Landasan Teori
Koneksi PostgreSQL Pada Java (Netbeans)
Terdapat beberapa langkah yang secara umum harus dilakukan sehingga aplikasi
yang berbasis Java dapat berinteraksi dengan database server. Langkah-langkah tersebut
sebagai berikut :
1. Impor package java.sql
2. Memanggil Driver JDBC
3. Membangun Koneksi
4. Membuat Statement
5. Melakukan Query
6. Menutup Koneksi
1. Impor package java.sql
Pertama-tama yang harus dilakukan sebelum Anda membuat program JDBC
adalah mengimpor package java.sql terbih dahulu, karena di dalam package java.sql
tersebut terdapat kelas-kelas yang akan digunakan dalam proses-proses berintekasi
dengan database server misalnya kelas DriverMaganer, Connection, dan ResultSet.
Hal ini sangat penting dilakukan karena bagi pemula seringkali lupa untuk
mengimpor package yang kelas-kelas yang akan digunakan terdapat di dalamnya,
sehingga mengakibatkan kegagalan dalam mengkompile program Java.
Adapun listing untuk mengimpor package java.sql adalah sebagai berikut :
Import java.sql.*;
Listing ini dituliskan sebelum Anda menulis kelas.
2. Memanggil Driver JDBC
Langkah pertama untuk melakukan koneksi dengan database server adalah
dengan memanggil JDBC Driver dari database server yang kita gunakan. Driver
adalah library yang digunakan untuk berkomunikasi dengan database server. Driver
dari setiap database server berbeda-beda, sehingga Anda harus menyesuaikan Driver
JDBC sesuai dengan database server yang Anda gunakan.
Berikut ini adalah listing program untuk memanggil driver JDBC.
Class.forName(namaDriver); atau Class.forName(namaDriver).newInstance();
Kedua cara di atas memiliki fungsi yang sama yaitu melakukan registrasi
class driver dan melakukan intansiasi. Apabila driver yang dimaksud tidak
ditemukan, maka program akan menghasilkan exception berupa
ClassNotFoundException. Untuk menghasilkan exception apabila driver tidak
ditemukan, maka diperlukan penambahan try-catch. Adapun cara menambahkan
try-catch untuk penanganan error apabila driver tidak ditemukan, sebagai berikut :
Try {
Class.forName(namaDriver);
} catch (ClassNotFoundException e) {
... Penanganan Error ClassNotFoundException
}
Contoh listing memanggil driver menggunakan MySQL adalah :
try {
Class.forName(“org.postgresql.Driver”);
} catch (ClassNotFoundException e) {
System.out.println(“Pesan Error : “ + e)
}
Berikut ini adalah daftar nama-nama driver dari beberapa database server yang sering
digunakan.
Database Server Nama Driver
JDBC-ODBC sun.jdbc.odbc.JdbcOdbcDriver
MySQL com.mysql.jdbc.Driver
PostgreSQL org.postgresql.Driver
Microsoft SQLServer com.microsoft.jdbc.sqlserver.SQLServerDriver
Oracle oracle.jdbc.driver.OracleDriver
IBM DB2 COM.ibm.db2.jdbc.app.DB2Driver
3. Membangun Koneksi
Setelah melakukan pemanggilan terhadap driver JDBC, langkah selanjutnya
adalah membangun koneksi dengan menggunakan interface Connection. Object
Connection yang dibuat untuk membangun koneksi dengan database server tidak
dengan cara membuat object baru dari interface Connection melainkan dari class
DriverManager dengan menggunakan methode getConnection().
Connection koneksi = DriverManager.getConnection(<argumen>);
Untuk menangani error yang mungkin terjadi pada proses melakukan koneksi
dengan database maka ditambahkan try-catch. Exception yang akan dihasilkan pada
proses ini adalah berupa SQLException. Adapun cara penulisan listingnya adalah
sebagai berikut :
try {
... koneksi database
} catch (SQLException sqle){
... penanganan error koneksi
}
Ada beberapa macam argumen yang berbeda dari methode getConnection() yang
dipanggil dari DriverManager, yaitu :
- getConnection(String url)
Pada methode diatas hanya memerlukan argumen URL, sedangkan untuk
data user dan password sudah diikutkan secara langsung. Adapun penulisan nilai
sebagai berikut :
jdbc:<DBServer>://[Host][:Port]/<namaDB>?<user=User>&<password=Pa
sword>
Berikut ini contoh penggunaan methode ini didalam program :
try {
String url = “jdbc: postgresql://localhost:3306/Dbase? User = adi & password
= pas”;
Connection koneksi = DriverManager.getConnection(url);
System.out.prinln(“Proses apabila koneksi sukses”);
} catch (SQLException sqle) {
System.out.println(“Proses apabila koneksi gagal dilakukan”);
}
-getConnection(String url, Properties info)
Pada methode ini memerlukan URL dan sebuah object Properties.
