Iklan

Latest Post


Pembuatan dan Manajemen Tabel

Bhumi Literasi
Jumat, 26 September 2014, September 26, 2014 WIB Last Updated 2023-03-24T02:25:40Z
Dasar Teori


Pembuatan dan Manajemen Tabel



Sebuah tabel terdiri dari baris (row) dan kolom (column), dimana jumlah dan  nama kolom harus didefinisikan terlabih dahulu di awal. Sedangkan baris merupakan  sebuah variable yang dapat dihapus  dan diisi kapanpun, sehingga jumlahnya selalu  berubah sesuai dengan jumlah data didalamnya.  Setiap kolom dalam tabel mempunyai  tipe data, tipe data digunakan untuk membatasi jenis data yang bisa dimasukkan,  sehingga akan mempermudah dalam menggunakannya dan melakukan pengelolaan  selanjutnya. Sangat disarankan pada saat akan membuat tabel, sebaiknya membuat  sebuah konvensi khusus dalam penentuan tabel-tabel yang akan dibuat dan memberikan  nama kolom maupun tipe datanya.
Dalam Pembuatan Tabel:
  • Tabel harus memiliki primary key, artinya dalam pembuatan tabel haruslah terdapat sekelompok kolom  (field) yang menyebabkan setiap baris (record) dalam tabel  tersebut tidak sama.
  • Deklarasi primary key tidak boleh kosong (null), jadi kita harus mendeklarasikan  sebagai not null. Namun secara default PostgreSQL menganggapnya sebagai nullable (boleh kosong), jika waktu pengisian tidak menyebutkan null atau not null.
Struktur query untuk pembuatan table:
create table [nama_tabel] ([nama_kolo] [spasi] [type data] [spasi] [keterangan], primary key ([nama_kolom]));
Untuk melihat strukture tabel yang telah dibuat ketikan "\d".
Strukture query untuk menghapus table:
drop table [nama_table];
Untuk memanipulasi table terdapat beberapa strukture query.
- Strukture query yang digunakan untuk menghapus kolom:
ALTER TABLE [NAMA TABEL] DROP COLUMN “[NAMA KOLOM]”;
- Struktur query yang digunakan untuk menambah kolom:
ALTER TABLE [NAMA TABEL] ADD COLUMN “[NAMA KOLOM]”  [SPASI]
[TIPE_DATA] [SPASI] [KET];
- Struktur query yang digunakan untuk mengubah nama tabel :
ALTER TABLE [NAMA TABEL ASAL] RENAME TO [NAMA TABEL BARU];- Struktur query yang digunakan untuk mengubah nama kolom :
ALTER TABLE [NAMA TABLE] RENAME COLUMN “[NAMA KOLOM
ASAL]” TO [NAMA KOLOM BARU] ;
- Struktur query yang digunakan untuk menambahkan primary key pada tabel :
ALTER TABLE [NAMA TABEL] ADD PRIMARY KEY ([NAMA KOLOM]);
Temporary tabel sifatnya hanya sementara artinya akan aktif hanya ketika kita  sedang berada atau  login  ke database namun ketika kita  logout  dari  psql  database maka  secara otomatis temporary tabel akan terhapus.
Struktur query yang digunakan membuat tabel dengan dua kolom: 
CREATE TEMPORARY TABLE [NAMA TABEL] ([NAMA KOLOM] [SPASI]
[TIPE DATA] [SPASI] [KETERANGAN] , [NAMA KOLOM] [SPASI] [TIPE
DATA] [SPASI] [KETERANGAN]);
Pada saat membuat tabel pada user tertentu maka hanya user tersebut dan user  postgres yang dapat mengakses tabel itu. Namun jika kita ingin agar tabel yang telah  dibuat pada user kita dapat diakses oleh user tertentu atau semua user yang berada pada  PostgreSQL, maka semua itu dapat dilakukan dengan perintah GRANT. Jika ingin  mencabut hak akses kita bisa menggunakan perintah REVOKE.
Berikut struktur penggunaan GRANT  untuk semua hak akses :
GRANT ALL ON TABLE [NAMA TABEL] TO [NAMA USER];
Berikut struktur penggunaan REVOKE untuk semua hak akses :
REVOKE ALL ON TABLE [NAMA TABEL] FROM [NAMA USER];
Struktur query untuk menghapus salah satu hak akses, misalnya UPDATE :
REVOKE UPDATE ON TABEL [NAMA TABEL] FROM [NAMA USER];
Struktur query untuk memberi salah satu hak akses, misalnya DELETE :
GRANT DELETE ON TABEL [NAMA TABEL] TO [NAMA USER];
INHERITANCE dipergunakan jika ingin membuat sebuah tabel baru yang  berhubungan dengan tabel yang ada, dengan kata lain turunan tabel pertama.
Struktur penggunaan query INHERITANCE :
CREATE TEMPORARY TABLE [NAMA TABEL] ([NAMA KOLOM] [SPASI]
[TIPE DATA] [SPASI] [KETERANGAN] , [NAMA KOLOM] [SPASI] [TIPE
DATA] [SPASI] [KETERANGAN]) INHERITS (NAMA TABEL INDUK);
Dalam hal hubungan antar tabel, ada beberapa syarat yang harus terpenuhi seperti,  antara tabel yang ingin dihubungkan harus memiliki sebuah field dengan tipe data yang  sama. Dengan kata lain ada tabel yang memiliki  primary key  sebagai kunci untuk  menghubungkan ke tabel yang lain dimana terdapat field yang mempunyai tipe data yang  sama dengan kata lain yang disebut  foreign key.  Misalnya, terdapat tabel barang dan  macam_barang. Berikut query kedua tabel tersebut : 
CREATE TABLE barang (bar_id INTEGER NOT NULL, bar_nama
VARCHAR(15),  mac_id INTEGER NOT NULL  REFERENCE macam_barang,
PRIMARY KEY (bar_id, mac_id));
CREATE TABLE macam_barang (mac_id INTEGER NOT NULL, mac_nama
VARCHAR(15), mac_guna VARCHAR(40), PRIMARY KEY (mac_id));

