Di
tengah kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat, perkembangan dunia
militer pun tidak terlepas dari dampaknya. Buku berjudul Anak IT Juga Bisa
Jadi Tentara telah menarik perhatian banyak orang, termasuk Dr. Cahyo
Crysdian, M.Cs. selaku
Kaprodi Magister Informatika di UIN Maulana
Malik Ibrahim Malang. Buku ini dikirimkan oleh seorang penulis yang sebelumnya merupakan mahasiswa dari Dr. Cahyo
saat menempuh studi S1 Teknik Informatika di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Buku ini merangkum perjuangan seorang
anak IT untuk dapat berkarier di militer dan menjadi seorang perwira TNI. Penulis mencoba mengajak pembacanya untuk memahami bahwa teknologi
informasi bukan hanya relevan di dunia industri, bisnis, atau pendidikan,
tetapi juga memiliki peran penting dalam sektor pertahanan negara.
Dr.
Cahyo Crysdian merupakan seorang
dosen
Teknik Informatika
dan juga seorang Kaprodi
Magister
Informatika di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Peran beliau sebagai pengajar
dan pengambil keputusan di prodi
yang sama dengan penulis memberikan nilai lebih bagi apresiasi yang diberikan.
Beliau
mampu memahami sepenuhnya betapa pentingnya penerapan teknologi informasi di berbagai
bidang, termasuk militer. Penerimaan buku ini adalah bentuk dukungan dan
pengakuan atas upaya penulis dalam menyampaikan pesan bahwa anak-anak IT juga
bisa berkontribusi dalam dunia pertahanan dan keamanan.
Dalam
buku ini, penulis mencoba memotivasi pembaca, terutama para mahasiswa Teknik
Informatika, untuk melihat peluang karir yang tidak terbatas di depan mereka.
Tidak hanya bekerja di sektor teknologi informasi konvensional, tetapi juga
berpotensi untuk menjadi bagian dari tim yang mengembangkan dan mengamankan
sistem militer yang canggih.
Apresiasi
yang diberikan oleh Dr. Cahyo Crysdian ini diharapkan dapat menjadi pendorong
bagi para mahasiswa Teknik Informatika di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
untuk lebih bersemangat dalam mengejar ilmu dan mengembangkan potensi di bidang
teknologi informasi. Selain itu, semoga buku ini juga dapat menarik minat
mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk melihat lebih jauh tentang peran
teknologi informasi di bidang pertahanan.
Dunia
militer modern semakin membutuhkan orang-orang kreatif dan inovatif yang
menguasai teknologi informasi untuk menghadapi tantangan yang kompleks. Dengan
adanya buku ini, diharapkan pemahaman tentang pentingnya kolaborasi antara praktisi teknologi informasi dan
militer semakin meluas di kalangan mahasiswa dan generasi muda.
Akhir
kata, apresiasi yang diberikan oleh Dr. Cahyo Crysdian adalah sebuah pencapaian
yang membanggakan bagi penulis. Semoga buku Anak IT Juga Bisa Jadi Tentara
ini dapat menginspirasi banyak orang dan membuka wawasan tentang potensi yang
dimiliki oleh anak-anak IT dalam memajukan bidang pertahanan dan keamanan
negara.


