Surat Al Mujadilah
بِسْمِ اللّٰهِ
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1.
قَدْ سَمِعَ
اللّٰهُ قَوْلَ الَّتِيْ تُجَادِلُكَ فِيْ زَوْجِهَا وَتَشْتَكِيْٓ اِلَى اللّٰهِ
ۖوَاللّٰهُ يَسْمَعُ تَحَاوُرَكُمَاۗ اِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌۢ بَصِيْرٌqad sami'allāhu
qaulallatī tujādiluka fī zaujihā wa tasytakī ilallāhi wallāhu yasma'u taḥāwurakumā, innallāha samī'um baṣīrSungguh, Allah telah mendengar ucapan
perempuan yang mengajukan gugatan kepadamu (Muhammad) tentang suaminya, dan
mengadukan (halnya) kepada Allah, dan Allah mendengar percakapan antara kamu
berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.
2.
اَلَّذِيْنَ
يُظٰهِرُوْنَ مِنْكُمْ مِّنْ نِّسَاۤىِٕهِمْ مَّا هُنَّ اُمَّهٰتِهِمْۗ اِنْ
اُمَّهٰتُهُمْ اِلَّا الّٰۤـِٔيْ وَلَدْنَهُمْۗ وَاِنَّهُمْ لَيَقُوْلُوْنَ
مُنْكَرًا مِّنَ الْقَوْلِ وَزُوْرًاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَعَفُوٌّ غَفُوْرٌallażīna yuẓāhirụna mingkum min nisā`ihim mā hunna ummahātihim, in ummahātuhum illal-lā`ī waladnahum, wa
innahum layaqụlụna mungkaram minal-qauli wazụrā, wa innallāha la'afuwwun gafụrOrang-orang di antara kamu yang menzihar
istrinya, (menganggap istrinya sebagai ibunya, padahal) istri mereka itu
bukanlah ibunya. Ibu-ibu mereka hanyalah perempuan yang melahirkannya. Dan
sesungguhnya mereka benar-benar telah mengucapkan suatu perkataan yang mungkar
dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.
3.
وَالَّذِيْنَ
يُظٰهِرُوْنَ مِنْ نِّسَاۤىِٕهِمْ ثُمَّ يَعُوْدُوْنَ لِمَا قَالُوْا فَتَحْرِيْرُ
رَقَبَةٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّتَمَاۤسَّاۗ ذٰلِكُمْ تُوْعَظُوْنَ بِهٖۗ وَاللّٰهُ
بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌwallażīna yuẓāhirụna min nisā`ihim ṡumma ya'ụdụna limā qālụ fa taḥrīru raqabatim ming
qabli ay yatamāssā, żālikum tụ'aẓụna bih, wallāhu bimā ta'malụna khabīrDan mereka yang
menzihar istrinya, kemudian menarik kembali apa yang telah mereka ucapkan, maka
(mereka diwajibkan) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu
bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepadamu, dan Allah Mahateliti terhadap
apa yang kamu kerjakan.
4.
فَمَنْ لَّمْ
يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَّتَمَاۤسَّاۗ
فَمَنْ لَّمْ يَسْتَطِعْ فَاِطْعَامُ سِتِّيْنَ مِسْكِيْنًاۗ ذٰلِكَ لِتُؤْمِنُوْا
بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖۗ وَتِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ ۗوَلِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابٌ
اَلِيْمٌfa mal lam yajid fa ṣiyāmu syahraini mutatābi'aini ming qabli
ay yatamāssā, fa mal lam yastaṭi' fa iṭ'āmu sittīna miskīnā, żālika litu`minụ billāhi wa rasụlih, wa tilka ḥudụdullāh, wa lil-kāfirīna 'ażābun alīmMaka barangsiapa tidak dapat (memerdekakan
hamba sahaya), maka (dia wajib) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum
keduanya bercampur. Tetapi barangsiapa tidak mampu, maka (wajib) memberi makan
enam puluh orang miskin. Demikianlah agar kamu beriman kepada Allah dan
Rasul-Nya. Itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang-orang yang mengingkarinya
akan mendapat azab yang sangat pedih.
5.
اِنَّ
الَّذِيْنَ يُحَاۤدُّوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ كُبِتُوْا كَمَا كُبِتَ الَّذِيْنَ
مِنْ قَبْلِهِمْ وَقَدْ اَنْزَلْنَآ اٰيٰتٍۢ بَيِّنٰتٍۗ وَلِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابٌ
مُّهِيْنٌۚinnallażīna yuḥāddụnallāha wa rasụlahụ kubitụ kamā kubitallażīna ming qablihim wa qad anzalnā āyātim bayyināt, wa lil-kāfirīna 'ażābum muhīnSesungguhnya orang-orang yang menentang Allah
dan Rasul-Nya pasti mendapat kehinaan sebagaimana kehinaan yang telah didapat
oleh orang-orang sebelum mereka. Dan sungguh, Kami telah menurunkan bukti-bukti
yang nyata. Dan bagi orang-orang yang mengingkarinya akan mendapat azab yang
menghinakan.