Sebelum menggunakan methode ini, Anda harus melakukan import package
berupa java.util.*, ini dikarenakan object Properties terdapat pada package
tersebut. Object Properties berisikan spesifikasi dari setiap parameter database
misalnya user name, password, autocommit, dan sebagainya.
Berikut ini contoh penggunaan methode ini didalam program :
try {
String url = “jdbc: postgresql://localhost:5432/praktikumdbd”;
Properties prop = new java.util.Properties(); // tidak mengimpor kelas
prop.put(“user”,”NamaUser”);
prop.put(“password”,”datapassword”);
Connection koneksi = DriverManager.getConnection(url, prop);
System.out.prinln(“Proses apabila koneksi sukses”);
} catch (SQLException sqle) {
System.out.println(“Proses apabila koneksi gagal dilakukan”);
}
-getConnection(String url, String user, String password)
Pada methode ini memerlukan argumen berupa URL, user name, dan
password. Methode ini secara langsung mendefinisikan nilai URL, user name
dan password.
Berikut ini contoh penggunaan methode ini didalam program :
try {
String url = “jdbc: postgresql://localhost:5432/ praktikumdbd”;
String user = “adi”
String password “ternate”
Connection koneksi = DriverManager.getConnection(url, user, password);
System.out.prinln(“Proses apabila koneksi sukses”);
} catch (SQLException sqle) {
System.out.println(“Proses apabila koneksi gagal dilakukan”);
}
4. Membuat Statement
JDBC API menyediakan interface yang berfungsi untuk melakukan proses
pengiriman statement SQL yang terdapat pada package java.sql. Statement yang ada
secara umum digunakan terdiri dari berikut :
- Statement
Interface ini dibuat oleh methode Connection.createStatement(). Object
Statement digunakan untuk pengiriman statement SQL tanpa parameter serta
Setiap SQL statement yang dieksekusi dikirim secara utuh ke database.
Statement stat = Connection.createStatement();
- PreparedStatement
Interface ini dibuat oleh methode Connection.prepareStatement().
Object PreparedStatement digunakan untuk pengiriman statement SQL dengan
atau tanpa parameter. Interface ini memiliki performa lebih baik dibandingkan
dengan interface Statement karena dapat menjalankan beberapa proses dalam
sekali pengiriman perintah SQL, pengiriman selanjutnya hanya parametered querynya saja
PreparedStatement stat = Connection.prepareStatement();
5. Melakukan Query
Setelah kita memiliki object statement, kita dapat menggunakannya untuk
melakukan pengiriman perintah SQL dan mengeksekusinya. Methode eksekusi yang
digunakan untuk perintah SQL terbagi menjadi dua bagian yaitu untuk perintah
SELECT methode eksekusi yang digunakan adalah executeQery() dengan nilai
kembaliannya adalah ResultSet, dan untuk perintah INSERT, UPDATE, DELETE
methode eksekusi yang digunakan adalah executeUpdate().
Berikut ini adalah contoh melakukan eksekusi perintah SQL dan mengambil
hasilnya (ResultSet) dengan menggunakan perintah SELECT :
String sql = “SELECT kode, nama, alamat, kelas FROM dataSiswa”;
ResultSet set = stat.executeQuery(sql);
while (set.next()) {
String kode = set.getString("kode");
String nama = set.getString("nama");
String alamat = set.getString("alamat");
String kelas = set.getString("kelas");
}
Berikut ini adalah contoh melakukan eksekusi perintah SQL dengan
menggunakan perintah DELETE.
