Suatu saat Muhammad AS
Hikam sowan menemui Gus Dur. Sampai di kediaman, Hikam mengetahui Gus Dur
sedang beri’tikaf. Seketika itu, Hikam langsung menyimpuhkan diri di belakang
Gus Dur. Mengetahui ada orang hendak menemuinya, Gus Dur menengok dan membalikan
badan. Obrolan berjalan ringan dan santai. Presiden ke-4 RI dan mantan
menterinya itu membincang persoalan kebangsaan yang seolah tak ada habisnya.
Sampailah obrolan tentang kekuatan pertahanan Indonesia. Gus Dur tidak
memungkiri bahwa kekuatan pertahanan nasional harus terus dikembangkan. “Tapi
kata TNI persenjataan kita itu kuat lho, Gus,” sergah Hikam. “Kuat apanya?
Kang, kalau misalnya perang di laut, kapal angkatan luat kita belum sampai
ditembak pun sudah tenggelam. Tahu sampean kenapa?” kata Gus Dur sambil
nyengir. “Kenapa, Gus?” “Karena keberatan dempul untuk nambal kapal-kapal
kita,” jawab Gus Dur terkekeh. (Muhammad AS Hikam, Gus Durku, Gus Dur Anda, Gus
Dur Kita, 2013)
Dempul Kapal Angkatan Laut

Komentar
Bhumi Literasi
