Suatu ketika, Presiden KH
Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dari ruang kerjanya di Istana Merdeka hendak
menghubungi Menteri Agama melalui sambungan telepon. Kebetulan yang mengangkat
telepon Gus Dur itu adalah seorang staf menteri.
“Halo saya mau bicara dengan Menteri Agama,” kata
Gus Dur membuka percakapan dari gagang teleponnya. Karena sang penelepon tidak
menyebutkan nama maka wajar saja si Staf Menteri Agama itu bertanya, “Ini
siapa?” “Saya Abdurrahman Wahid,” tegas Gus Dur, menyebut namanya
sendiri. Jawaban Gus Dur yang sudah menyebutkan nama lengkapnya itu, masih
juga membuat Staf Menteri Agama bersikukuh untuk memastikan identitas
penelepon. Staf menteri itu kembali bertanya, “Abdurrahman Wahid siapa?”
“Presiden,” jawab Gus Dur singkat.
*) Sumber cerita Mohamad Sobari, sahabat Gus Dur