String sql = "DELETE FROM data_siswa WHERE kode = “1234”;
PreparedStatement stat = konek.prepareStatement(sql);
stat.executeUpdate();
6. Menutup Koneksi
Penutupan terhadap koneksi database perlu dilakukan agar sumber daya yang
digunakan oleh object Connection dapat digunakan lagi oleh proses atau program
yang lain. Sebelum kita menutup koneksi database, kita perlu melepas object
Statement dengan kode sebagai berikut :
statement.close();
Untuk menutup koneksi dengan database server dapat kita lakukan dengan
kode sebagai berikut :
connection.close();
Hasil Praktikum
1. Buatlah koneksi seperti contoh listing kode diatas dengan database kalian masing2 !
2. Buatlah form pada netbeans dan buatlah tombol insert, update, delete, tampil dan pencarian seperti dibawah !
3. Buat Event tiap tombol seperti contoh listing diatas dengan catatan memakai database praktikan sendiri dan menggunakan tabel mahasiswa. Untuk tampil, data munculkan pada jtabel atau text area.
4. Buatlah seperti nomor 2. Dengan aturan terdapat kelas koneksi sendiri sehingga tidak menulis ulang pemanggilan driver jdbc, url, dan koneksi nya pada saat insert,update, delete dan tampil data.
Tutorial/jawaban dari soal nomor 3 dan 4 adalah sebagai berikut :
Cari :
Simpan :
Edit :
Hapus :
Tampil :
Reset :
Evaluasi Perbandingan 2 DBMS
PostgreSQL
PostgreSQL adalah sebuah sistem basis data yang disebarluaskan secara bebas menurut Perjanjian lisensi BSD. Piranti lunak ini merupakan salah satu basis data yang paling banyak digunakan saat ini, selain MySQL dan Oracle. PostgreSQL menyediakan fitur yang berguna untuk replikasi basis data. Fitur-fitur yang disediakan PostgreSQL antara lain DB Mirror, PGPool, Slony, PGCluster, dan lain-lain.PostgreSQL adalah sistem database yang kuat untuk urusan relasi, open source. Memiliki lebih dari 15 tahun pengembangan aktif dan sudah terbukti segala rancangan arsitekturnya telah mendapat reputasi tentang “kuat”, “handal”, “integritas data”, dan “akurasi data”
Fitur
PostgreSQL
Sebagai enterprise
class database, PostgreSQL menghadirkan berbagai fitur yang memuaskan seperti
Multi-Version Concurrency Control (MVCC), point in time recovery, tablespaces,
asynchronous replication, nested transactions (savepoints), online/hot backups,
query planner/optimizer yang baik, dan write ahead logging untuk fault
tolerance. Object-relational database system ini juga mendukung international
character set, multibyte character encoding, Unicode, dan memiliki kemampuan
yang baik dalam sorting, case-sensitivity, dan formatting.
PostgreSQL sangat scalable baik dalam kuantitas data yang dapat ditanganinya maupun dalam jumlah concurrent user yang dapat diakomodasi olehnya. Sebagai contoh ketangguhannya, terdapat sistem PostgreSQL aktif yang mampu menangani dan mengelola penggunaan 4 terabyte data.
PostgreSQL memiliki kemampuan yang tidak dapat diremehkan karena memiliki fitur yang sangat lengkap dan bersifat standard compliant. Sistem database ini juga fleksibel dan dapat dengan mudah disesuaikan (highly customizable), di mana PostgreSQL dapat digunakan dengan berbagai bahasa pemrograman seperti Java, Perl, Python, Ruby, Tcl, C/C++, dan PL/pgSQL (serupa dengan PL/SQL Oracle).
PostgreSQL sangat scalable baik dalam kuantitas data yang dapat ditanganinya maupun dalam jumlah concurrent user yang dapat diakomodasi olehnya. Sebagai contoh ketangguhannya, terdapat sistem PostgreSQL aktif yang mampu menangani dan mengelola penggunaan 4 terabyte data.
PostgreSQL memiliki kemampuan yang tidak dapat diremehkan karena memiliki fitur yang sangat lengkap dan bersifat standard compliant. Sistem database ini juga fleksibel dan dapat dengan mudah disesuaikan (highly customizable), di mana PostgreSQL dapat digunakan dengan berbagai bahasa pemrograman seperti Java, Perl, Python, Ruby, Tcl, C/C++, dan PL/pgSQL (serupa dengan PL/SQL Oracle).
