Suatu
hari sang diktator sedang naik kuda mengelilingi ibu kota. Di jembatan,
tiba-tiba kuda itu terkejut melihat air sungai yang sangat deras. Si diktator
pun jatuh ke sungai dan terseret arus deras.
Kepalanya timbul tenggelam
di tengah sungai. Dia beruntung, seorang pengail ikan yang
melihat melemparkan tali dan menyelamatkan hidupnya.
Dengan
rasa terima kasih sangat besar, sang diktator itu menyatakan kepada pengail
miskin siapa dirinya, dan betapa besarnya jasa pengail itu kepada negara,
dengan menolong dirinya.
"Jasamu
sangat besar. Hadiah apa gerangan yang kau minta karena telah menyelamatkan
diriku? Emas, permata, jabatan, wanita?" tanya si diktator.
Dengan
kelugasan orang kecil, pengail itu menjawab: "Satu saja, Paduka. Tolong
jangan ceritakan kepada siapa pun bahwa sayalah yang menolong Paduka."