6.
يَوْمَ
يَبْعَثُهُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوْاۗ اَحْصٰىهُ
اللّٰهُ وَنَسُوْهُۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌyauma yab'aṡuhumullāhu jamī'an fa yunabbi`uhum
bimā 'amilụ, aḥṣāhullāhu wa nasụh, wallāhu 'alā kulli syai`in syahīdPada hari itu mereka semuanya dibangkitkan
Allah, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah
menghitungnya (semua amal perbuatan itu), meskipun mereka telah melupakannya.
Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.
7.
اَلَمْ تَرَ
اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَا يَكُوْنُ
مِنْ نَّجْوٰى ثَلٰثَةٍ اِلَّا هُوَ رَابِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ اِلَّا هُوَ
سَادِسُهُمْ وَلَآ اَدْنٰى مِنْ ذٰلِكَ وَلَآ اَكْثَرَ اِلَّا هُوَ مَعَهُمْ
اَيْنَ مَا كَانُوْاۚ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ
اِنَّ اللّٰهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌa lam tara annallāha ya'lamu mā
fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, mā yakụnu min najwā ṡalāṡatin illā huwa rābi'uhum wa lā khamsatin illā huwa sādisuhum wa lā adnā min żālika wa lā akṡara illā huwa ma'ahum aina mā kānụ, ṡumma yunabbi`uhum bimā 'amilụ yaumal-qiyāmah, innallāha bikulli syai`in
'alīmTidakkah engkau perhatikan, bahwa Allah
mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tidak ada
pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan
tidak ada lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tidak ada yang
kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia pasti ada bersama mereka di
mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari
Kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
segala sesuatu.
8.
اَلَمْ تَرَ
اِلَى الَّذِيْنَ نُهُوْا عَنِ النَّجْوٰى ثُمَّ يَعُوْدُوْنَ لِمَا نُهُوْا
عَنْهُ وَيَتَنٰجَوْنَ بِالْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَمَعْصِيَتِ الرَّسُوْلِۖ
وَاِذَا جَاۤءُوْكَ حَيَّوْكَ بِمَا لَمْ يُحَيِّكَ بِهِ اللّٰهُ ۙوَيَقُوْلُوْنَ
فِيْٓ اَنْفُسِهِمْ لَوْلَا يُعَذِّبُنَا اللّٰهُ بِمَا نَقُوْلُۗ حَسْبُهُمْ
جَهَنَّمُۚ يَصْلَوْنَهَاۚ فَبِئْسَ الْمَصِيْرُa lam tara ilallażīna nuhụ 'anin-najwā ṡumma ya'ụdụna limā nuhụ 'an-hu wa yatanājauna bil-iṡmi wal-'udwāni wa
ma'ṣiyatir-rasụli wa iżā jā`ụka ḥayyauka bimā lam yuḥayyika bihillāhu wa yaqụlụna fī anfusihim lau lā yu'ażżibunallāhu bimā naqụl, ḥasbuhum jahannam,
yaṣlaunahā, fa bi`sal-maṣīrTidakkah engkau perhatikan orang-orang yang
telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali
(mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk
berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang
kepadamu (Muhammad), mereka mengucapkan salam dengan cara yang bukan seperti
yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri,
“Mengapa Allah tidak menyiksa kita atas apa yang kita katakan itu?” Cukuplah
bagi mereka neraka Jahanam yang akan mereka masuki. Maka neraka itu seburuk-buruk
tempat kembali.
9.
يٰٓاَيُّهَا
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا تَنَاجَيْتُمْ فَلَا تَتَنَاجَوْا بِالْاِثْمِ
وَالْعُدْوَانِ وَمَعْصِيَتِ الرَّسُوْلِ وَتَنَاجَوْا بِالْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۗ
وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْٓ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَyā ayyuhallażīna āmanū
iżā tanājaitum fa lā tatanājau bil-iṡmi wal-'udwāni wa ma'ṣiyatir-rasụli wa tanājau bil-birri
wat-taqwā, wattaqullāhallażī ilaihi tuḥsyarụnWahai orang-orang yang
beriman! Apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu
membicarakan perbuatan dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Tetapi
bicarakanlah tentang perbuatan kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada
Allah yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan kembali.
10.
