Surat Az Zukhruf
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ
الرَّحِيْمِ
1.
حٰمۤ ۚḥā mīmHa Mim
2.
وَالْكِتٰبِ
الْمُبِيْنِ ۙwal-kitābil-mubīnDemi Kitab (Al-Qur'an) yang jelas.
3.
اِنَّا
جَعَلْنٰهُ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَۚinnā ja'alnāhu
qur`ānan 'arabiyyal la'allakum ta'qilụnKami menjadikan Al-Qur'an dalam bahasa Arab agar kamu mengerti.
4.
وَاِنَّهٗ فِيْٓ
اُمِّ الْكِتٰبِ لَدَيْنَا لَعَلِيٌّ حَكِيْمٌ ۗwa innahụ fī ummil-kitābi ladainā la'aliyyun ḥakīmDan sesungguhnya Al-Qur'an itu dalam Ummul
Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi Kami, benar-benar (bernilai) tinggi dan penuh
hikmah.
5.
اَفَنَضْرِبُ
عَنْكُمُ الذِّكْرَ صَفْحًا اَنْ كُنْتُمْ قَوْمًا مُّسْرِفِيْنَa fa naḍribu 'angkumuż-żikra ṣaf-ḥan ang kuntum
qaumam musrifīnMaka apakah Kami akan
berhenti menurunkan ayat-ayat (sebagai peringatan) Al-Qur'an kepadamu, karena
kamu kaum yang melampaui batas?
6.
وَكَمْ
اَرْسَلْنَا مِنْ نَّبِيٍّ فِى الْاَوَّلِيْنَwa kam arsalnā min nabiyyin
fil-awwalīnDan betapa banyak
nabi-nabi yang telah Kami utus kepada umat-umat yang terdahulu.
7.
وَمَا
يَأْتِيْهِمْ مِّنْ نَّبِيٍّ اِلَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَwa mā ya`tīhim min
nabiyyin illā kānụ bihī yastahzi`ụnDan setiap kali
seorang nabi datang kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya.
8.
فَاَهْلَكْنَٓا
اَشَدَّ مِنْهُمْ بَطْشًا وَّمَضٰى مَثَلُ الْاَوَّلِيْنَfa ahlaknā asyadda
min-hum baṭsyaw wa maḍā maṡalul-awwalīnKarena itu Kami
binasakan orang-orang yang lebih besar kekuatannya di antara mereka dan telah
berlalu contoh umat-umat terdahulu.
9.
وَلَىِٕنْ
سَاَلْتَهُمْ مَّنْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ لَيَقُوْلُنَّ خَلَقَهُنَّ
الْعَزِيْزُ الْعَلِيْمُۙwa la`in sa`altahum man khalaqas-samāwāti wal-arḍa layaqụlunna
khalaqahunnal-'azīzul-'alīmDan jika kamu tanyakan
kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Pastilah mereka
akan menjawab, “Semuanya diciptakan oleh Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.”
10.
الَّذِيْ جَعَلَ
لَكُمُ الْاَرْضَ مَهْدًا وَّجَعَلَ لَكُمْ فِيْهَا سُبُلًا لَّعَلَّكُمْ
تَهْتَدُوْنَ ۚallażī ja'ala lakumul-arḍa mahdaw wa ja'ala lakum fīhā subulal
la'allakum tahtadụnYang menjadikan bumi
sebagai tempat menetap bagimu dan Dia menjadikan jalan-jalan di atas bumi
untukmu agar kamu mendapat petunjuk.
11.
وَالَّذِيْ
نَزَّلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۢ بِقَدَرٍۚ فَاَنْشَرْنَا بِهٖ بَلْدَةً مَّيْتًا
ۚ كَذٰلِكَ تُخْرَجُوْنَwallażī nazzala minas-samā`i mā`am biqadar, fa ansyarnā bihī
baldatam maitā, każālika tukhrajụnDan yang menurunkan air dari langit menurut ukuran (yang
diperlukan) lalu dengan air itu Kami hidupkan negeri yang mati (tandus).
Seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).
12.
وَالَّذِيْ
خَلَقَ الْاَزْوَاجَ كُلَّهَا وَجَعَلَ لَكُمْ مِّنَ الْفُلْكِ وَالْاَنْعَامِ مَا
تَرْكَبُوْنَۙwallażī khalaqal-azwāja kullahā wa ja'ala lakum minal-fulki
wal-an'āmi mā tarkabụnDan yang menciptakan
semua berpasang-pasangan dan menjadikan kapal untukmu dan hewan ternak yang
kamu tunggangi.
13.
لِتَسْتَوٗا
عَلٰى ظُهُوْرِهٖ ثُمَّ تَذْكُرُوْا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ اِذَا اسْتَوَيْتُمْ
عَلَيْهِ وَتَقُوْلُوْا سُبْحٰنَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هٰذَا وَمَا كُنَّا لَهٗ
مُقْرِنِيْنَۙlitastawụ 'alā ẓuhụrihī ṡumma tażkurụ ni'mata rabbikum iżastawaitum 'alaihi wa taqụlụ sub-ḥānallażī sakhkhara lanā hāżā wa mā kunnā lahụ muqrinīnAgar kamu duduk di atas punggungnya kemudian
kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan agar kamu
mengucapkan, “Maha-suci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami
padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya,
14.
