Ada kalanya kita sedih, sediiiih sekali. Mungkin saat itu bisa jadi saat-saat terberat dalam hidup kita. Kita sedang dicoba sedemikian rupa. Konon katanya, setelah ini kita naik level. Sabar…
“Terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk.” kata Tan Malaka.
Menggugulah, menangis saja. Biar lega. Asal jangan berlarut-larut.
Ingat, selalu ada hal-hal bahagia yang bisa kita rengkuh. Sekecil apapun, tumbuhkan. Kumpulkan remah-remah bahagia itu. Sampai sakumu penuh. Dipenuhi syukur.
Beri ruang pada hati yang sedang biru untuk memahami bahwa setelah kesulitan, pasti ada kemudahan.Semua akan terlewati dengan baik-baik saja. Jangan khawatir.
Jangan khawatir.
Allah, gimme the strength
(via kurniawangunadi)