اِنَّمَا
النَّجْوٰى مِنَ الشَّيْطٰنِ لِيَحْزُنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَيْسَ
بِضَاۤرِّهِمْ شَيْـًٔا اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗوَعَلَى اللّٰهِ فَلْيَتَوَكَّلِ
الْمُؤْمِنُوْنَinnaman-najwā minasy-syaiṭāni liyaḥzunallażīna āmanụ wa laisa biḍārrihim syai`an illā bi`iżnillāh, wa 'alallāhi
falyatawakkalil-mu`minụnSesungguhnya
pembicaraan rahasia itu termasuk (perbuatan) setan, agar orang-orang yang
beriman itu bersedih hati, sedang (pembicaraan) itu tidaklah memberi bencana
sedikit pun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah. Dan kepada Allah
hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.
11.
يٰٓاَيُّهَا
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ
فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا
يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ
دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌyā ayyuhallażīna āmanū iżā qīla lakum
tafassaḥụ fil-majālisi fafsaḥụ yafsaḥillāhu lakum, wa iżā qīlansyuzụ fansyuzụ yarfa'illāhullażīna āmanụ mingkum wallażīna ụtul-'ilma darajāt, wallāhu bimā ta'malụna khabīrWahai orang-orang yang
beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam
majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan
untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya
Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan
orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang
kamu kerjakan.
12.
يٰٓاَيُّهَا
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نَاجَيْتُمُ الرَّسُوْلَ فَقَدِّمُوْا بَيْنَ يَدَيْ
نَجْوٰىكُمْ صَدَقَةً ۗذٰلِكَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَاَطْهَرُۗ فَاِنْ لَّمْ تَجِدُوْا
فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌyā ayyuhallażīna āmanū iżā
nājaitumur-rasụla fa qaddimụ baina yadai najwākum ṣadaqah, żālika khairul lakum
wa aṭ-har, fa il lam tajidụ fa innallāha gafụrur raḥīmWahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu
mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul, hendaklah kamu mengeluarkan sedekah
(kepada orang miskin) sebelum (melakukan) pembicaraan itu. Yang demikian itu
lebih baik bagimu dan lebih bersih. Tetapi jika kamu tidak memperoleh (yang
akan disedekahkan) maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
13.
ءَاَشْفَقْتُمْ
اَنْ تُقَدِّمُوْا بَيْنَ يَدَيْ نَجْوٰىكُمْ صَدَقٰتٍۗ فَاِذْ لَمْ تَفْعَلُوْا
وَتَابَ اللّٰهُ عَلَيْكُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ
وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗوَاللّٰهُ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَa asyfaqtum an tuqaddimụ baina yadai najwākum ṣadaqāt, fa iż lam taf'alụ wa tāballāhu 'alaikum fa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāta wa aṭī'ullāha wa rasụlah, wallāhu khabīrum bimā ta'malụnApakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena
kamu memberikan sedekah sebelum (melakukan) pembicaraan dengan Rasul? Tetapi
jika kamu tidak melakukannya dan Allah telah memberi ampun kepadamu, maka
laksanakanlah salat, dan tunaikanlah zakat serta taatlah kepada Allah dan
Rasul-Nya! Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
14.
۞ اَلَمْ تَرَ اِلَى الَّذِيْنَ تَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللّٰهُ
عَلَيْهِمْۗ مَا هُمْ مِّنْكُمْ وَلَا مِنْهُمْۙ وَيَحْلِفُوْنَ عَلَى الْكَذِبِ
وَهُمْ يَعْلَمُوْنَa lam tara ilallażīna tawallau qauman gaḍiballāhu 'alaihim, mā hum mingkum wa lā min-hum wa yaḥlifụna 'alal-każibi wa
hum ya'lamụnTidakkah engkau
perhatikan orang-orang (munafik) yang menjadikan suatu kaum yang telah dimurkai
Allah sebagai sahabat? Orang-orang itu bukan dari (kaum) kamu dan bukan dari
(kaum) mereka. Dan mereka bersumpah atas kebohongan, sedang mereka
mengetahuinya.
15.
اَعَدَّ اللّٰهُ
لَهُمْ عَذَابًا شَدِيْدًاۗ اِنَّهُمْ سَاۤءَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَa'addallāhu lahum
'ażāban syadīdā, innahum sā`a mā kānụ ya'malụnAllah telah menyediakan azab yang sangat keras bagi mereka.
Sungguh, betapa buruknya apa yang telah mereka kerjakan.
16.
اِتَّخَذُوْٓا
اَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَلَهُمْ عَذَابٌ
مُّهِيْنٌittakhażū aimānahum junnatan fa ṣaddụ 'an sabīlillāhi fa lahum 'ażābum muhīnMereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai
perisai, lalu mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah; maka bagi
mereka azab yang menghinakan.