وَاِنَّآ اِلٰى
رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَwa innā ilā rabbinā lamungqalibụndan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”
15.
وَجَعَلُوْا
لَهٗ مِنْ عِبَادِهٖ جُزْءًا ۗاِنَّ الْاِنْسَانَ لَكَفُوْرٌ مُّبِيْنٌ ۗwa ja'alụ lahụ min 'ibādihī juz`ā, innal-insāna lakafụrum mubīnDan mereka menjadikan sebagian dari
hamba-hamba-Nya sebagai bagian dari-Nya. Sungguh, manusia itu pengingkar
(nikmat Tuhan) yang nyata.
16.
اَمِ اتَّخَذَ
مِمَّا يَخْلُقُ بَنٰتٍ وَّاَصْفٰىكُمْ بِالْبَنِيْنَ ۗamittakhaża mimmā
yakhluqu banātiw wa aṣfākum bil-banīnPantaskah Dia
mengambil anak perempuan dari yang diciptakan-Nya dan memberikan anak laki-laki
kepadamu?
17.
وَاِذَا بُشِّرَ
اَحَدُهُمْ بِمَا ضَرَبَ لِلرَّحْمٰنِ مَثَلًا ظَلَّ وَجْهُهٗ مُسْوَدًّا وَّهُوَ
كَظِيْمٌwa iżā busysyira aḥaduhum bimā ḍaraba lir-raḥmāni maṡalan ẓalla waj-huhụ muswaddaw wa huwa
kaẓīmDan apabila salah seorang di antara mereka
diberi kabar gembira dengan apa (kelahiran anak perempuan) yang dijadikan
sebagai perumpamaan bagi (Allah) Yang Maha Pengasih, jadilah wajahnya hitam
pekat, karena menahan sedih (dan marah).
18.
اَوَمَنْ
يُّنَشَّؤُا فِى الْحِلْيَةِ وَهُوَ فِى الْخِصَامِ غَيْرُ مُبِيْنٍa wa may
yunasysya`u fil-ḥilyati wa huwa fil-khiṣāmi gairu mubīnDan apakah patut (menjadi anak Allah) orang
yang dibesarkan sebagai perhiasan sedang dia tidak mampu memberi alasan yang
tegas dan jelas dalam pertengkaran.
19.
وَجَعَلُوا الْمَلٰۤىِٕكَةَ
الَّذِيْنَ هُمْ عِبٰدُ الرَّحْمٰنِ اِنَاثًا ۗ اَشَهِدُوْا خَلْقَهُمْ
ۗسَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْ وَيُسْٔـَلُوْنَwa ja'alul-malā`ikatallażīna hum
'ibādur-raḥmāni ināṡā, a syahidụ khalqahum, satuktabu syahādatuhum wa yus`alụnDan mereka menjadikan malaikat-malaikat
hamba-hamba (Allah) Yang Maha Pengasih itu sebagai jenis perempuan. Apakah
mereka menyaksikan penciptaan (malaikat-malaikat itu)? Kelak akan dituliskan
kesaksian mereka dan akan dimintakan pertanggungjawaban.
20.
وَقَالُوْا لَوْ
شَاۤءَ الرَّحْمٰنُ مَا عَبَدْنٰهُمْ ۗمَا لَهُمْ بِذٰلِكَ مِنْ عِلْمٍ اِنْ هُمْ
اِلَّا يَخْرُصُوْنَۗwa qālụ lau syā`ar-raḥmānu mā 'abadnāhum, mā lahum biżālika min 'ilmin in hum illā yakhruṣụnDan mereka berkata, “Sekiranya (Allah) Yang Maha Pengasih
menghendaki, tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat).” Mereka tidak
mempunyai ilmu sedikit pun tentang itu. Tidak lain mereka hanyalah menduga-duga
belaka.
21.
اَمْ
اٰتَيْنٰهُمْ كِتٰبًا مِّنْ قَبْلِهٖ فَهُمْ بِهٖ مُسْتَمْسِكُوْنَam ātaināhum
kitābam ming qablihī fa hum bihī mustamsikụnAtau apakah pernah Kami berikan sebuah kitab kepada mereka
sebelumnya, lalu mereka berpegang (pada kitab itu)?
22.
بَلْ قَالُوْٓا
اِنَّا وَجَدْنَآ اٰبَاۤءَنَا عَلٰٓى اُمَّةٍ وَّاِنَّا عَلٰٓى اٰثٰرِهِمْ
مُّهْتَدُوْنَbal qālū innā wajadnā ābā`anā 'alā ummatiw wa innā 'alā āṡārihim muhtadụnBahkan mereka berkata, “Sesungguhnya kami
mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama, dan kami mendapat petunjuk
untuk mengikuti jejak mereka.”
23.
