Sepertinya, kita harus menerima, bahwa ada beberapa orang di sekitar kita yang memang tidak terlalu suka keramaian, yang tidak suka dijadikan pusat perhatian, yang tidak suka dipuji berlebihan, yang tidak terlalu suka bicara dengan banyak orang.
Dia begitu, bukan karena tidak ingin, tapi menghadapi situasi seperti itu, kadang adalah membingungkan. Dia bingung harus seperti apa. Senyum kah? Diam kah? Tertawa kah? Dia bingung.
Dia lebih betah sendiri, karena di sana, dia tidak akan mengecewakan siapa pun. Di kesendiriannya, dia akan terhindar dari menyakiti banyak orang. Dia akan leluasa menjadi dirinya sendiri, tanpa perlu bersikap terserah pada pandangan orang.
Dia sadar, tak mungkin untuk mengendalikan pikiran banyak orang tentangnya, karena itu dia lebih memilih untuk mengendalikan perilakunya. Sekali lagi, dia hanya tak ingin orang lain kecewa terhadapnya. Sebab, kekecewaan itulah yang nantinya bisa membuat dia kecewa dengan dirinya sendiri, bahkan lebih.
Sialnya, dia adalah juga yang bisa merasakan, mana palsu mana ketulusan.
DIA DAN KECEWANYA

Komentar
Bhumi Literasi