Abu Nawas adalah seorang
sufi bernama lengkap Abu Ali Al Hasan bin Hani Al Hakami. Ia hidup pada masa
kepemimpinan Khalifah Harun Ar-Rasyid di Baghdad dan sering membuat geger
masyarakat karena kecerdikannya.
Suatu ketika
Khalifah Harun Ar-Rasyid mengundang Abu Nawas ke istana untuk memberinya sebuah
tantangan. Khalifah yakin bahwa kali ini Abu Nawas pasti tidak akan bisa
melakukan tantangan itu.
Saat Abu Nawas
sampai di istana, ia pun langsung menghadap Khalifah dan menanyakan apa yang
bisa ia lakukan.
Khalifah Harun Ar-Rasyid
berkata, "Wahai Abu Nawas, aku ingin engkau datangkan enam ekor lembu,
yang berjenggot dan mahir berbicara. Seminggu lagi engkau harus
mendatangkannya. Jika tidak maka aku akan hukum kamu!"
Meski tantangan yang diberikan Khalifah terkesan nyeleneh, akan
tetapi Abu Nawas tetap menyanggupinya.
"Baiklah
tuanku, hamba sanggupi perintah tuan,” kata Abu Nawas.
Setelah pulang,
Abu Nawas duduk termenung memikirkan apa yang harus ia lakukan. Ia bahkan tidak
keluar rumah hingga membuat para tetangganya heran.
Barulah tepat
seminggu sejak Abu Nawas diperintah Khalifah, ia keluar rumah. Meski belum
menemukan lembu yang diminta Khalifah, Abu Nawas tetap berani untuk menghadap.
Dalam
perjalanan ke istana, Abu Nawas mendatangi kerumunan orang dan menanyakan hari
apa saat itu.
"Wahai
anak-anak muda, hari ini hari apa? Kalau jawaban kalian salah, aku akan bawa
kalian ke hadapan raja, kalau benar akan aku lepaskan,” kata Abu Nawas.
Masing-masing
dari pemuda itu menjawab apa yang ditanyakan Abu Nawas. Namun, tidak ada
seorang pun yang benar menjawab hari yang Abu Nawas maksud. Ia pun membawa
sejumlah pemuda itu ke hadapan Khalifah.
Sesampainya di
hadapan Khalifah, Abu Nawas langsung menunjukkan maksud kedatangannya.
"Ya Abu
Nawas, mana lembu berjenggot yang bisa bicara itu?" tanya Khalifah Harun
Ar-Rasyid.
Abu Nawas
seketika langsung menunjuk enam orang yang ia bawa hingga membuat mereka
terkejut.
Khalifah yang
juga kaget pun bertanya, "Hai Abu Nawas, apa maksud yang kamu tunjukkan
itu?"
"Wahai
baginda, tanyakan saja pada mereka hari ini hari apa," tegas Abu Nawas.
Ketika Khalifah
Harun Ar-Rasyid menanyakan hari itu, ternyata enam pemuda itu tetap tidak tahu
jawaban apa yang seharusnya mereka katakan.
Abu Nawas lantas
berkata, "Begitulah baginda, kalau mereka manusia seharusnya mereka tahu
sekarang hari apa. Tapi nyatanya mereka tidak tahu. Sebenarnya mereka ini
apakah benar-benar manusia? Inilah lembu berjenggot yang pandai bicara itu
baginda."
Mendengar
penjelasan Abu Nawas, Khalifah Harun Ar-Rasyid heran sehingga ia tidak jadi
menghukumnya. Abu Nawas pun mendapat hadiah dari raja.