وَكَذٰلِكَ مَآ
اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ فِيْ قَرْيَةٍ مِّنْ نَّذِيْرٍۙ اِلَّا قَالَ
مُتْرَفُوْهَآ ۙاِنَّا وَجَدْنَآ اٰبَاۤءَنَا عَلٰٓى اُمَّةٍ وَّاِنَّا عَلٰٓى
اٰثٰرِهِمْ مُّقْتَدُوْنَwa każālika mā arsalnā ming qablika fī qaryatim min nażīrin illā
qāla mutrafụhā innā wajadnā ābā`anā 'alā ummatiw wa innā 'alā āṡārihim muqtadụnDan demikian juga
ketika Kami mengutus seorang pemberi peringatan sebelum engkau (Muhammad) dalam
suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) selalu berkata,
“Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu (agama) dan
sesungguhnya kami sekedar pengikut jejak-jejak mereka.”
24.
۞ قٰلَ اَوَلَوْ جِئْتُكُمْ بِاَهْدٰى مِمَّا وَجَدْتُّمْ عَلَيْهِ
اٰبَاۤءَكُمْۗ قَالُوْٓا اِنَّا بِمَآ اُرْسِلْتُمْ بِهٖ كٰفِرُوْنَqāla a walau
ji`tukum bi`ahdā mimmā wajattum 'alaihi ābā`akum, qālū innā bimā ursiltum bihī
kāfirụn(Rasul itu) berkata,
“Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama)
yang lebih baik daripada apa yang kamu peroleh dari (agama) yang dianut nenek
moyangmu.” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami mengingkari (agama) yang kamu
diperintahkan untuk menyampaikannya.”
25.
فَانْتَقَمْنَا
مِنْهُمْ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَfantaqamnā min-hum
fanẓur kaifa kāna 'āqibatul-mukażżibīnLalu Kami binasakan mereka, maka perhatikanlah
bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (kebenaran).
26.
وَاِذْ قَالَ
اِبْرٰهِيْمُ لِاَبِيْهِ وَقَوْمِهٖٓ اِنَّنِيْ بَرَاۤءٌ مِّمَّا تَعْبُدُوْنَۙwa iż qāla ibrāhīmu
li`abīhi wa qaumihī innanī barā`um mimmā ta'budụnDan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya dan
kaumnya, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sembah,
27.
اِلَّا الَّذِيْ
فَطَرَنِيْ فَاِنَّهٗ سَيَهْدِيْنِillallażī faṭaranī fa innahụ sayahdīnkecuali (kamu menyembah) Allah yang
menciptakanku; karena sungguh, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”
28.
وَجَعَلَهَا
كَلِمَةً ۢ بَاقِيَةً فِيْ عَقِبِهٖ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَۗwa ja'alahā
kalimatam bāqiyatan fī 'aqibihī la'allahum yarji'ụnDan (Ibrahim) menjadikan (kalimat tauhid) itu kalimat yang kekal
pada keturunannya agar mereka kembali (kepada kalimat tauhid itu).
29.
بَلْ مَتَّعْتُ
هٰٓؤُلَاۤءِ وَاٰبَاۤءَهُمْ حَتّٰى جَاۤءَهُمُ الْحَقُّ وَرَسُوْلٌ مُّبِيْنٌbal matta'tu
hā`ulā`i wa ābā`ahum ḥattā jā`ahumul-ḥaqqu wa rasụlum mubīnBahkan Aku telah
memberikan kenikmatan hidup kepada mereka dan nenek moyang mereka sampai
kebenaran (Al-Qur'an) datang kepada mereka beserta seorang Rasul yang memberi
penjelasan.
30.
وَلَمَّا
جَاۤءَهُمُ الْحَقُّ قَالُوْا هٰذَا سِحْرٌ وَّاِنَّا بِهٖ كٰفِرُوْنَwa lammā jā`ahumul-ḥaqqu qālụ hāżā siḥruw wa innā bihī kāfirụnTetapi ketika kebenaran (Al-Qur'an) itu datang
kepada mereka, mereka berkata, “Ini adalah sihir dan sesungguhnya kami
mengingkarinya.”
31.
وَقَالُوْا
لَوْلَا نُزِّلَ هٰذَا الْقُرْاٰنُ عَلٰى رَجُلٍ مِّنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيْمٍwa qālụ lau lā nuzzila hāżal-qur`ānu 'alā rajulim
minal-qaryataini 'aẓīmDan mereka (juga)
berkata, “Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada orang besar (kaya dan
berpengaruh) dari salah satu dua negeri ini (Mekah dan Taif)?”
32.
اَهُمْ
يَقْسِمُوْنَ رَحْمَتَ رَبِّكَۗ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَّعِيْشَتَهُمْ فِى
الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۙ وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجٰتٍ
لِّيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا ۗوَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا
يَجْمَعُوْنَa hum yaqsimụna raḥmata rabbik, naḥnu qasamnā bainahum ma'īsyatahum fil-ḥayātid-dun-yā wa rafa'nā ba'ḍahum fauqa ba'ḍin darajātil liyattakhiża ba'ḍuhum ba'ḍan sukhriyyā, wa raḥmatu rabbika khairum mimmā yajma'ụnApakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang
menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan
sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka
dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa
yang mereka kumpulkan.
33.