 create table

Berikut cara membuat suatu table dengan SQL shell(psql).
  • Buka SQL shell anda
  • Struktur query untuk membuat tabel :
CREATE TABLE [NAMA TABEL] ([NAMA KOLOM] [SPASI] [TIPE DATA] [SPASI] [KETERANGAN] , [NAMA KOLOM] [SPASI] [TIPE DATA] [SPASI] [KETERANGAN]);
Untuk melihat hasilnya, ketikkan : \d

 drop table 


  • menghapus tabel, struktur querynya :
DROP TABLE [NAMA TABEL];
rename table
Sampai disini, kita sudah mengetahui cara pembuatan dan menghapus suatu tabel. Berikutnya akan ditunjukkan cara memanajemen suatu tabel.
Manajemen tabel
Postgree SQL menyediakan utilitas untuk memanajemen suatu tabel, diantaranya :
ALTER
Mengubah nama tabel, struktur querynya :
ALTER TABLE [NAMA TABEL ASAL] RENAME TO [NAMA TABEL BARU];  
add column
  • Menambah kolom pada tabel, struktur querynya :
ALTER TABLE [NAMA TABEL] ADD COLUMN “[NAMA KOLOM]” [SPASI] [TIPE_DATA] [SPASI] [KET];
Catatan, untuk mengetahui kolom sudah ditambahkan atau tidak, ketikkan perintah query :  \d [nama tabel] 
drop kolom
  • Menghapus kolom pada tabel, struktur querynya :
ALTER TABLE [NAMA TABEL] DROP COLUMN “[NAMA KOLOM]”;
  
rename column
  • Mengubah nama kolom, struktur querynya :
ALTER TABLE [NAMA TABLE] RENAME COLUMN “[NAMA KOLOM ASAL]” TO [NAMA KOLOM BARU] ;  
add primary key
  • Menambahkan sebuah Primary Key pada table, struktur querynya :
ALTER TABLE [NAMA TABEL] ADD PRIMARY KEY ([NAMA KOLOM]);  
add primary key 2
Catatan, sebenarnya untuk menambahkan primary key, kita juga bisa menambahkan pada waktu membuat tabel, berikut struktur querynya :
CREATE TABLE [NAMA TABEL] ([NAMA KOLOM] [SPASI] [TIPE DATA] [SPASI] [KETERANGAN] , [NAMA KOLOM] [SPASI] [TIPE DATA] [SPASI] [KETERANGAN], PRIMARY KEY (NAMA KOLOM));  
alter table help
Pembahasan mengenai perintah ALTER, saya cukupkan sampai di sini, sekedar tambahan, bila ingin belajar lebih lanjut, SQL shel(psql) juga dilengkapi menu help. contohnya : untuk belajar tentang ALTER, silahkan ketikkan perintah :
\h ALTER TABLE

