
Banyak orang ingin segera cepat kaya.
Akan tetapi, tidak banyak orang yang menyadari bahwa keuangan harus
diatur agar dapat mencukupi kebutuhan hidup lebih lama, seperti membayar
kebutuhan rumah tangga, sekolah, dan sebagainya.
Ternyata ada beberapa kebiasaan yang
kerap dilakukan anak muda dan jika diabaikan justru bisa membuat cepat bangkrut
atau miskin. Berikut beberapa kebiasaan buruk yang harus dihindari.
Suka Memamerkan Kekayaan
Media sosial kini menjadi cara termudah
untuk memamerkan pencapaian kerja keras yang selama ini dilakukan. Hal inilah
yang memicu munculnya istilah flexing atau menampilkan
kekayaan demi mendapatkan pengakuan dari orang lain.
Suka memamerkan kekayaan bisa berdampak
pada kondisi keuangan karena bisa saja barang-barang yang dibeli bukan
merupakan barang yang dibutuhkan. Bisa juga Anda membelinya hanya untuk sekadar
dipamerkan di media sosial sehingga tidak mengherankan akan membuat Anda
semakin konsumtif.
Mengaburkan Batas Antara Kebutuhan dan Keinginan
Masih berhubungan dengan poin pertama,
tidak jelasnya antara barang yang dibutuhkan dengan barang yang diinginkan
dapat memicu anak muda jadi cepat bangkrut. Secara teori, pembagian kedua
pengeluaran tersebut tampaknya jelas. Namun, bisa saja Anda merasa perbedaan
keduanya jadi tampak kabur.
Misalnya, Anda mungkin membenarkan saat
mentraktir diri sendiri dengan makan malam di restoran setelah mengalami hal
yang berat, bahkan jika makan tersebut telah melebihi anggaran ‘makan di luar’.
Pengeluaran karena ‘self reward’ ini jika tidak diatur dengan baik bisa
membuat kondisi keuangan jadi tidak stabil.
Tidak Melacak Pengeluaran
Kecuali Anda memang dapat mengingat
setiap pembelian yang telah dilakukan sepanjang masuk dalam anggaran Anda, maka
Anda tetap harus meninjau pengeluaran secara teratur. Jika sulit, Anda bisa
mencoba untuk meluangkan sedikit waktu secara rutin menuliskan pengeluaran yang
dilakukan tiap harinya.
Ingin Kaya Secara Instan
Semua kesuksesan butuh proses. Jika Anda mendengar godaan atau ajakan mengikuti investasi bodong dengan keuntungan yang tampaknya sangat muluk-muluk, sebaiknya Anda tidak menuruti ucapan orang tersebut. Oleh karena itu, Anda perlu lebih cermat jika ingin berinvestasi, dan berinvestasilah dengan aman dengan mempelajari instrumen investasi yang akan Anda gunakan