Dan yang terbaik,
source code PostgreSQL tersedia di bawah lisensi liberal open source license,
yaitu PostgreSQL License. Lisensi ini memberikan kebebasan bagi Anda untuk
menggunakan, memodifikasi dan mendistribusikan PostgreSQL dalam bentuk yang
Anda sukai, baik open source maupun closed source.
Sistem
Operasi yang Digunakan Untuk PostgreSQL
PostgreSQL berjalan
pada semua sistem operasi utama, termasuk Linux, UNIX (AIX, BSD, HP-UX, SGI
IRIX, Mac OS X, Solaris, Tru64), dan tidak ketinggalan sistem operasi Windows.
PostgreSQL memiliki kemampuan fully ACID compliant, memiliki dukungan penuh
terhadap foreign key, join, view, trigger, dan stored procedure (pada lebih
dari satu bahasa). Selain itu, PostgreSQL juga mencakup sebagian besar tipe
data SQL:2008, termasuk INTEGER, NUMERIC, BOOLEAN, CHAR, VARCHAR, DATA,
INTERVAL, dan TIMESTAMP. PostgreSQL mendukung penyimpanan binary large object,
seperti gambar, suara, atau video, dan memiliki native programming interface
untuk C/C++, Java, .NET, Perl, Python, Ruby, Tcl, ODBC, dan lain-lain.
Pengguna PostgreSQL
- Yahoo! untuk analisa prilaku pengguna web, menyimpan 2 petabyte data dan mengklaim sebagai gudang data terbesar. Menggunakan versi PostgreSQL yang dimodifikasi, dengan engine penyimpanan berbasis kolom yang sepenuhnya berbeda.
- MySpace, situs jejaring sosial populer, menggunakan basisdata Aster nCluster untuk gudang data, dibangun diatas PostgreSQL tanpa modifikasi.
- OpenStreetMap, proyek kolaboratif untuk menciptakan peta dunia yang bebas sunting.
- Afilias, register domain untuk .org, .info, dan sebagainya.
- Sony Online multiplayer online game.
- BASF, platform belanja untuk portal agribisnisnya.
- hi5.com portal jejaring sosial.
- Skype aplikasi VoIP, basisdata pusat bisnis.
- Sun xVM, perangkat lunak virtualisasi dan otomasi datacenter milik Sun.
Penghargaan
Sampai
dengan tahun 2012 PostgreSQL telah menerima penghargaan-penghargaan
sebagai berikut : • Database terbaik tahun 1999 dari LinuxWorld Editor’s Choice Award
• Database terbaik tahun 2000 dari Linux Journal Editors’ Choice Awards
• Database terbaik tahun 2002 dari Linux New Media Editor Choice Award
• Database terbaik tahun 2003 Linux Journal Editors’ Choice Awards
• Database terbaik tahun 2004 dari Linux New Media Award
• Database terbaik tahun 2004 Linux Journal Editors’ Choice Awards
• Ars Technica Best Server Application Award tahun 2004
• Database terbaik tahun 2005 Linux Journal Editors’ Choice Awards
• Database terbaik tahun 2006 Linux Journal Editors’ Choice Awards
• Product of the Year, Database Tool tahun 2008 dari Developer.com
• Linux New Media Award tahun 2012 untuk kategori Database Open source terbaik
MySQL
MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.Tidak sama dengan proyek-proyek seperti Apache, dimana perangkat lunak dikembangkan oleh komunitas umum, dan hak cipta untuk kode sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia MySQL AB, dimana memegang hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah: David Axmark, Allan Larsson, dan Michael "Monty" Widenius.