وَلَوْلَآ اَنْ
يَّكُوْنَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً لَّجَعَلْنَا لِمَنْ يَّكْفُرُ
بِالرَّحْمٰنِ لِبُيُوْتِهِمْ سُقُفًا مِّنْ فِضَّةٍ وَّمَعَارِجَ عَلَيْهَا
يَظْهَرُوْنَۙwalau lā ay yakụnan-nāsu ummataw wāḥidatal laja'alnā limay yakfuru bir-raḥmāni libuyụtihim suqufam min
fiḍḍatiw wa ma'ārija 'alaihā yaẓ-harụnDan sekiranya bukan karena menghindarkan
manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), pastilah sudah Kami buatkan
bagi orang-orang yang kafir kepada (Allah) Yang Maha Pengasih, loteng-loteng
rumah mereka dari perak, demikian pula tangga-tangga yang mereka naiki,
34.
وَلِبُيُوْتِهِمْ
اَبْوَابًا وَّسُرُرًا عَلَيْهَا يَتَّكِـُٔوْنَۙwa libuyụtihim abwābaw wa sururan
'alaihā yattaki`ụndan (Kami buatkan
pula) pintu-pintu (perak) bagi rumah-rumah mereka, dan (begitu pula)
dipan-dipan tempat mereka bersandar,
35.
وَزُخْرُفًاۗ
وَاِنْ كُلُّ ذٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَالْاٰخِرَةُ عِنْدَ
رَبِّكَ لِلْمُتَّقِيْنَwa zukhrufā, wa ing kullu żālika lammā matā'ul-ḥayātid-dun-yā, wal-ākhiratu 'inda
rabbika lil-muttaqīndan (Kami buatkan
pula) perhiasan-perhiasan dari emas. Dan semuanya itu tidak lain hanyalah
kesenangan kehidupan dunia, sedangkan kehidupan akhirat di sisi Tuhanmu
disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.
36.
وَمَنْ يَّعْشُ
عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمٰنِ نُقَيِّضْ لَهٗ شَيْطٰنًا فَهُوَ لَهٗ قَرِيْنٌwa may ya'syu 'an
żikrir-raḥmāni nuqayyiḍ lahụ syaiṭānan fa huwa lahụ qarīnDan barangsiapa
berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih (Al-Qur'an), Kami biarkan
setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya.
37.
وَاِنَّهُمْ
لَيَصُدُّوْنَهُمْ عَنِ السَّبِيْلِ وَيَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ مُّهْتَدُوْنَwa innahum layaṣuddụnahum 'anis-sabīli wa yaḥsabụna annahum muhtadụnDan sungguh, mereka (setan-setan itu)
benar-benar menghalang-halangi mereka dari jalan yang benar, sedang mereka
menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.
38.
حَتّٰىٓ اِذَا
جَاۤءَنَا قَالَ يٰلَيْتَ بَيْنِيْ وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِقَيْنِ فَبِئْسَ
الْقَرِيْنُḥattā iżā jā`anā qāla yā laita bainī wa bainaka bu'dal-masyriqaini fa
bi`sal-qarīnSehingga apabila
orang–orang yang berpaling itu datang kepada Kami (pada hari Kiamat) dia
berkata, “Wahai! Sekiranya (jarak) antara aku dan kamu seperti jarak antara
timur dan barat! Memang (setan itu) teman yang paling jahat (bagi manusia).”
39.
وَلَنْ
يَّنْفَعَكُمُ الْيَوْمَ اِذْ ظَّلَمْتُمْ اَنَّكُمْ فِى الْعَذَابِ
مُشْتَرِكُوْنَwa lay yanfa'akumul-yauma iẓ ẓalamtum annakum fil-'ażābi musytarikụnDan (harapanmu itu) sekali-kali tidak akan
memberi manfaat kepadamu pada hari itu karena kamu telah menzalimi (dirimu
sendiri). Sesungguhnya kamu pantas bersama-sama dalam azab itu.
40.
اَفَاَنْتَ
تُسْمِعُ الصُّمَّ اَوْ تَهْدِى الْعُمْيَ وَمَنْ كَانَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍa fa anta tusmi'uṣ-ṣumma au
tahdil-'umya wa mang kāna fī ḍalālim mubīnMaka apakah engkau
(Muhammad) dapat menjadikan orang yang tuli bisa mendengar, atau (dapatkah)
engkau memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya) dan kepada orang yang
tetap dalam kesesatan yang nyata?
41.
فَاِمَّا
نَذْهَبَنَّ بِكَ فَاِنَّا مِنْهُمْ مُّنْتَقِمُوْنَۙfa immā naż-habanna
bika fa innā min-hum muntaqimụnMaka sungguh,
sekiranya Kami mewafatkanmu (sebelum engkau mencapai kemenangan), maka
sesungguhnya Kami akan tetap memberikan azab kepada mereka (di akhirat),
42.
اَوْ
نُرِيَنَّكَ الَّذِيْ وَعَدْنٰهُمْ فَاِنَّا عَلَيْهِمْ مُّقْتَدِرُوْنَau nuriyannakallażī
wa'adnāhum fa innā 'alaihim muqtadirụnatau Kami perlihatkan kepadamu (azab) yang telah Kami ancamkan
kepada mereka. Maka sungguh, Kami berkuasa atas mereka.
