Otak Albert Einstein sering dijadikan sebagai objek penelitian dan spekulasi. Otak dari tokoh fisika terbesar pada abad ke-20 ini diambil 7 jam setelah kematiannya pada tahun 1955.
Otak ini menarik perhatian dunia karena reputasi Albert Einstein sebagai seorang jenius dan ahli fisikawan terpopuler di dunia sepanjang masa.
Tampaknya kelainan juga ciri khas di dalam otaknya ini mempunyai korelasi kuat dengan kemampuan intelegensi yang menyebabkan terciptanya banyak ide brilian dalam dunia fisika dan matematika.
Ketika Albert Einstein meninggal pada usia 76 pada tahun 1955 karena aneurisma perut, ahli patologi yang mengotopsi dia, Thomas Harvey, menjaga otaknya.
1. Irisan otak Einstein. Harvey mengiris ratusan bagian tipis jaringan otak dan menempatkannya pada slide mikroskop, beberapa di antaranya dia ungkapkan beberapa tahun setelah kematiannya.

2. Namun, Harvey merahasiakan 14 foto otak lainnya, yang baru-baru ini ditemukan. Di mana terdapat materi kelabu luar biasa di otaknya.

3. Lebih banyak lipatan, lebih banyak kekuatan otak. Analisis baru dari foto-foto itu menunjukkan Einstein memiliki tingkat lipatan yang tidak biasa di korteks serebralnya, materi abu-abu yang bertanggung jawab atas pikiran sadar.

4. Einstein memiliki lobus parietal asimetris, yang mungkin memiliki kemampuan spasial yang sangat besar. Sebuah studi tahun 1999 di Lancet menemukan bahwa satu wilayah otak sama sekali tidak ada di Einstein, memungkinkan lobus parietalnya mengambil lebih banyak ruang.

5. Cerdas secara alami. Fisikawan ini memiliki lipatan ekstra di lobus frontal, area otak yang dibutuhkan untuk tugas-tugas canggih seperti pemikiran abstrak dan prediksi.

6. Foto ini menunjukkan empat tonjolan lobus frontal (diberi label 1 hingga 4) padahal hanya tiga yang biasanya ditemukan di otak manusia biasa.

7. Otak tak sengaja terpotong. Daerah dengan tanda merah menandai tempat di mana Harvey secara tidak sengaja memotong otak Einstein selama prosedur otopsi.

8. Lipatan luar biasa. Einstein mungkin dilahirkan dengan banyak perbedaan otak yang berkontribusi pada kejeniusannya.

9. Namun, pemikiran seumur hidup tentang fisika sepertinya juga membentuk otaknya.