Maka akan terdapat banyak sekali struktur query yang berkaitan dengan ALTER TABLE
temporary table
Tabel sementara maksudnya tabel ini hanya berfungsi ketika login masih aktif, jika keluar maka tabel ini menghilang.
Berikut struktur query untuk membuat temporary table (tabel sementara) :

CREATE TEMPORARY TABLE [NAMA TABEL] ([NAMA KOLOM] [SPASI] [TIPE DATA] [SPASI] [KETERANGAN],[NAMAKOLOM] [SPASI] [TIPE DATA] [SPASI] [KETERANGAN]);
GRANT dan REVOKE
GRANT : Perintah untuk memberikan user tertentu atau semua user yang terdapat pada POSTGREE SQL untuk mengakses suatu tabel. REVOKE : Perintah untuk mencabut hak akses suatu tabel. 
create user
Sebelum menggunakan perintah grant, kita terlebih dahulu membuat user baru dengan cara :
CREATE USER [NAMA USER] PASSWORD'[PASSWORD USER]' CREATEDB;
grant
Berikutnya, struktur querynya dari GRANT.
GRANT ALL ON TABLE [NAMA TABEL] TO [NAMA USER];
revoke
  • struktur querynya sebagai berikut :
REVOKE ALL ON TABLE [NAMA TABEL] FROM [NAMA USER];
 http://azilmoza.blogspot.com/2012/10/pembuatan-dan-manajemen-tabel-sebuah.html
 http://muizalba.blogspot.com/2011/10/pembuatan-dan-manajemen-tabel.html
 

Hasil Praktikum

1. Buatlah sebuah tabel dengan nama identitasNIM dan dengan nama fieldnya Nama Tipe data Keterangan
Id_idn Integer Not Null
namaDepan_idn Varchar(10)
namaBelakang_idn Varchar(10)
tgl_lahir_idn Date
status_idn Boolean
Alamat_idn Text



2. Buatlah sebuah tabel lagi dengan nama pegawai dan nama field sama dengan tabel identitas.



3. Hapus kolom “alamat_idn” dan tampilkan struktur dari tabel pegawai tadi.


 4. Tambahkan kolom “pekerjaan_idn” dengan type data varchar dan tampilkan struktur tabel pegawai.



5. Ubah nama tabel pegawai menjadi pekerjaNIM kemudian ubah nama kolom “pekerjaan_idn” menjadi “alamat_idn” dan tampilkan.




 6. Berikan Primary key pada tabel pekerjaNIM dan ubah type data pada kolom “alamat_idn” menjadi text. Kemudian tampilkan struktur tabel.




7. Hapus tabel pekerjaNIM.


 8. Buat temporary tabel dengan nama mahasiswa_sementara dengan 3 kolom yaitu id, nama, tanggal lahir dan tampilkan tabel atau strukturnya.

9. Hapus semua hak akses tabel tertentu kepada salah satu user yang telah dibuat dan lakukan pengecekan. Kemudian berikan semua hak akses kembali dan lakukan pengecekan kembali. Hapus hak akses SELECT tabel tertentu kepada salah satu user dan lakukan pengecekan.






10. Buat tabel baru dengan nama Gaji, dengan catatan pembuatan tabel berasal dari turunan tabel number 1 dan tambahkan kolom gaji kotor, pajak, dan gaji bersih. Kemudian tampilkan strukturnya.



Tugas Rumah

Buat database dan tabel sistem pada pertemuan 1 menggunakan query dan dilengkapi dengan tampilan strukturnya.





