Iklan

Latest Post


Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Dinas Militer

Bhumi Literasi
Jumat, 13 November 2020, November 13, 2020 WIB Last Updated 2022-03-01T07:41:15Z

Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Dinas Militer

Oleh: Letda Chb Rizal Mutaqin, S.Kom.

Dikarenakan dampak luar biasa yang ditimbulkan oleh pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, menulis tentang dampak dan peran teknologi informasi dalam dunia militer merupakan hal yang menarik. Seperti tulisan berjudul “Peran Informatika Untuk Pendidikan Militer” di Buletin Sari Informasi TNI AD Edisi 50 Tahun 2019 Halaman 42-43. Untuk melanjutkan tulisan pada edisi sebelumnya, saat ini penulis akan menyajikan sebuah tulisan tentang “Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Dinas Militer”. Ledakan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang sangat pesat telah memberikan kesempatan bagi prajurit TNI AD untuk memperoleh informasi secara cepat hanya melalui smartphone yang selalu dalam genggaman. Bahkan informasi yang dahulu sulit didapatkan, kini menjadi mudah didapatkan karena perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat serta inisiatif kuat para prajurit yang ingin mengetahui lebih jauh tentang kejadian sekitarnya. Setiap prajurit TNI AD memiliki akses terhadap sumber informasi dimanapun di dunia ini. Konsekuensinya, para prajurit TNI AD menjadi kritis dan tanggap terhadap hal yang berkembang, tetapi masih tetap mengetahui batasan terkait informasi yang dapat disebar dan informasi yang hanya untuk konsumsi pribadi.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang demikian pesatnya telah memberikan dampak yang besar bagi dinas kemiliteran. Kegiatan komunikasi yang sebelumnya menuntut peralatan yang begitu rumit, kini hanya dengan perangkat smartphone yang selalu dalam genggaman, para prajurit TNI AD dapat saling terhubung dan dengan mudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Perkembangan teknologi yang sangat pesat telah menggantikan pekerjaan yang dahulu harus dikerjakan menggunakan otot oleh para prajurit dengan mesin otomatis sehingga pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien. Selain itu, telah banyak ditemukan komponen-komponen baru yang dapat meningkatkan kapasitas komputer, seakan-akan telah mampu bersaing bahkan menggantikan peran otak prajurit dalam berbagai bidang ilmu dan kegiatan prajurit di lingkungan TNI AD. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang telah ada saat ini benar-benar dirasakan manfaatnya, yaitu memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan dalam kegiatan dinas militer.

Bagi para prajurit saat ini, teknologi informasi dan komunikasi merupakan sebuah kebutuhan primer, dan akan sulit melaksanakan tugas dalam dinas militer tanpa peran teknologi informasi dan komunikasi. Dampak dari perkembangan teknologi tersebut dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan setiap kendala dalam kedinasan. Seperti yang kita ketahui bahwa di era serba modern seperti saat ini, peran teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari tentunya sangat berpengaruh. Hal ini tidak terlepas dari aktivitas kita yang kerap kali terbantu dengan teknologi informasi itu sendiri yang mampu menjawab tuntutan pekerjaan yang lebih cepat, mudah, murah dan menghemat waktu.

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat menjadi jawaban dari kemajuan kehidupan prajurit TNI AD baik dalam kedinasan maupun dalam kehidupan pribadi. Suatu kemajuan yang tentunya telah memberikan manfaat yang luar biasa bagi prajurit TNI AD, salah satunya bagi pendidikan militer yang telah terbit pada Buletin Sari Informasi TNI AD Edisi 50 Tahun 2019 Halaman 42-43 dengan judul “Peran Informatika Untuk Pendidikan Militer”. Tidak dapat dipungkiri, saat ini para siswa dari seluruh level pendidikan (Ta, Ba, Pa) tidak bisa lepas dari kemajuan teknologi informasi itu sendiri, dan harus selalu menggunakan teknologi untuk menjalankan kegiatan harian. Bagaiman tidak, banyaknya jumlah siswa dari setiap level pendidikan militer (Ta, Ba, Pa) yang sekaligus berperan sebagai pengguna teknologi informasi dan komunikasi, membuktikan bahwa kegiatan dalam pendidikan militer, dalam kedinasan, dan dalam kehidupan pribadi tidak pernah lepas dari peran teknologi informasi.

Menghadapi keadaan seperti ini, para siswa dari setiap level pendidikan militer (Ta, Ba, Pa) perlu diarahkan pada sikap “sadar teknologi” atau “melek teknologi” supaya mereka tidak menjadi budak teknologi, melainkan menjadi SDM yang dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini dan masa mendatang dengan baik dan bijak. Kemajuan pesat teknologi saat ini yang sering disebut sebagai modernisasi, menjanjikan kemampuan para prajurit TNI AD untuk mengendalikan alam melalui ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), meningkatkan kesejahteraan material melalui teknologi dan meningkatkan efektivitas kemampuan siswa dikmil untuk menyerap materi yang diberikan oleh guru militer (gumil). Karena dengan ilmu pengetahuan teknologi informasi dan komunikasi, para prajurit TNI AD dapat melakukan hal-hal yang sebelumnya belum pernah dibayangkan.