Sistem manajemen basis data relasional
MySQL adalah sebuah implementasi dari sistem manajemen basisdata relasional (RDBMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License). Setiap pengguna dapat secara bebas menggunakan MySQL, namun dengan batasan perangkat lunak tersebut tidak boleh dijadikan produk turunan yang bersifat komersial. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam basisdata yang telah ada sebelumnya; SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian basisdata, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis.Kehandalan suatu sistem basisdata (DBMS) dapat diketahui dari cara kerja pengoptimasi-nya dalam melakukan proses perintah-perintah SQL yang dibuat oleh pengguna maupun program-program aplikasi yang memanfaatkannya. Sebagai peladen basis data, MySQL mendukung operasi basisdata transaksional maupun operasi basisdata non-transaksional. Pada modus operasi non-transaksional, MySQL dapat dikatakan unggul dalam hal unjuk kerja dibandingkan perangkat lunak peladen basisdata kompetitor lainnya. Namun pada modus non-transaksional tidak ada jaminan atas reliabilitas terhadap data yang tersimpan, karenanya modus non-transaksional hanya cocok untuk jenis aplikasi yang tidak membutuhkan reliabilitas data seperti aplikasi blogging berbasis web (wordpress), CMS, dan sejenisnya. Untuk kebutuhan sistem yang ditujukan untuk bisnis sangat disarankan untuk menggunakan modus basisdata transaksional, hanya saja sebagai konsekuensinya unjuk kerja MySQL pada modus transaksional tidak secepat unjuk kerja pada modus non-transaksional.
Sejarah MySQL
MySQL pada awalnya diciptakan pada tahun 1979, oleh Michael "Monty" Widenius, seorang programmer komputer asal Swedia. Monty mengembangkan sebuah sistem database sederhana yang dinamakan UNIREG yang menggunakan koneksi low-level ISAM database engine dengan indexing. Pada saat itu Monty bekerja pada perusahaan bernama TcX di Swedia.TcX pada tahun 1994 mulai mengembangkan aplikasi berbasis web, dan berencana menggunakan UNIREG sebagai sistem database. Namun sayangnya, UNIREG dianggagap tidak cocok untuk database yang dinamis seperti web.
TcX kemudian mencoba mencari alternatif sistem database lainnya, salah satunya adalah mSQL (miniSQL). Namun mSQL versi 1 ini juga memiliki kekurangan, yaitu tidak mendukung indexing, sehingga performanya tidak terlalu bagus.
Dengan tujuan memperbaiki performa mSQL, Monty mencoba menghubungi David Hughes (programmer yang mengembangkan mSQL) untuk menanyakan apakah ia tertarik mengembangkan sebuah konektor di mSQL yang dapat dihubungkan dengan UNIREG ISAM sehingga mendukung indexing. Namun saat itu Hughes menolak, dengan alasan sedang mengembangkan teknologi indexing yang independen untuk mSQL versi 2.
Dikarenakan penolakan tersebut, David Hughes, TcX (dan juga Monty) akhirnya memutuskan untuk merancang dan mengembangkan sendiri konsep sistem database baru. Sistem ini merupakan gabungan dari UNIREG dan mSQL (yang source codenya dapat bebas digunakan). Sehingga pada May 1995, sebuah RDBMS baru, yang dinamakan MySQL dirilis.
David Axmark dari Detron HB, rekanan TcX mengusulkan agar MySQL di ‘jual’ dengan model bisnis baru. Ia mengusulkan agar MySQL dikembangkan dan dirilis dengan gratis. Pendapatan perusahaan selanjutnya di dapat dari menjual jasa “support” untuk perusahaan yang ingin mengimplementasikan MySQL. Konsep bisnis ini sekarang dikenal dengan istilah Open Source.
Pada tahun 1995 itu juga, TcX berubah nama menjadi MySQL AB, dengan Michael Widenius, David Axmark dan Allan Larsson sebagai pendirinya. Titel “AB” dibelakang MySQL, adalah singkatan dari “Aktiebolag”, istilah PT (Perseroan Terbatas) bagi perusahaan Swedia.
Keistimewaan MySQL
MySQL memiliki beberapa keistimewaan, antara lain :- Portabilitas. MySQL dapat berjalan stabil pada berbagai sistem operasi seperti Windows, Linux, FreeBSD, Mac Os X Server, Solaris, Amiga, dan masih banyak lagi.
- Perangkat lunak sumber terbuka. MySQL didistribusikan sebagai perangkat lunak sumber terbuka, dibawah lisensi GPL sehingga dapat digunakan secara gratis.
- Multi-user. MySQL dapat digunakan oleh beberapa pengguna dalam waktu yang bersamaan tanpa mengalami masalah atau konflik.
- 'Performance tuning', MySQL memiliki kecepatan yang menakjubkan dalam menangani query sederhana, dengan kata lain dapat memproses lebih banyak SQL per satuan waktu.