 Evaluasi Perbandingan 2 DBMS


PostgreSQL vs MySQL
      Saat ini dengan mudah kita bisa mengatakan, dua produk database open source paling terkenal dan banyak digunakan adalah MySQL dan PostgreSQL. “Mana yang lebih bagus?” adalah pertanyaan yang hingga akhir zaman nanti akan selalu terlontar. Kami tahu pertanyaan ini tidak ada artinya, dan tidak membantu sama sekali. Namun di artikel ini kami mencoba menyusun beberapa aspek dari kedua database yang berbeda satu sama lain. Harapan kami, perbandingan ini membantu Anda menjawab pertanyaan “mana yang sebaiknya dipakai untuk [sebutkan kebutuhan Anda di sini].” Jangan lupa pula, sebelum memutuskan selalu ceklah dulu homepage kedua database sebab dari waktu ke waktu fitur tiap database berubah/bertambah. Perbandingan di artikel ini sendiri menggunakan versi MySQL 3.23.49/4.0.1 dan PostgreSQL 7.2.
Tujuan Desain
      Dari semula latar belakang dikembangkannya kedua database ini sudah berbeda. MySQL berkembang dari solusi yang dipakai oleh pembuatnya, TcX AB, dalam memroses data untuk aplikasi Web. Fokusnya adalah pada kecepatan. PostgreSQL, di lain pihak, berkembang dari riset akademik. Fokus pengembangan PostgreSQL adalah pada fitur OO, reliabilitas, dan dukungan SQL yang mantap. Namun, seiring kedua produk ini bertambah matang, keduanya semakin banyak memiliki sifat-sifat ini. MySQL versi 4.x misalnya, berjanji menambahkan fitur-fitur yang sejak lama diidamkan pemakainya: subselect, view, dsb. Sementara PostgreSQL, yang sempat memiliki masalah stabilitas dan skalabilitas di seri awal versi 6.x, juga kini telah amat menarik dari segi kecepatan.
Pengembangan
      Pengembangan MySQL diatur secara sentral oleh perusahaan komersial di Swedia bernama MySQL AB (sebelumnya TcX AB). Perusahaan ini memperoleh pemasukan utamanya dari menjual layanan support dan konsultasi MySQL. PostgreSQL dikembangkan secara lebih terdesentralisasi dan merakyat, namun tetap diatur oleh sebuah kelompok online bernama PostgreSQL Development Group.
MySQL dirilis dalam satuan yang lebih sering (sebulan bisa lebih dari satu kali), sementara PostgreSQL sekitar 4–6 bulan sekali.
Jumlah Pengguna
      Menurut MySQL AB, saat ini jumlah instalasi MySQL sekitar 3 juta. PostgreSQL sendiri tidak diketahui pasti berapa jumlah penggunanya; kemungkinan masih berada di bawah MySQL karena banyaknya situs Web dan perusahaan webhosting yang hanya menggunakan MySQL. Plus secara keseluruhan popularitas MySQL (trafik milis, tutorial/artikel yang membahas, dsb) lebih besar daripada PostgreSQL. Tapi karena PostgreSQL juga disertakan secara default di distro-distro Linux seperti Red Hat dan SuSE, jumlah penggunanya pun sudah pasti banyak.
Arsitektur dan Portabilitas
      MySQL memiliki arsitektur multithreading, sementara PostgreSQL multiproses (forking). Ini berarti PostgreSQL potensial memiliki stabilitas yang lebih tinggi, sebab satu proses anak yang mati tidak akan menyebabkan seluruh daemon mati—meskipun pada kenyataannya, dulu ini sering terjadi. Di sisi lain, arsitektur dengan forking ini sulit diterapkan ke Windows, sebab Windows amat thread-oriented. Karena itulah, baru MySQL yang memiliki port natif ke Windows. PostgreSQL sendiri saat ini bisa dijalankan di Windows, tapi melalui lapisan emulasi Cygwin.
ACID compliance
      Sampai sekarang masih banyak yang bilang MySQL itu tidak ACID-compliant. Padahal sejak 2 tahun lalu MySQL sudah mempunyai handler tabel BerkeleyDB, dan belakangan ini InnoDB, sehingga MySQL sudah mendukung transaksi. Handler tabel MySQL yang lama, ISAM dan MyISAM, tidak ACID-compliant. PostgreSQL sendiri sejak lama telah ACID-compliant.
Lisensi
     Lisensi PostgreSQL lebih liberal. Inilah sebabnya ada banyak produk closed-source dan komersial yang bisa dikembangkan dari source code PostgreSQL. MySQL, karena dilisensi di bawah GPL, tidak boleh dimodifikasi menghasilkan produk turunan yang closed-source.
Kecepatan
      Soal kecepatan ini relatif dan kadang juga jadi isu sensitif. Baik kedua pihak, maupun pihak ketiga, pernah menerbitkan benchmark yang lalu ditepis atau dicibir karena tidak objektif.
Pada dasarnya perbandingan kecepatan keduanya seperti ini: MySQL terkenal cepat dalam melakukan query sederhana. Dengan kata lain, dapat memroses lebih banyak SQL per satuan waktu. Tapi dalam kondisi load tinggi (jumlah koneksi simultan besar), PostgreSQL sering mengalahkan MySQL untuk query dengan klausa JOIN yang kompleks, seperti dialami Tim Perdue saat mencoba kedua database untuk diimplementasikan di SourceForge.net. Penyebab utamanya adalah karena MySQL menggunakan locking level table dalam UPDATE, sehingga koneksi yang lain tidak bisa membaca table ybs sama sekali. Locking inilah juga sebabnya mengapa pada banyak benchmark, MySQL menunjukkan penurunan kinerja yang cukup drastis untuk kondisi jumlah klien simultan tinggi. PostgreSQL mendukung locking di level yang lebih rendah, yaitu row. Table handler baru di MySQL, InnoDB, juga mendukung row level locking. Benchmark InnoDB pada jumlah koneksi tinggi menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan (www.innodb.com/bench.html).