Di satu sisi, kemajuan teknologi memberikan keuntungan bagi penggunanya (user). Sebagai contoh dalam hal mencari informasi, para siswa dari seluruh level pendidikan (Ta, Ba, Pa) dapat mengakses informasi dari seluruh dunia dengan cepat dan mudah, sehingga mereka dapat menyadari bahwa dunia seakan berada dalam genggaman. Suatu akses yang tentunya akan memperkaya para siswa dikmil dengan segudang informasi yang dapat memacu motivasi untuk meningkatkan kreativitasnya, khususnya dalam bidang informatika.

Bukan hanya itu, teknologi informasi dan komunikasi juga memiliki andil yang besar dalam hal sarana pembelajaran di lingkungan TNI AD. Karena seperti yang telah diketahui bersama bahwa teknologi informasi dan komunikasi kini telah merasuk ke dalam kurikulum dunia pendidikan. Suatu hal yang tentunya menjadi gebrakan di dunia pendidikan militer dalam ajang peningkatan potensi siswa militer. Selain itu gelombang kemajuan dan perkembangan teknologi dalam bidang pendidikan telah membawa perubahan pada kehidupan dan gaya hidup para siswa dari seluruh level pendidikan (Ta, Ba, Pa) yang lebih dinamis. Dengan adanya hal tersebut, maka para siswa dikmil senantiasa menghidupkan dan menyalurkan semangat untuk mengeksplorasi ilmu yang belum diketahui. Kecenderungan dunia pendidikan militer di lingkungan TNI AD pada masa yang mendatang hubungannya dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah sebagai berikut :

1.      Berkembangnya pendidikan in campus dan out campus dengan cara belajar jarak jauh (distance learning). Untuk menyelenggarakan pendidikan out campus perlu dimasukan sebagai setrategi utama pendidikan out campus dengan memanfaatkan teknologi internet secara maksimal dapat memberikan efektifitas dalam hal waktu, tempat bahkan meningkatkan kualitas pendidikan.

2.      Terjadinya sharing resource (berbagi sumber daya) antara lembaga pendidikan atau pusat pendidikan dan pelatihan.

3.      Perpustakaan dan instrument pendidikan lainnya misalnya gumil dan laboratorium berfungsi sebagai fasilitator bukannya sumber informasi.

4.      Penggunaan perangkat informasi interaktif seperti CD-ROM multimedia yang secara bertahap akan menggantikan fungsi papan tulis.

Kehidupan para prajurit TNI AD saat ini perlahan-lahan mulai berubah yang sebelumnya adalah era industri berubah menjadi era informasi dan komunikasi yang merupakan dampak dari pengaruh era globalisasi dan informatika yang menjadikan komputer, internet, dan pesatnya perkembangan teknologi informasi sebagai bagian utama yang harus ada dan tidak boleh kekurangan di dunia pendidikan militer di lingkungan TNI AD. Dalam  menghadapi era tersebut, Pusat Pendidikan (Pusdik) memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan siswa dalam menghadapi semua tantangan yang berubah sangat cepat dalam lingkungan kedinasan mereka. Kemampuan untuk berbahasa asing dan kemahiran komputer adalah dua kriteria yang sangat dibutuhkan terutama untuk menjalankan tugas luar negeri atau menerima kunjungan dari negara tetangga, bahkan untuk kegiatan internal di lingkungan TNI AD. Maka dengan kehadiran komputer yang telah banyak merubah sistem dalam kedinasan di lingkungan TNI AD, hal tersebut membutuhkan tanggung jawab yang sangat tinggi bagi sistem pendidikan militer untuk mengembangkan kemampuan berbahasa para siswa dikmil dan tentunya kemahiran untuk mengoperasikan komputer.

Selain itu dengan adanya sistem pendidikan militer yang berbasis pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka diharapkan siswa dari seluruh level pendidikan (Ta, Ba, Pa) di lingkungan TNI AD dapat bersaing dengan para siswa dikmil di negeri maju tanpa perlu kehilangan nilai-nilai kemanusian dan budaya yang kita miliki. Atau dengan kata lain, para siswa di jenjang pendidikan pertama (Dikma) perlu diarahkan dan dibekali pendidikan teknologi guna menjadi prajurit TNI AD yang tanggap, tanggon, dan trengginas serta “melek teknologi”. Yaitu prajurit yang mampu mengenal, mengerti, memilih, menggunakan, memelihara, memperbaiki, menilai, menghasilkan produk teknologi sederhana, dan peduli terhadap masalah yang berkaitan dengan teknologi. Di lain hal, teknologi informasi dan komunikasi juga dapat mendorong para prajurit untuk melihat hal kecil sebagai sebagai ide yang dapat dijadikan sebagai sejumlah peluang yang tersaji di depan mata. Karena dengan begitu, maka para prajurit dapat membalikkan arah imperialisme budaya yang dibawa oleh perkembangan di bidang teknologi informasi ini, menjadi sesuatu yang bermanfaat. Sehingga para prajurit dapat memanfaatkan perkembangan teknologi yang sangat pesat untuk membantu kesulitan rakyat. Sesuai 8 Wajib TNI Poin 8, yaitu “Menjadi contoh dan mempelopori usaha-usaha untuk mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya”.

