Kamu, iya kamu. Tetaplah berjalan di jalan yang kamu tidak perlu memaksa untuk jadi orang lain atau orang asing bagi dirimu sendiri, kamu cukup menjadi dirimu sendiri. Kamu bukan dia ataupun mereka. Kalaupun harus membanding-bandingkan, cukup dengan membandingkan dirimu hari ini dengan hari kemarin sesuatu yang sudah terlewati. Bagaimana perasaanmu ketika harus dibandingkan dengan orang lain?. Tidak hanya menurunkan kepercayaan dirimu, tetapi juga membuatmu terluka. Apapun itu, setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dengan sikap membanding-bandingkan itu bukan hal yang mendasar dan sangatlah tidak berdasar.
Kamu, utuh adanya dirimu. Entah dengan segala kekurangan dan kelebihanmu, segala ujian dan nikmat yang Allah beri ke kamu, kondisi fisik dan keadaan yang kamu miliki, bukankah menjadi hal yang sulit, ketika kita harus menerima itu semua dengan syukur?
Kamu tidak perlu penerimaan dari semua orang, apalagi harus memaksakan diri untuk bisa diterima oleh semua orang. Lihat? sementara dirimu tidak bisa menerima dirimu sendiri. Kalaupun nanti kamu bertemu dengan orang-orang yang memandang sebelah mata kepadamu, kepada apa yang kamu miliki, kepada fisikmu, kepada sifatmu, kepada semua hal yang selama ini membuatmu berbeda dengan orang lain. Tetaplah berjalan, Teruskan langkahmu. Karena, penolakan orang lain memanglah menyakitkan, tapi akan lebih menyakitkan ketika dirimu menolak dirimu sendiri.
Bagaimana ? Berat kan menjadi diri sendiri ?
Malang, 15 Jan 2017