43.
فَاسْتَمْسِكْ
بِالَّذِيْٓ اُوْحِيَ اِلَيْكَ ۚاِنَّكَ عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍfastamsik billażī ụḥiya ilaīk, innaka 'alā ṣirāṭim mustaqīmMaka berpegang teguhlah engkau kepada (agama)
yang telah diwahyukan kepadamu. Sungguh, engkau berada di jalan yang lurus.
44.
وَاِنَّهٗ
لَذِكْرٌ لَّكَ وَلِقَوْمِكَ ۚوَسَوْفَ تُسْٔـَلُوْنَwa innahụ lażikrul laka wa
liqaumik, wa saufa tus`alụnDan sungguh, Al-Qur'an
itu benar-benar suatu peringatan bagimu dan bagi kaummu, dan kelak kamu akan
diminta pertanggungjawaban.
45.
وَسْٔـَلْ مَنْ
اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رُّسُلِنَآ ۖ اَجَعَلْنَا مِنْ دُوْنِ
الرَّحْمٰنِ اٰلِهَةً يُّعْبَدُوْنَwas`al man arsalnā ming qablika mir
rusulinā a ja'alnā min dụnir-raḥmāni ālihatay yu'badụnDan tanyakanlah
(Muhammad) kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum engkau, “Apakah
Kami menentukan tuhan-tuhan selain (Allah) Yang Maha Pengasih untuk disembah?”
46.
وَلَقَدْ
اَرْسَلْنَا مُوْسٰى بِاٰيٰتِنَآ اِلٰى فِرْعَوْنَ وَمَلَا۟ىِٕهٖ فَقَالَ اِنِّيْ
رَسُوْلُ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَwa laqad arsalnā mụsā bi`āyātinā ilā fir'auna wa mala`ihī fa qāla innī rasụlu rabbil-'ālamīnDan sungguh, Kami telah mengutus Musa dengan
membawa mukjizat-mukjizat Kami kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya. Maka
dia (Musa) berkata, “Sesungguhnya aku adalah utusan dari Tuhan seluruh alam.”
47.
فَلَمَّا
جَاۤءَهُمْ بِاٰيٰتِنَآ اِذَا هُمْ مِّنْهَا يَضْحَكُوْنَfa lammā jā`ahum
bi`āyātinā iżā hum min-hā yaḍ-ḥakụnMaka ketika dia (Musa)
datang kepada mereka membawa mukjizat-mukjizat Kami, seketika itu mereka
menertawakannya.
48.
وَمَا
نُرِيْهِمْ مِّنْ اٰيَةٍ اِلَّا هِيَ اَكْبَرُ مِنْ اُخْتِهَاۗ وَاَخَذْنٰهُمْ
بِالْعَذَابِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَwa mā nurīhim min āyatin illā hiya
akbaru min ukhtihā, wa akhażnāhum bil-'ażābi la'allahum yarji'ụnDan tidaklah Kami perlihatkan suatu mukjizat
kepada mereka kecuali (mukjizat itu) lebih besar dari mukjizat-mukjizat (yang
sebelumnya). Dan Kami timpakan kepada mereka azab agar mereka kembali (ke jalan
yang benar).
49.
وَقَالُوْا
يٰٓاَيُّهَ السّٰحِرُ ادْعُ لَنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِنْدَكَۚ اِنَّنَا
لَمُهْتَدُوْنَwa qālụ yā ayyuhas-sāḥirud'u lanā rabbaka bimā 'ahida 'indak, innanā lamuhtadụnDan mereka berkata, “Wahai pesihir! Berdoalah
kepada Tuhanmu untuk (melepaskan) kami sesuai dengan apa yang telah
dijanjikan-Nya kepadamu; sesungguhnya kami (jika doamu dikabulkan) akan menjadi
orang yang mendapat petunjuk.”
50.
فَلَمَّا
كَشَفْنَا عَنْهُمُ الْعَذَابَ اِذَا هُمْ يَنْكُثُوْنَfa lammā kasyafnā
'an-humul-'ażāba iżā hum yangkuṡụnMaka ketika Kami
hilangkan azab itu dari mereka, seketika itu (juga) mereka ingkar janji.
51.
وَنَادٰى
فِرْعَوْنُ فِيْ قَوْمِهٖ قَالَ يٰقَوْمِ اَلَيْسَ لِيْ مُلْكُ مِصْرَ وَهٰذِهِ
الْاَنْهٰرُ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِيْۚ اَفَلَا تُبْصِرُوْنَۗwa nādā fir'aunu fī
qaumihī qāla yā qaumi a laisa lī mulku miṣra wa hāżihil-an-hāru tajrī min taḥtī, a fa lā tubṣirụnDan Fir‘aun berseru kepada kaumnya (seraya)
berkata, “Wahai kaumku! Bukankah kerajaan Mesir itu milikku dan (bukankah)
sungai-sungai ini mengalir di bawahku; apakah kamu tidak melihat?
52.
اَمْ اَنَا۠
خَيْرٌ مِّنْ هٰذَا الَّذِيْ هُوَ مَهِيْنٌ ەۙ وَّلَا يَكَادُ يُبِيْنُam ana khairum min
hāżallażī huwa mahīnuw wa lā yakādu yubīnBukankah aku lebih baik dari orang (Musa) yang hina ini dan yang
hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)?