Namun di samping semua itu, tidak bisa dipungkiri akan kenyataan bahwa era teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang sangat pesat ini juga mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi kehidupan prajurit TNI AD. Dalam peradaban modern yang saat ini, terlalu sering kita terlena dengan dampak negatif dari  perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terhadap kegiatan dinas militer maupun kehidupan pribadi prajurit. Kalaupun teknologi informasi mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti teknologi informasi sinonim dengan kebenaran, dalam artian tidak selalu teknologi informasi selalu memberikan informasi yang benar, tidak sedikit informasi palsu (hoax) yang tersebar akibat pesatnya perkembangan teknologi informasi. Maka dari itu kita dituntut untuk bijak memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi. Sehingga tentu saja teknologi informasi dan komunikasi tidak mengenal Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, oleh karena itu informasi yang diberikan oleh perkembangan teknologi informasi tidak pernah bisa menjadi standar kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah kemanusiaan. Kita sendiri yang harus bijak dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi tersebut.

Teknologi informasi juga dapat menimbulkan dampak negatif sampai tahap mencemaskan dengan kekhawatiran tingkat tinggi pada perkembangan tindak pidana di bidang teknologi informasi sendiri yang berhubungan dengan “cybercrime” atau kejahatan dunia maya. Masalah kejahatan dunia maya saat ini telah mendapat perhatian dari pimpinan TNI AD demi perkembangan teknologi masa depan yang lebih baik dan bijak. Karena kejahatan ini termasuk salah satu kejahatan yang sangat mengancam keamanan data dan informasi milik TNI AD. Tindak pidana atau kejahatan dunia maya ini adalah sisi paling buruk di dalam kehidupan modern saat ini akibat kemajuan pesat teknologi dengan meningkatnya peristiwa kejahatan komputer, pornografi, dan terorisme digital yang dapat memberikan dampak untuk kegiatan dinas militer.

Tidak dapat dipungkiri bahwa dampak negatif dari teknologi informasi sangat dirasakan oleh siswa dikmil dari seluruh level pendidikan (Ta, Ba, Pa). Banyak siswa yang terlena dengan fasilitas website hiburan dari teknologi informasi seperti facebook, instagram, twitter dan dan lain sebagainya, yang membuat mereka menyampingkan kewajibannya, bahkan mereka menjadikan hal tersebut sebagai hobi yang dilakukan tanpa mengenal waktu. Konsekuensinya, para siswa dikmil yang seharusnya fokus belajar dan berlatih di pusdik akan menjadi malas. Hal tersebut dikarenakan kurang bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat.

Inilah sebenarnya sisi buruk yang sulit dihindari dan disembunyikan dari kemajuan teknologi informasi saat ini. Karena itu kita sebagai prajurit harus berhati-hati terhadap dampak negatif yang ditimbulkan, karena dampak negatif tersebut dapat mengubah memberikan masalah baru apabila kita sebagai prajurit tidak bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin hari akan semakin canggih. Bagi para siswa dikmil di lingkungan TNI AD, sebagai generasi penerus yang dalam orgas TNI AD tidak akan lepas dari pengaruh perkembangan buruk teknologi informasi saat ini maupun masa depan. Masalah ini perlu ditanggulangi supaya tidak menjadi hal yang dapat menjadi ancaman bagi siswa maupun organik dalam menjalankan tugas dan tuntutan dinas yang semakin berat.

Walaupun demikian, kita sebagai prajurit profesional tidak perlu mencemaskan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat ini. Yang terpenting adalah kita harus bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi yang sangat pesat ini. Kita sebagai prajurit harus dapat membedakan dampak yang positif dan menjadikan hal yang negatif sebagai bahan pertimbangan dan perbandingan. Bijaklah dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi saat ini. Apabila kita bijak menggunakan teknologi, maka kita sebagai prajurit akan mendapatkan pengetahuan yang banyak dan bermanfaatkan sehingga kita bisa membantu mengatasi kesulitan rakyat. Maka perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tidak akan menjadi sesuatu yang perlu dicemaskan tetapi sesuatu yang harus digali manfaatnya.

Dalam menyikapi perkembangan teknologi yang perkembangannya dalam hitungan dekit, kita sebagai prajurit TNI AD yang berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI, harus bijak dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi. Supaya tidak merugikan diri sendiri dan satuan, terkhusus supaya tidak merugikan instansi TNI. Karena teknologi informasi dan komunikasi itu memiliki warna dasar putih. Tergantung dari penggunanya. Apakah kita ingin membelokkannya ke kiri dengan mengubah warna putih menjadi kehitaman yang melambangkan sisi negatif teknologi tersebut, atau kita ingin membelokkannya ke kanan dengan mengubah warna putih menjadi keemasan yang melambangkan sisi positif dari teknologi informasi dan komunikasi itu sendiri.

 

Publish at Buletin Sari Informasi Edisi 51 Tahun 2020 hal. 40-43.

 

Komentar

Tampilkan