In Frame: Kapten Kav Randy Tajitiantoro, Mayor Caj Indra Sitohang, Letkol Inf Yossy, Lettu Chb Rizal Mutaqin, Kapten Inf Deddy Setya Wijaya
Kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi banyak mahasiswa di Indonesia. UGM merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia dengan reputasi yang sangat baik. Namun, bagi mahasiswa beasiswa TNI AD, kuliah di UGM tidak hanya menghadapi suka duka akademik, tetapi juga tanggung jawab dinas sebagai prajurit.
Mereka harus membagi waktu mereka antara
kuliah dan tugas-tugas dinas sebagai anggota TNI AD. Walaupun sulit, banyak
mahasiswa beasiswa TNI AD yang berhasil menjalani keduanya dengan baik. Mereka
belajar untuk menjadi lebih efektif dan efisien dalam mengatur waktu mereka,
sehingga dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka dengan baik.
Namun, ada juga kelemahan dalam menjalani
kuliah dan dinas secara bersamaan. Beberapa mahasiswa beasiswa TNI AD
seringkali merasa kelelahan dan kurang fokus dalam kuliah akibat tuntutan tugas
dinas yang berat. Selain itu, terkadang mereka juga mengalami kesulitan untuk
memadukan antara teori akademik dengan pengalaman dinas yang mereka dapatkan.
Namun, semua suka duka tersebut bukanlah
halangan bagi mereka untuk tetap berusaha dan melanjutkan pendidikan mereka di
UGM. Mereka berusaha semaksimal mungkin untuk menjalani kedua tanggung jawab
mereka dengan baik dan terus memperjuangkan impian mereka. Kepantingan dan
kelelahan tidak akan menghentikan mereka untuk menjadi yang terbaik di kedua
bidang tersebut.
Dalam kesimpulannya, menjalani kuliah di
UGM dan dinas sebagai prajurit bagi mahasiswa beasiswa TNI AD memang
menghadirkan suka duka. Namun, dengan kegigihan dan semangat yang tinggi,
banyak mahasiswa beasiswa TNI AD yang berhasil melewatinya dengan baik. Mereka
telah membuktikan bahwa keduanya dapat dijalani secara bersamaan dengan sukses.


