رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
“Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaha:25-28)
Kemarin, saya ngrasa ga punya siapa-siapa kecuali Allah, Saya takut. I really did mean it. Saya ngrasa ga punya lagi telinga yang cukup saya percaya untuk mendengar cerita saya yang random bahkan hampir rancu jika dijelaskan, yang saya percaya ga akan menjudge pikiran-pikiran dan sifat-sifat terburuk saya. Yang saya punya sekarang cuma Allah. Meskipun saya sadar, banyak mereka yang bersedia menjadi telinga buat saya, tapi saya semakin ga mau cerita ke siapapun.
Kemarin, saya ga kuat nahan tangis. Sadar, kalau hati saya masih jauh dari suci. O Allah, I have no more strength. I have tried my best but there is nothing I can do about it if it does not work out.
(Astaghfirullah hal adzim)

