Menteri Riset dan Teknologi atau Menristek yang
kini dikenal dengan Menristek/BRIN, tak luput dari bahan lelucon Gus Dur
seperti ditulis dalam buku Kisah-kisah Jenaka dan Pesan-pesan Keberagaman karya
Marwini. Humor disampaikan Gus Dur pada AS Hikam yang saat itu kebingungan
menjabat sebagai Menristek periode 1999-2001.
"Sudah pernah dengar Menegristek dikalahkan orang
Madura?" tanya Gus Dur kepada AS Hikam.
"Belum Gus," jawab AS Hikam. Dia pun bertanya
kepada Gus Dur tentang cerita tersebut.
Gus Dur kemudian bercerita, Menristek pernah datang ke
sebuah pondok pesantren di Bangkalan Madura, Jawa Timur. Menristek saat itu
dikatakan bangga dengan prestasi Indonesia yang bisa membuat pesawat sendiri.
Bukan tidak mungkin pesawat bisa mendarat di bulan.
"Apakah saudara-saudara tidak bangga dengan prestasi
anak bangsa sendiri," tanya Menristek kepada para santri dan warga.
Namun, para santri dan warga tak menjawab. Mereka diam
saja. Menristek pun heran dan mengulangi pertanyaannya. Lagi-lagi tak ada yang
menjawab.
Saat pertanyaan diulang untuk ketiga kalinya, seorang
santri berbadan kurus mengangkat tangan dan menjawab, "Kalau saya sama
sekali ndak bangga Pak."
Menristek pun terkejut. "Sebab kan sudah ada yang
bisa bikin pesawat ke bulan. Saya bangga kalau Bapak bisa buat pesawat yang ke
matahari," sambung Santri tersebut seolah tahu keterkejutan Menegristek.
Pak Menteri tersebut, cerita Gus Dur, dengan cerdas
kemudian menjelaskan bahwa panas matahari berjuta-juta derajat. Tak ada logam
yang kuat digunakan pesawat untuk mendarat. Jangankan mendarat, mendekat sekian
juta kilometer pun besi itu akan meleleh.
"Kalau cuma itu masalahnya gampang Pak. Kalau takut
pesawatnya meleleh karena panas, kan bisa berangkatnya habis Magrib tak iye.
Kan sudah dak panas lagi," jawab santri tersebut seperti diceritakan Gus
Dur kepada AS Hikam.


