Iklan

Latest Post


GANTI TAKABUR JADI SYUKUR

Bhumi Literasi
Jumat, 20 November 2020, November 20, 2020 WIB Last Updated 2020-11-20T03:19:11Z

aksarannyta:

Semalam ada obrolan singkat dengan Ibu. Membahas tentang takabur.

“Punya sifat takabur itu ngeri.” Tiba-tiba Ibu bicara di tengah makan malam.
“Kok ngeri, Bu?” Tanya saya basa-basi.
“Banyak ganjarannya yang muncul di dunia, belum di akhirat. Temen Ibu takabur merasa dia sudah berpendidikan tinggi, mengabdi jadi guru honorer sudah cukup lama, sudah berpengalaman, pokoknya serba bisa, dan merasa diri paling baik di antara guru-guru honorer lain, merasa akan direkomondasikan oleh kepala sekolah, tapi nyatanya karena sifat arogan dan angkuhnya, sudah berapa tahun dia ga naik-naik pangkat.”
“Belum lagi teman Ibu, saat dia sedang berada di finansial terbaiknya takabur dia, segala bilang hartanya tidak habis tujuh turunan, biaya kuliah sampai anak bungsunya S2 sudah ada, sekarang apa? Usahanya seret. Finansialnya goyah.” Sambung Ibu, sulit dihentikan.
“Kamu, di dalam kondisi terbaikmu jangan sampai takabur. Jika mulai merasa diri ini lebih baik dari yang lain sedikit saja, langsung koreksi diri. Ganti benih-benih takabur, dengan rasa syukur. Pokoknya ingat, semua kondisi baik maupun buruk yang kamu alami itu ada karena izin Allah. Kalau Allah lihat kamu takabur sedikit saja, segala nikmat diambil, tidak diizinkan lagi ada untuk kamu, gimana?” Ibu mengakhiri pembicaraan, seselesainya ia menghabiskan makan.

Hanya selewat saja semalam saya tanggapi, tapi beberapa jam setelahnya saya merenung. Ada benarnya juga.


Semoga Allah selalu mengetuk hati kita semua ketika benih takabur mulai muncul, lalu seketika digantikan dengan syukur.

Bersyukurlaah 😊

(via aksarannyta)

Komentar

Tampilkan