Lelucon proyek jembatan surga neraka
diceritakan Gus Dur saat menyampaikan pidato dalam sebuah acara. Gus Dur
bercerita suatu ketika penghuni surga yang berasal dari Indonesia melakukan
musyawarah.
"Mereka berembuk dan sepakat ingin membangun
jembatan. Jembatan itu nantinya akan menghubungkan surga dan neraka, sehingga
baik penduduk surga dan neraka bisa saling mengunjungi," kata Gus Dur
seperti dikutip dari buku, Gus Dur, Kisah-kisah Jenaka dan Pesan-pesan
Keberagaman karya Marwini.
Para penghuni surga dan neraka kemudian membentuk panitia
masing-masing. Penghuni neraka yang ditunjuk menjadi panitia langsung bekerja
merancang struktur bangunan. Tak lama kemudian jembatan dari neraka menuju
surga sudah selesai dibangun.
Berbeda dengan penghuni neraka, penghuni surga yang
ditunjuk menjadi panitia tak kunjung merampungkan pembangunan jembatan.
Jangankan bangunan, rancangan jembatannya saja belum jadi. Penghuni neraka pun
marah ke penghuni surga.
"Jembatan kami sudah selesai, sementara kalian ini
masih belum melakukan apa-apa," protes penghuni neraka.
"Lah, bagaimana bisa kami mengerjakan pembangunan
jembatan ini? Wong pimpinan proyeknya, pemborongnya, dan juga
menteri-menterinya di neraka semua," kata penghuni surga.