- Ragam tipe data. MySQL memiliki ragam tipe data yang sangat kaya, seperti signed / unsigned integer, float, double, char, text, date, timestamp, dan lain-lain.
- Perintah dan Fungsi. MySQL memiliki operator dan fungsi secara penuh yang mendukung perintah Select dan Where dalam perintah (query).
- Keamanan. MySQL memiliki beberapa lapisan keamanan seperti level subnetmask, nama host, dan izin akses user dengan sistem perizinan yang mendetail serta sandi terenkripsi.
- Skalabilitas dan Pembatasan. MySQL mampu menangani basis data dalam skala besar, dengan jumlah rekaman (records) lebih dari 50 juta dan 60 ribu tabel serta 5 miliar baris. Selain itu batas indeks yang dapat ditampung mencapai 32 indeks pada tiap tabelnya.
- Konektivitas. MySQL dapat melakukan koneksi dengan klien menggunakan protokol TCP/IP, Unix soket (UNIX), atau Named Pipes (NT).
- Lokalisasi. MySQL dapat mendeteksi pesan kesalahan pada klien dengan menggunakan lebih dari dua puluh bahasa. Meski pun demikian, bahasa Indonesia belum termasuk di dalamnya.
- Antar Muka. MySQL memiliki antar muka (interface) terhadap berbagai aplikasi dan bahasa pemrograman dengan menggunakan fungsi API (Application Programming Interface).
- Klien dan Peralatan. MySQL dilengkapi dengan berbagai peralatan (tool)yang dapat digunakan untuk administrasi basis data, dan pada setiap peralatan yang ada disertakan petunjuk online.
- Struktur tabel. MySQL memiliki struktur tabel yang lebih fleksibel dalam menangani ALTER TABLE, dibandingkan basis data lainnya semacam PostgreSQL ataupun Oracle.
Penggunaan
MySQL sangat populer dalam aplikasi web seperti MediaWiki (perangkat lunak yang dipakai Wikipedia dan proyek-proyek sejenis) dan PHP-Nuke dan berfungsi sebagai komponen basis data dalam LAMP. Popularitas sebagai aplikasi web dikarenakan kedekatannya dengan popularitas PHP, sehingga seringkali disebut sebagai Dynamic Duo.
Bahasa pemrograman
Terdapat beberapa API (Application Programming Interface) tersedia yang memungkinkan aplikasi-aplikasi komputer yang ditulis dalam berbagai bahasa pemrograman untuk dapat mengakses basis data MySQL antara lain: bahasa pemrograman C, C++, C#, bahasa pemrograman Eiffel, bahasa pemrograman Smalltalk, bahasa pemrograman Java, bahasa pemrograman Lisp, Perl, PHP, bahasa pemrograman Python, Ruby, REALbasic dan Tcl. Sebuah antarmuka ODBC memanggil MyODBC yang memungkinkan setiap bahasa pemrograman yang mendukung ODBC untuk berkomunikasi dengan basis data MySQL. Kebanyakan kode sumber MySQL dalam ANSI C.
Kesimpulan
Rangkuman
Perbandingan dalam
Perintah Dasar SQL
1. Dilihat
dari segi perbedaan dan kesamaan :
·
Perbedaan : Dalam
praktikum ke-3 ini, khususnya tentang “Perintah Dasar SQL” pada penulisan
source code tidak ada perbedaan.
·
Kesamaan : Cara
penulisan source code sama.
2. Dilihat
dari segi kelebihan dan kekurangan :
·
Kelebihan : MySQL lebih mudah dikerjakan
dibanding postgresql karena kalau salah, maka akan tetap ditampilkan
diprojectnya (tidak bisa dihapus) selama programnya dijalankan.
·
Kekurangan : PostgreSQL lebih sulit dijalankan
karena harus benar-benar teliti.
3.
Tambahan :
Secara
keseluruhan hamper sama antara PostgreSQL dan MySQL hanya ada beberapa
perbedaan yang saya temukan dalam percobaan di praktikum ini, yaitu pada
pengoperasian PostgreSQL harus diinisialisasi tipe datanya agar mendapatkan
hasil yang sebenarnya, sedangkan pada MySQL tidak perlu menginisialisasi tipe
datanya karena hasilnya sudah benar.