53.
فَلَوْلَٓا
اُلْقِيَ عَلَيْهِ اَسْوِرَةٌ مِّنْ ذَهَبٍ اَوْ جَاۤءَ مَعَهُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ
مُقْتَرِنِيْنَfalau lā ulqiya 'alaihi aswiratum min żahabin au jā`a
ma'ahul-malā`ikatu muqtarinīnMaka
mengapa dia (Musa) tidak dipakaikan gelang dari emas atau malaikat datang bersama-sama
dia untuk mengiringkannya?”
54.
فَاسْتَخَفَّ
قَوْمَهٗ فَاَطَاعُوْهُ ۗاِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمًا فٰسِقِيْنَfastakhaffa qaumahụ fa aṭā'ụh, innahum kānụ qauman fāsiqīnMaka (Fir‘aun) dengan perkataan itu telah
mempengaruhi kaumnya, sehingga mereka patuh kepadanya. Sungguh, mereka adalah
kaum yang fasik.
55.
فَلَمَّآ
اٰسَفُوْنَا انْتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَاَغْرَقْنٰهُمْ اَجْمَعِيْنَۙfa lammā āsafụnantaqamnā min-hum fa agraqnāhum ajma'īnMaka ketika mereka membuat Kami murka, Kami
hukum mereka, lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut),
56.
فَجَعَلْنٰهُمْ
سَلَفًا وَّمَثَلًا لِّلْاٰخِرِيْنَfa ja'alnāhum salafaw wa maṡalal lil-ākhirīnmaka Kami jadikan mereka sebagai (kaum)
terdahulu dan pelajaran bagi orang-orang yang kemudian.
57.
وَلَمَّا ضُرِبَ
ابْنُ مَرْيَمَ مَثَلًا اِذَا قَوْمُكَ مِنْهُ يَصِدُّوْنَwa lammā ḍuribabnu maryama maṡalan iżā qaumuka min-hu yaṣiddụnDan ketika putra Maryam (Isa) dijadikan
perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Suku Quraisy) bersorak karenanya.
58.
وَقَالُوْٓا
ءَاٰلِهَتُنَا خَيْرٌ اَمْ هُوَ ۗمَا ضَرَبُوْهُ لَكَ اِلَّا جَدَلًا ۗبَلْ هُمْ
قَوْمٌ خَصِمُوْنَwa qālū a ālihatunā khairun am huw, mā ḍarabụhu laka illā jadalā, bal hum qaumun
khaṣimụnDan mereka berkata, “Manakah yang lebih baik
tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?” Mereka tidak memberikan (perumpamaan itu)
kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum
yang suka bertengkar.
59.
اِنْ هُوَ
اِلَّا عَبْدٌ اَنْعَمْنَا عَلَيْهِ وَجَعَلْنٰهُ مَثَلًا لِّبَنِيْٓ
اِسْرَاۤءِيْلَ ۗin huwa illā 'abdun an'amnā 'alaihi wa ja'alnāhu maṡalal libanī isrā`īlDia (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba
yang Kami berikan nikmat (kenabian) kepadanya dan Kami jadikan dia sebagai
contoh pelajaran bagi Bani Israil.
60.
وَلَوْ نَشَاۤءُ
لَجَعَلْنَا مِنْكُمْ مَّلٰۤىِٕكَةً فِى الْاَرْضِ يَخْلُفُوْنَwalau nasyā`u
laja'alnā mingkum malā`ikatan fil-arḍi yakhlufụnDan sekiranya Kami menghendaki, niscaya ada di
antara kamu yang Kami jadikan malaikat-malaikat (yang turun temurun) sebagai
pengganti kamu di bumi.
61.
وَاِنَّهٗ
لَعِلْمٌ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُوْنِۗ هٰذَا صِرَاطٌ
مُّسْتَقِيْمٌwa innahụ la'ilmul lis-sā'ati fa lā tamtarunna bihā wattabi'ụn, hāżā ṣirāṭum mustaqīmDan sungguh, dia (Isa)
itu benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari Kiamat. Karena itu,
janganlah kamu ragu-ragu tentang (Kiamat) itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan
yang lurus.
62.
وَلَا
يَصُدَّنَّكُمُ الشَّيْطٰنُۚ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌwa lā yaṣuddannakumusy-syaiṭān, innahụ lakum 'aduwwum mubīnDan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan
oleh setan; sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.
63.
وَلَمَّا جَاۤءَ
عِيْسٰى بِالْبَيِّنٰتِ قَالَ قَدْ جِئْتُكُمْ بِالْحِكْمَةِ وَلِاُبَيِّنَ لَكُمْ
بَعْضَ الَّذِيْ تَخْتَلِفُوْنَ فِيْهِۚ فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِwa lammā jā`a 'īsā
bil-bayyināti qāla qad ji`tukum bil-ḥikmati wa li`ubayyina lakum ba'ḍallażī takhtalifụna fīh, fattaqullāha wa aṭī'ụnDan ketika Isa datang membawa keterangan, dia
berkata, “Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa hikmah dan untuk
menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu perselisihkan, maka
bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
64.