17.
لَنْ تُغْنِيَ
عَنْهُمْ اَمْوَالُهُمْ وَلَآ اَوْلَادُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ شَيْـًٔاۗ اُولٰۤىِٕكَ
اَصْحٰبُ النَّارِۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَlan tugniya 'an-hum amwāluhum wa lā
aulāduhum minallāhi syai`ā, ulā`ika aṣ-ḥābun-nār, hum fīhā khālidụnHarta benda dan anak-anak mereka tidak berguna
sedikit pun (untuk menolong) mereka dari azab Allah. Mereka itulah penghuni
neraka, mereka kekal di dalamnya.
18.
يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ
اللّٰهُ جَمِيْعًا فَيَحْلِفُوْنَ لَهٗ كَمَا يَحْلِفُوْنَ لَكُمْ وَيَحْسَبُوْنَ
اَنَّهُمْ عَلٰى شَيْءٍۗ اَلَآ اِنَّهُمْ هُمُ الْكٰذِبُوْنَyauma yab'aṡuhumullāhu jamī'an fa yaḥlifụna lahụ kamā yaḥlifụna lakum wa yaḥsabụna annahum 'alā syaī`, alā innahum
humul-kāżibụn(Ingatlah) pada hari
(ketika) mereka semua dibangkitkan Allah, lalu mereka bersumpah kepada-Nya
(bahwa mereka bukan orang musyrik) sebagaimana mereka bersumpah kepadamu; dan
mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat). Ketahuilah,
bahwa mereka orang-orang pendusta.
19.
اِسْتَحْوَذَ
عَلَيْهِمُ الشَّيْطٰنُ فَاَنْسٰىهُمْ ذِكْرَ اللّٰهِ ۗ اُولٰۤىِٕكَ حِزْبُ
الشَّيْطٰنِۗ اَلَآ اِنَّ حِزْبَ الشَّيْطٰنِ هُمُ الْخٰسِرُوْنَistaḥważa 'alaihimusy-syaiṭānu fa ansāhum żikrallāh, ulā`ika ḥizbusy-syaiṭān, alā inna ḥizbasy-syaiṭāni humul-khāsirụnSetan telah menguasai mereka, lalu menjadikan
mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa
golongan setan itulah golongan yang rugi.
20.
اِنَّ
الَّذِيْنَ يُحَاۤدُّوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗٓ اُولٰۤىِٕكَ فِى الْاَذَلِّيْنَinnallażīna yuḥāddụnallāha wa rasụlahū ulā`ika fil-ażallīnSesungguhnya orang-orang yang menentang Allah
dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina.
21.
كَتَبَ اللّٰهُ
لَاَغْلِبَنَّ اَنَا۠ وَرُسُلِيْۗ اِنَّ اللّٰهَ قَوِيٌّ عَزِيْزٌkataballāhu
la`aglibanna ana wa rusulī, innallāha qawiyyun 'azīzAllah telah menetapkan, “Aku dan
rasul-rasul-Ku pasti menang.” Sungguh, Allah Mahakuat, Mahaperkasa.
22.
لَا تَجِدُ
قَوْمًا يُّؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ يُوَاۤدُّوْنَ مَنْ
حَاۤدَّ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَوْ كَانُوْٓا اٰبَاۤءَهُمْ اَوْ اَبْنَاۤءَهُمْ
اَوْ اِخْوَانَهُمْ اَوْ عَشِيْرَتَهُمْۗ اُولٰۤىِٕكَ كَتَبَ فِيْ قُلُوْبِهِمُ
الْاِيْمَانَ وَاَيَّدَهُمْ بِرُوْحٍ مِّنْهُ ۗوَيُدْخِلُهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ
مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ
وَرَضُوْا عَنْهُۗ اُولٰۤىِٕكَ حِزْبُ اللّٰهِ ۗ اَلَآ اِنَّ حِزْبَ اللّٰهِ هُمُ
الْمُفْلِحُوْنَlā tajidu qaumay yu`minụna billāhi wal-yaumil-ākhiri yuwāddụna man ḥāddallāha wa rasụlahụ walau kānū ābā`ahum au abnā`ahum au ikhwānahum au 'asyīratahum, ulā`ika kataba fī qulụbihimul-īmāna wa ayyadahum birụḥim min-h, wa
yudkhiluhum jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru khālidīna fīhā, raḍiyallāhu 'an-hum wa raḍụ 'an-h, ulā`ika ḥizbullāh, alā inna ḥizballāhi humul-mufliḥụnEngkau (Muhammad)
tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat
saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya,
sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya.
Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan
dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari Dia. Lalu
dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,
mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas
terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah,
sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung.

