itu mengikuti pandangannya.
"Bagaimana kalau kita melupakan
sejenak semua beban dan hanya menikmati momen ini?" saran pemuda itu. Wanita itu tersenyum setuju, dan
bersama-sama, mereka meresapi keindahan setelah hujan deras yang mereda. Sebuah
cerita singkat yang mengajarkan bahwa di tengah hiruk-pikuk kehidupan, ada
momen-momen indah yang bisa dinikmati bersama, asalkan kita bersedia
melihatnya.