Masalah locking tabel bisa diakali dengan membelah-belah tabel, agar satu kelompok row dapat dilock tanpa mengganggu kelompok row lain. Bahkan ada pengguna MySQL yang membelah sebuah tabel besar berisi jutaan record menjadi ribuan tabel kecil-kecil.
Stabilitas
      Keduanya sudah bisa dibilang cukup hingga amat stabil. Tapi perlu diingat bahwa database manapun—bahkan Oracle—sesekali dapat menyebabkan kerusakan data. Karena itu backup/history periodik dan incremental tetap diperlukan.
Fungsi Built-In
      MySQL terkenal kaya fungsi built-in, seperti modifikasi string (REPLACE, RIGHT, LTRIM, LCASE), matematika (LOG, LOG10), tanggal, dsb. Dalam hal ini MySQL lebih unggul.
Interface
      Keduanya sudah amat solid. Mulai dari API C/C++, driver database Perl/Python/PHP/Tcl, ODBC, JDBC telah didukung. Anda tidak akan kesulitan menggunakan database ini dari berbagai sistem dan bahasa pemrograman. MySQL juga mendukung OLEDB dan memiliki versi embedded untuk dilink bersama aplikasi buatan Anda sendiri.
Full Text Indexing
      MySQL mendukung indeks full text secara natif. PostgreSQL mendukung full text searching lewat program lain (contohnya: OpenFTS, openfts.sourceforge.net) yang memanfaatkan tipe data arraynya untuk menyimpan indeks dokumen. Secara umum dapat dikatakan bahwa indexing dengan MySQL lebih praktis, tapi dengan program ketiga lebih banyak fitur dan opsi yang bisa diatur (mis: stemming, parsing kata non-Inggris, dsb). MySQL juga, tentu saja, dapat dipakai sebagai backend bagi program search eksternal (contoh: DBIx::KwIndex, search.cpan.org/search?dist=DBIx-KwIndex), meski mungkin tidak seefisien dibandingkan array di PostgreSQL.
Replikasi
      sudah memiliki replikasi, meski replikasi di MySQL barulah satu arah. Replikasi di PostgreSQL sendiri belum disertakan dalam distribusi standarnya, namun Anda dapat mengunjungi situs gborg.postgresql.org/project/pgreplication/ (proyek pgreplication).
Manajemen User dan Keamanan
      Kedua database menyimpan informasi user di sebuah database khusus. Sistem perizinan MySQL lebih mendetil daripada PostgreSQL. Misalnya, kita dapat mengeset agar user tertentu yang datang dari host tertentu hanya bisa membaca tabel saja tanpa bisa UPDATE. Di PostgreSQL ini masih bisa dilakukan dengan VIEW misalnya.
Untuk masalah enkripsi koneksi, keduanya mendukung SSL. Ada ekstensi PKIX bagi PostgreSQL yang menarik, sebab dapat membuat tabel terenkripsi: http://www.dimensional.com/~bgiles/pkixdoc/.
Tool Web/GUI
      MySQL AB mengklaim lebih banyak tool grafis/web yang tersedia untuk MySQL, dan ini nampaknya cukup benar.
Tipe Data
      PostgreSQL lebih kaya dalam hal tipe data (terutama yang domain-specific seperti tipe data geometris dan MONEY), tapi MySQL sudah mendukung semua tipe data umum.
Di PostgreSQL sebelum 7.1, masih ada keterbatasan yang cukup menyesakkan yaitu ukuran data BLOB maksimum adalah 8–32KB. Sejak 7.1, PostgreSQL juga dapat menyimpan data BLOB besar.
CHAR dan VARCHAR di PostgreSQL dapat menampung hingga 8 juta karakter (bandingkan dengan MySQL yang hanya 255).
Modifikasi Tabel
      MySQL lebih fleksibel dalam ALTER TABLE. PostgreSQL sendiri terbatas hanya bisa melakukan penambahan kolom, penggantian nama kolom, dan penggantian nama tabel. MySQL mendukung penambahan/penghapusan kolom, penggantian definisi kolom, dsb.
Fitur OO dan SQL
      Dalam waktu beberapa tahun PostgreSQL akan tetap memiliki fitur yang lebih lengkap dibandingkan MySQL. Lebih banyak fitur dari standar SQL92 yang diimplementasi oleh PostgreSQL. MySQL bahkan belum mendukung subselek. View, trigger, foreign key checking (meski ini sudah ada di InnoDB) dan stored procedure semua hanya ada di PostgreSQL. Sebagai pengembang yang memutuskan memilih salah satu database, Anda perlu menanyakan kepada diri sendiri dulu apakah ingin lebih bersusah-payah melakukan code around fasilitas-fasilitas yang tidak ada di MySQL tersebut melalui bahasa pemrograman (misalnya, stored procedure diganti dengan user-defined function, subselek diganti beberapa kali SQL yang dibungkus dengan locking, dan tidak ada “trigger” berarti Anda harus melakukan pengecekan secara manual). Jika tidak ingin repot, lebih baik memilih PostgreSQL. Tapi jika tidak butuh fitur SQL yang rumit-rumit, Anda masih punya kebebasan memilih satu dari dua.
Di samping itu MySQL pun tidak memiliki fitur OO seperti pewarisan tabel dan tipe data, atau tipe data array yang kadang praktis untuk menyimpan banyak item data di dalam satu record.
Fitur Unik
      MySQL memiliki arsitektur yang memungkinkan sebuah database terdiri dari beberapa jenis tabel, misalnya: yang transaksional dan tidak, yang berbasis di memori atau di disk, yang terkompresi dan yang read-only. MySQL mendukung protokol terkompresi yang bisa menghemat bandwidth dan mengurangi latensi.
PostgreSQL memiliki tipe data array, pewarisan tabel dan tipe data, serta sistem rule. PostgreSQL memiliki tipe-tipe data “antik.” Di PostgreSQL Anda dapat menulis stored procedure (atau procedural language, istilah di PostgreSQL) dalam beberapa bahasa: PL/Perl, PL/Tcl, atau PL/PgSQL. PostgreSQL mendukung set/himpunan.



