Pola gerakan Taekwondo
sangat indah dan sistematis. Selain
itu Taekwondo tidak sekedar mengajarkan kemampuan bertarung, tapi juga mengajarkan cara untuk mendisiplinkan diri. Seperti yang disebutkan oleh Suryadi (2003: xv):
Taekwondo mempunyai banyak kelebihan, tidak hanya mengajarkan aspek fisik semata, seperti keahlian dalam bertarung, melainkan juga sangat menekankan pengajaran aspek disiplin mental. Dengan demikian, Taekwondo akan membentuk sikap mental yang kuat dan etika yang baik bagi orang yang secara sungguh-sungguh mempelajarinya dengan benar. Taekwondo mengandung aspek filosofi yang mendalam sehingga dengan mempelajari Taekwondo, pikiran, jiwa, dan raga kita secara menyeluruh akan ditumbuhkan dan dikembangkan.
Tujuan
dari mempelajari Taekwondo, tidak hanya mempelajari keterampilan bela diri saja, namun harus diikuti oleh aspek
fisik, mental, dan spiritualnya. Hal tersebut sesuai dengan Yong (1995: 48) yang menyatakan bahwa:
There, the Koreans traditional martial art taekwondo aims not only to acquire power and skill for self-defence but to perfect one self with the character of devoting one’s life to the safe guard of justice, of respecting the responsibilities and of emboding the thought of universal equality.
Maksud
dari kutipan di atas adalah tujuan mempelajari olahraga Taekwondo
tidak hanya untuk mendapatkan
kekuatan dan keterampilan untuk menjaga
diri saja, tetapi juga untuk menyempurnakan dirinya dengan karakter dalam mencurahkan kehidupannya dengan perlindungan hukum, menghormati tanggung jawab serta menaruh
perhatian pada semua hal.
Seseorang yang berlatih atau mempelajari
Taekwondo akan menunjukkan kondisi
fisik yang baik, mental yang kuat, dan semangat yang tinggi dalam sikap dan tindakannya sehari-hari. Oleh karena itu Taekwondo dapat dipelajari siapa saja tanpa tergantung jenis kelamin, umur, dan status sosial.