اِنَّ اللّٰهَ
هُوَ رَبِّيْ وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوْهُۗ هٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌinnallāha huwa
rabbī wa rabbukum fa'budụh, hāżā ṣirāṭum mustaqīmSungguh Allah, Dia
Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus.”
65.
فَاخْتَلَفَ
الْاَحْزَابُ مِنْۢ بَيْنِهِمْ ۚفَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْ عَذَابِ
يَوْمٍ اَلِيْمٍfakhtalafal-aḥzābu mim bainihim, fa wailul lillażīna ẓalamụ min 'ażābi yaumin alīmTetapi golongan-golongan (yang ada) saling
berselisih di antara mereka; maka celakalah orang-orang yang zalim karena azab
pada hari yang pedih (Kiamat).
66.
هَلْ
يَنْظُرُوْنَ اِلَّا السَّاعَةَ اَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً وَّهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَhal yanẓurụna illas-sā'ata an ta`tiyahum
bagtataw wa hum lā yasy'urụnApakah mereka hanya
menunggu saja kedatangan hari Kiamat yang datang kepada mereka secara mendadak
sedang mereka tidak menyadarinya?
67.
اَلْاَخِلَّاۤءُ
يَوْمَىِٕذٍۢ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ اِلَّا الْمُتَّقِيْنَ ۗal-akhillā`u
yauma`iżim ba'ḍuhum liba'ḍin 'aduwwun illal-muttaqīnTeman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama
lain, kecuali mereka yang bertakwa.
68.
يٰعِبَادِ
لَاخَوْفٌ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ وَلَآ اَنْتُمْ تَحْزَنُوْنَۚyā 'ibādi lā
khaufun 'alaikumul-yauma wa lā antum taḥzanụn”Wahai hamba-hamba-Ku! Tidak ada ketakutan bagimu pada hari itu
dan tidak pula kamu bersedih hati.
69.
اَلَّذِيْنَ
اٰمَنُوْا بِاٰيٰتِنَا وَكَانُوْا مُسْلِمِيْنَۚallażīna āmanụ bi`āyātinā wa kānụ muslimīn(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada
ayat-ayat Kami dan mereka berserah diri.
70.
اُدْخُلُوا
الْجَنَّةَ اَنْتُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ تُحْبَرُوْنَudkhulul-jannata antum wa azwājukum
tuḥbarụnMasuklah kamu ke dalam surga, kamu dan
pasanganmu akan digembirakan.”
71.
يُطَافُ
عَلَيْهِمْ بِصِحَافٍ مِّنْ ذَهَبٍ وَّاَكْوَابٍ ۚوَفِيْهَا مَا تَشْتَهِيْهِ
الْاَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْاَعْيُنُ ۚوَاَنْتُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَۚyuṭāfu 'alaihim biṣiḥāfim min żahabiw wa akwāb, wa fīhā mā tasytahīhil-anfusu wa talażżul-a'yun, wa antum
fīhā khālidụnKepada mereka
diedarkan piring-piring dan gelas-gelas dari emas, dan di dalam surga itu
terdapat apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata.
Dan kamu kekal di dalamnya.
72.
وَتِلْكَ
الْجَنَّةُ الَّتِيْٓ اُوْرِثْتُمُوْهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَwa
tilkal-jannatullatī ụriṡtumụhā bimā kuntum ta'malụnDan itulah surga yang
diwariskan kepada kamu disebabkan amal perbuatan yang telah kamu kerjakan.
73.
لَكُمْ فِيْهَا
فَاكِهَةٌ كَثِيْرَةٌ مِّنْهَا تَأْكُلُوْنَlakum fīhā fākihatung kaṡīratum min-hā ta`kulụnDi dalam surga itu terdapat banyak buah-buahan
untukmu yang sebagiannya kamu makan.
74.
اِنَّ
الْمُجْرِمِيْنَ فِيْ عَذَابِ جَهَنَّمَ خٰلِدُوْنَۖinnal-mujrimīna fī
'ażābi jahannama khālidụnSungguh, orang-orang
yang berdosa itu kekal di dalam azab neraka Jahanam.
75.
لَا يُفَتَّرُ
عَنْهُمْ وَهُمْ فِيْهِ مُبْلِسُوْنَ ۚlā yufattaru 'an-hum wa hum fīhi
mublisụnTidak diringankan
(azab) itu dari mereka, dan mereka berputus asa di dalamnya.
76.
وَمَا
ظَلَمْنٰهُمْ وَلٰكِنْ كَانُوْا هُمُ الظّٰلِمِيْنَwa mā ẓalamnāhum wa lāking kānụ humuẓ-ẓālimīnDan tidaklah Kami menzalimi mereka, tetapi
merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.
77.
وَنَادَوْا
يٰمٰلِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَۗ قَالَ اِنَّكُمْ مَّاكِثُوْنَwa nādau yā māliku
liyaqḍi 'alainā rabbuk, qāla innakum mākiṡụnDan mereka berseru,
“Wahai (Malaikat) Malik! Biarlah Tuhanmu mematikan kami saja.” Dia menjawab,
“Sungguh, kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).”