 Kesimpulan

- Rangkuman
Saat ini dengan mudah kita bisa mengatakan, dua produk database open source paling terkenal dan banyak digunakan adalah MySQL dan PostgreSQL. “Mana yang lebih bagus?” adalah pertanyaan yang hingga akhir zaman nanti akan selalu terlontar. Kami tahu pertanyaan ini tidak ada artinya, dan tidak membantu sama sekali. Namun di artikel ini kami mencoba menyusun beberapa aspek dari kedua database yang berbeda satu sama lain. Harapan kami, perbandingan ini membantu Anda menjawab pertanyaan “mana yang sebaiknya dipakai untuk [sebutkan kebutuhan Anda di sini].” Jangan lupa pula, sebelum memutuskan selalu ceklah dulu homepage kedua database sebab dari waktu ke waktu fitur tiap database berubah/bertambah. Perbandingan di artikel ini sendiri menggunakan versi MySQL 3.23.49/4.0.1 dan PostgreSQL 7.2.

-Kritik 
Pada hakekatnya kalau untuk hardware mungkin kita kalah dengan negara maju, tapi untuk softwrae/perangkat lunak kita tidak kalah bahkan bersaing dengan negara maju. Tetapi budaya copas/plagiatisme yang sudah mendarah daging di kalangan bangsa Indonesia itulah yang membuat kita sulit untuk bersaing dengan negara maju.

-Saran
Gunakanlah script anti copas/plagiatisme pada blog anda sehingga artikel tidak bisa di copas juga supaya mental bangsa Indonesia bisa diperbaiki agar tidak hobi copas supaya bisa bersaing dengan bangsa-bangsa di negara maju.Dengan begitu tidak akan ada lagi yang bisa memandang kita dengan sebelah mata.

-Manfaat bagi pembaca
Dengan membaca blog saya ini para pembaca akan mendapatkan banyak manfaat meliputi akan paham materi tentang PostgreSQL dan MySQL baik dari kemudahan atau kelebihan dan kelemahannya. Juga akan paham tentang ERD dan juga database dari ERD yang telah saya buat.

Komentar

Tampilkan