Iklan

Latest Post


THE GOODNESS OF MAN

Bhumi Literasi
Jumat, 20 November 2020, November 20, 2020 WIB Last Updated 2020-11-20T02:31:41Z

Let us see it. Kita tahu di dunia ini perbandingan antara laki-laki dengan perempuan sekisar 1:10. Jadi, bisa disimpulkan dunia ini di dominasi oleh kaum hawa. Tetapi, sekarang ini aku bukan sedang ingin membahas tentang statistika dari jumlah laki-laki dan perempuan di bumi ini. Kalau kita amati, banyak laki-laki baik di dunia ini. Laki-laki yang pintar mengaji. Laki-laki yang rajin berjamaah ke masjid. Laki-laki yang semangat belajar. Laki-laki yang punya ambisi buat lanjut nimba Ilmu meskipun sampai ke negeri china. Laki-laki yang bener-bener mencari nafkah kalo dibilang istilahnya itu hard worker. Laki-laki yang sangat setia. Dan juga laki-laki yang sangat sayang sama kedua orang tuanya dan seorang yang family man. Kalo dijadiin satu, nyaris track record nya mulus nggak ada catatan buruknya sama sekali.

Coba kita rasain sekaligus kita pikir-pikir, Ada laki-laki baik yang berbuat baik ke kita (read:perempuan). Dia ga segan-segan jadi pendengar setia kita, dengerin semua keluh kesah kita. Jadi orang yang selalu ada buat kita waktu kita butuh. Rela kasih semangat tiap hari. Nganterin kita pulang pergi. Beliin kita makanan waktu kita sakit. Bawain kita bungkusan hadiah. Menjadi orang yang pertama khawatir kalo-kalo terjadi sesuatu yang buruk nimpa kita. Menjadi orang yang sering stalking karena saking penasaran sama tulisan kita atau karya kita sekalipun. Menjadi orang yang sering memperhatikan tingkah kita. Kemungkinan juga ada, laki-laki baik yang menyayangi kita.

Tapi ada satu hal yang perlu kamu tahu. Apa itu?. Sebenarnya baiknya laki-laki atau kebaikan laki-laki yang bisa masuk kategori perhitungan orang tua (read: Ayah dan Ibu) seorang perempuan hanya satu, apa? Yaitu :  melamarnya. Kalaupun ada laki-laki baik yang mengaku memperjuangkanmu tapi tidak melamarmu, tidak menikahimu, percaya kalo perjuangannya itu belum penuh. Sebaliknya juga begitu. Dia yang belum atau malah tidak berbuat apa-apa tetapi melamarmu, sebenarnya dia sudah melakukan segalanya.

Karena apa?. Bagi seorang laki-laki, meminta perempuan dari orang tuanya itu bukan perkara kecil apalagi mudah. Terlebih dulu, dia pasti bergelut dengan dirinya sendiri entah beberapa kali. Karena ada banyak resiko dari keputusan yang akan dia ambil. Tanggung jawab. Ya, tanggung jawab besar yang hendak diletakkan di pundaknya sendiri. Mereka akan berpikir seribu kali sampai dia berani mengambil keputusan terbesar untuk meminta perempuan dari orang tuanya.

Maka, bagi perempuan yang belum menikah, jangan sampai hanyut dalam kebaikan-kebaikan yang mereka berikan kepada kita, kebaikan itu semu. Untuk laki-laki juga jangan kalian memberikan kebaikan-kebaikan semu itu kepada kita. Bisa jadi, malah timbul harapan yang nggak perlu. Semua itu tidak penting. Semua itu akan kalah dengan dia yang berani melangkahkan kaki kepada ayah.

Dan bagi perempuan yang sudah menikah, janganlah iri dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh laki-laki lain di luar sana kepada pasangannya. Karena rumput tetangga pasti lebih hijau (keliatannya). Jangan sampai kesetiaan runtuh karena ada laki-laki yang baik kepada kita (read:perempuan sudah menikah). Balik lagi mereka itu sebenernya kalah dengan dia yang berani melangkahkan kaki kepada ayah.

Remember : banyak laki-laki baik, tapi yang tepat hanya satu. Kebaikan itu hanya satu. Jadi, perhitungkan kebaikan yang satu itu dengan baik-baik

Semoga Allah bersama kita. Aamiin

Komentar

Tampilkan