There are two types of pains. the first, it hurts you and the second, it changes you.Suatu sore, kau berusaha mengetuk pintu. Entah sekedar untuk bertamu, atau menertawakan kebodohanku. Kau bilang, ingin melihatku. Tapi aku ragu, sebab matamu memang ada di mana-mana. Di perut, di paha, di kepala, di telinga, bahkan di lubang hidung yang takmemerlukannya.
Suatu pagi, kau menanyakan kabarku kembali. Kujawab, aku tengah berbahagia, tengah menyusun rencana-rencana. Kau takperlu tahu itu apa, sebab kau tak lagi ada di dalamnya. Kau takpercaya, aku iyakan saja biar kaulega.
Suatu malam, kaubingung menyusun pertanyaan sebagai bahan pembicaraan. Apa lagi yang hendak kaucuri dari perhatianku? Peduli itu sudah terjatuh entah di belahan bumi mana. Barangkali tercecer di depan rumahmu ketika kutitipkan pada supir bus kota.
Suatu siang, kau berusaha meluapkan kemarahan. Kau pikir teriakanmu masih berarti bagiku. Tidak. Itu hanya serupa gemerisik yang berisik.
Kau memuakkan, kau menyedihkan. Sungguh kasihan.
SUATU HARI KAU DATANG KEMBALI

Komentar
Bhumi Literasi