Di era Orde Baru, setelah
menyampaikan ceramah di jember, mobil yang membawa Gus Dur sudah dibuntuti dua
motor gede putih milik Polisi. Dua moge polisi tersebut berhasil menyalip mobil
Gus Dur. Polisi sengaja mengambil jarak agak jauh di depan mobil Gus Dur agar
dapat memberhentikannya. “Ada apa?!” Gus Dur bertanya kepada polisi yang
mencegatnya. “Assalamu’alikum, kiai,” ucap salah seorang oknum polisi.
“Wa’alaikumussalam. Ini ada apa, kan saya sudah pergi. Sana pergi kalian,” Gus
Dur mencoba mereka makin mendekat. “Begini kiai,” kata oknum polisi
sampai di kaca jendela. (sedangkan orang-orang di mobil Gus Dur sudah merasa khawatir)
“Begini kiai, mohon maaf, saya tadi belum sempat salaman sama njenengan, jadi
terpaksa saya mengikuti kiai. Tolong kiai, saya ingin salaman,” kata Polisi.
Keduanya lalu salaman sembari mencium tangan Gus Dur. “Matur nuwun kiai.
Selamat jalan ya,” kata dua polisi tadi sambil cengengesan puas karena sukses
bisa salaman dengan Gus Dur. Kata Gus Dur: “Begitu lah orang NU. Tadinya mereka
(polisi) sudah repot-repot disuruh menjaga supaya ceramah saya tidak suskes,
eeh...ujung-ujungnya pengen salaman.” (Sumber: Muhammad AS Hikam, Gus Durku,
Gus Dur Anda, Gus Dur Kita, 2013)
Gus Dur Dikejar-kejar Polisi

Komentar
Bhumi Literasi
