Iklan

Latest Post


Fakta Tentang "Analis Sistem"

Bhumi Literasi
Jumat, 13 November 2020, November 13, 2020 WIB Last Updated 2020-11-13T01:32:01Z

 

Analis sistem adalah kegiatan untuk melihat sistem yang sudah berjalan, melihat bagian mana yang bagus dan tidak bagus, kemudian mendokumentasikan kebutuhan yang akan dipenuhi dalam sistem yang baru. Hal tersebut terlihat sederhana, namun sebenarnya tidak. Banyak hambatan yang akan ditemui dalam proses tersebut. Pada banyak proyek pada sistem informasi, proses analisis dan desain sering dilakukan bersama-sama. Jadi selama dilakukannya kegiatan analisis, kegiatan desain juga harus dilakukan. Hal  ini harus dilakukan karena pada banyak kasus yang kerap kali ditemukan, user sering mendapatkan kesulitan untuk mendefinisikan kebutuhan mereka. Mereka akan lebih mudah mendefinisikan kebutuhan, jika mereka telah melihat gambar rancangan pada sistem yang baru, khususnya rancangan antarmuka.

Oleh karena itu, sering kali ditemui batasan mengenai bagian mana yang dianggap sebagai analisis dan bagian mana yang dianggap sebagai desain sering banyak terjadi perbedaan. Contohnya jika ada yang mengatakan bahwa use case, analysis class, dan sequence diagram merupakan bagian dari analisis. Beberapa pihak mengatakan bahwa use case dan sequence diagram merupakan bagian dari desain, dan analysis class tidak ada karena sudah ada design class.

Analis Sistem yang dimaksud disini adalah profesi Analis Sistem yang berada di perusahaan konsultan dimana berhubungan dengan klien yang butuh dibuatkan aplikasi. Di dunia developer alias dunianya pengembangan sistem pasti ketemu beberapa macam tipe jabatan. Ada yang jadi project manager, ada yang jadi system analyst, ada juga yang jadi desainer, ada juga yang jadi programmer. Programmer pun masih dibagi lagi berdasarkan jobdesknya, umumnya ada yang menangani Front-End dan ada yang menangani Back-End. Tetapi pada artikel ini tidak membahas tentang programmer, tetapi akan membahas tentang system analyst. Jabatan ini ibarat orang ketiga, dikarenakan berada diantara klien dan programmer. Sebelumnya mari kita pahami dulu perbedaan antara project manager, analis, dan programmer.

·         Project Manager adalah orang yang bertanggung jawab atas keseluruhan proses pengembangan sistem baik sumberdaya tim, klien serta aplikasi yang dibuat.

·         Analis Sistem adalah orang yang bertanggung jawab atas rancangan sistem sesuai keinginan klien dan harus bisa disampaikan ke programmer untuk dieksekusi.

·         Programmer adalah orang yang mengeksekusi alias buat struktur kode pemograman sampe jadi aplikasi yang diinginkan.

Berdasarkan penjelasan diatas, analis sistem adalah orang yang harus bisa menterjemahkan apa yang diinginkan klien kemudian dapat disampaikan dan dimengerti oleh programmer supaya bisa dikerjakan sesuai keinginan klien.

 

Berikut Fakta Tentang Analis Sistem yang Perlu Diketahui

1. Mengapa Harus Menganalisa Suatu Sistem?

Fase analisis sistem akan memberikan pemahaman tentang sistem yang sudah ada dan menemukan peluang untuk pengembangan sistem menjadi lebih baik serta memenuhi kebutuhan bisnis. Karena itu fase ini akan menjadi acuan paling penting dalam suatu proyek ketika melakukan pengembangan sistem informasi. Pendekatan dilakukan analisis sistem yang sangat populer adalah analisis terstruktur, teknik informasi (information engineering), dan analisis berorientasi objek. Analisis terstruktur hanya fokus pada aliran data melalui proses-proses bisnis dan perangkat lunak. Dikenal juga dengan nama analisis process-centered. Para analis sistem juga diharuskan untuk menggambar serangkaian model proses yang disebut diagram aliran data (data flow diagram) yang berguna untuk mengilustrasikan proses-proses yang ada dan/atau yang diusulkan dalam sebuah sistem. 

Analisis dengan teknik informasi akan fokus pada struktur data tersimpan dalam sebuah sistem, oleh karena itu disebut sebagai analisis data-centered. Model-model proses dalam teknik ini juga akan digambarkan dengan diagram aliran data yang disebut hubungan entitas (entity relationship). Analisis berorientasi objek menghilangkan pemisahan artifisial data dan proses, sebaliknya data dan proses yang membuat membaca memperbarui dan menghapus data itu diintegrasikan ke dalam konstruksi yang disebut objek. Unified model language (UML) merupakan standar dari suatu pemodelan yang menyediakan model-model objek.

 

2. Seorang Analisis Sistem Harus Mengerti Tentang Koding

Tugas dari seorang analisis sistem adalah melakukan identifikasi, analisis, serta membuat laporan. Meskipun dia tidak melakukan pekerjaan koding, seorang Analis harus mengerti apa yang namanya bahasa pemrograman, agar tidak membuat dengan semaunya. Biasanya dalam suatu tim developer, seorang Programmer mengerjakan pekerjaanya  di salah satu bahasa pemrograman, seperti PHP, HTML, Java dan lain sebagainya. Nah jadi tidak harus selalu ber ganti bahasa, dan  sudah menjadi ketetapan bahasa pemrograman apa yang digunakan. Setidaknya seorang analisis sistem mengetahui apa yang digunakan Programmer dalam timnya dan mengetahui struktur kodenya.

 

3. Pengatur Waktu Programmer

Tanggung jawab seorang analisis sistem selain merancang aplikasi yang akan dibuat, juga harus bisa mendeliver serta mengatur apa yang harus dikerjakan oleh seorang Programmer. Dia juga akan menjadi orang yang bertanggung jawab kepada Project Manager ketika ada suatu masalah yang terjadi dalam project tersebut.

 

4. Software yang di Gunakan Oleh Analisis Sistem

Software yang digunakan oleh seorang analisis sistem ada banyak, seperti Word, Visio, Photoshop dan Corel. Karena tugasnya adalah untuk menyelesaikan dokumen-dokumen. Analisis sistem ditugaskan untuk merancang  sebuah sistem, jadi jika kalian mau menjadi seorang analisis sistem, maka diharuskan untuk bisa membuat berbagai macam diagram mulai dari Flowchart diagram, Entity Relation Diagram, Activity Diagram dan lainnya. Otomatis analis juga harus bisa mendesain sketsa walaupun tidak seperti desainer UI/UX.

 

5. Seorang Analisis Sistem Harus Pandai Menulis

Seorang analisis sistem harus pandai menulis ketika sedang membuat tulisa analis, membuat proposal, serta membuat laporan akhir. Dia harus bisa menuliskan secara rinci dan benar mulai latar belakang yang menyusahkan sampai hasil rancangan yang sangat merumitkan.

Komentar

Tampilkan