Pada suatu malam yang gelap, seorang pemuda bernama Rizky sedang asyik menggunakan dompet digitalnya untuk bertransaksi. Tiba-tiba, saldo digitalnya berkurang tanpa jejak. Rizky pun terkejut dan mencoba mencari tahu apa yang terjadi.
Rizky pun mendengar kabar dari tetangganya bahwa sedang terjadi serangkaian pencurian saldo dompet digital oleh makhluk halus, yang konon disebut sebagai "tuyul digital." Rasa penasaran dan keingintahuannya membuat Rizky bertekad untuk menemukan dan menghentikan tuyul tersebut.
Dengan bantuan sahabatnya, Maya, Rizky mulai menyusun rencana untuk menangkap tuyul digital. Mereka mempelajari kebiasaan tuyul dan menyusun perangkap dengan menggunakan dompet digital palsu sebagai umpan.
Pada malam berikutnya, Rizky dan Maya memasang perangkap mereka. Tidak lama kemudian, tuyul digital muncul dan mencoba mencuri dompet palsu tersebut. Rizky dan Maya pun melibatkan diri dalam kejar-kejaran seru dengan tuyul digital yang lincah.
Setelah perburuan yang intens, Rizky berhasil menangkap tuyul digital itu. Ternyata, tuyul tersebut adalah makhluk halus yang kehilangan arah dan tertarik pada gemerlap teknologi. Rizky dan Maya kemudian berusaha memahami kebutuhan tuyul tersebut.
Dengan kepandaian Rizky dalam teknologi, ia memberikan solusi kepada tuyul digital untuk memenuhi kebutuhannya tanpa harus mencuri saldo orang. Tuyul pun berubah menjadi sahabat yang setia, membantu Rizky dan Maya dalam berbagai hal.
Keberhasilan Rizky dalam menjinakkan tuyul digital menjadi pembicaraan di lingkungan mereka. Masyarakat sekitar pun belajar untuk lebih memahami makhluk halus dan berusaha hidup berdampingan dengan teknologi tanpa harus merugikan satu sama lain.
Dari kejadian itu, Rizky dan Maya mengambil hikmah bahwa teknologi seharusnya tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga dapat digunakan untuk mendidik dan menghubungkan kita dengan makhluk halus yang kadang-kadang kehilangan arah di tengah gemerlapnya dunia digital.