78.
لَقَدْ
جِئْنٰكُمْ بِالْحَقِّ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَكُمْ لِلْحَقِّ كٰرِهُوْنَlaqad ji`nākum bil-ḥaqqi wa lākinna akṡarakum lil-ḥaqqi kārihụnSungguh, Kami telah datang membawa kebenaran
kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.
79.
اَمْ
اَبْرَمُوْٓا اَمْرًا فَاِنَّا مُبْرِمُوْنَۚam abramū amran fa innā mubrimụnAtaukah mereka telah merencanakan suatu tipu
daya (jahat), maka sesungguhnya Kami telah berencana (mengatasi tipu daya
mereka).
80.
اَمْ
يَحْسَبُوْنَ اَنَّا لَا نَسْمَعُ سِرَّهُمْ وَنَجْوٰىهُمْ ۗ بَلٰى وَرُسُلُنَا
لَدَيْهِمْ يَكْتُبُوْنَam yaḥsabụna annā lā nasma'u sirrahum wa najwāhum, balā wa rusulunā ladaihim yaktubụnAtaukah mereka mengira, bahwa Kami tidak
mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan
utusan-utusan Kami (malaikat) selalu mencatat di sisi mereka.
81.
قُلْ اِنْ كَانَ
لِلرَّحْمٰنِ وَلَدٌ ۖفَاَنَا۠ اَوَّلُ الْعٰبِدِيْنَqul ing kāna lir-raḥmāni waladun fa ana
awwalul-'ābidīnKatakanlah (Muhammad),
“Jika benar Tuhan Yang Maha Pengasih mempunyai anak, maka akulah orang yang
mula-mula memuliakan (anak itu).
82.
سُبْحٰنَ رَبِّ
السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُوْنَsub-ḥāna rabbis-samāwāti wal-arḍi rabbil-'arsyi
'ammā yaṣifụnMahasuci Tuhan pemilik
langit dan bumi, Tuhan pemilik ‘Arsy, dari apa yang mereka sifatkan itu.”
83.
فَذَرْهُمْ
يَخُوْضُوْا وَيَلْعَبُوْا حَتّٰى يُلٰقُوْا يَوْمَهُمُ الَّذِيْ يُوْعَدُوْنَfa żar-hum yakhụḍụ wa yal'abụ ḥattā yulāqụ yaumahumullażī yụ'adụnMaka biarkanlah mereka tenggelam (dalam
kesesatan) dan bermain-main sampai mereka menemui hari yang dijanjikan kepada
mereka.
84.
وَهُوَ الَّذِيْ
فِى السَّمَاۤءِ اِلٰهٌ وَّ فِى الْاَرْضِ اِلٰهٌ ۗوَهُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُwa huwallażī
fis-samā`i ilāhuw wa fil-arḍi ilāh, wa huwal-ḥakīmul-'alīmDan Dialah Tuhan (yang
disembah) di langit dan Tuhan (yang disembah) di bumi dan Dialah Yang
Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
85.
وَتَبٰرَكَ
الَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۚوَعِنْدَهٗ
عِلْمُ السَّاعَةِۚ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَwa tabārakallażī lahụ mulkus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā, wa 'indahụ 'ilmus-sā'ah, wa ilaihi
turja'ụnDan Mahasuci (Allah)
yang memiliki kerajaan langit dan bumi, dan apa yang ada di antara keduanya;
dan di sisi-Nyalah ilmu tentang hari Kiamat dan hanya kepada-Nyalah kamu
dikembalikan.
86.
وَلَا يَمْلِكُ
الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهِ الشَّفَاعَةَ اِلَّا مَنْ شَهِدَ بِالْحَقِّ
وَهُمْ يَعْلَمُوْنَwa lā yamlikullażīna yad'ụna min dụnihisy-syafā'ata illā man syahida bil-ḥaqqi wa hum ya'lamụnDan orang-orang yang menyeru kepada selain
Allah tidak mendapat syafaat (pertolongan di akhirat); kecuali orang yang
mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini.
87.
وَلَىِٕنْ
سَاَلْتَهُمْ مَّنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُوْلُنَّ اللّٰهُ فَاَنّٰى يُؤْفَكُوْنَۙwa la`in sa`altahum
man khalaqahum layaqụlunnallāhu fa annā yu`fakụnDan jika engkau
bertanya kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka
menjawab, “Allah,” jadi bagaimana mereka dapat dipalingkan (dari menyembah
Allah),”
88.
وَقِيْلِهٖ
يٰرَبِّ اِنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ قَوْمٌ لَّا يُؤْمِنُوْنَۘwa qīlihī yā rabbi
inna hā`ulā`i qaumul lā yu`minụndan (Allah mengetahui)
ucapannya (Muhammad), “Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang
tidak beriman.”
89.
فَاصْفَحْ
عَنْهُمْ وَقُلْ سَلٰمٌۗ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَfaṣfaḥ 'an-hum wa qul salām, fa saufa ya'lamụnMaka berpalinglah dari mereka dan katakanlah,
“Salam (selamat tinggal).” Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang
buruk).

