Seminar
Proposal, atau yang biasa disingkat Sempro, merupakan salah satu tahap penting
dalam proses akademik di Universitas Gadjah Mada (UGM). Sempro merupakan ujian
yang dilakukan oleh mahasiswa untuk mempertahankan proposal penelitian yang
akan mereka jalankan sebagai persyaratan untuk menyelesaikan program studi
mereka. Pengalaman saya dalam melaksanakan ujian Sempro di UGM adalah momen
yang menegangkan namun penuh dengan pembelajaran yang berharga.
Sebagai
mahasiswa UGM, saya memasuki tahap Sempro dengan campuran perasaan gugup dan
antusias. Sebelum memasuki ruang ujian, saya telah melakukan persiapan yang
matang. Saya mempelajari secara mendalam topik penelitian saya, melakukan
tinjauan literatur yang komprehensif, dan merancang proposal yang solid. Namun,
walaupun saya telah mempersiapkan diri sebaik mungkin, perasaan tegang tidak
dapat dihindari.
Saat
tiba di ruang ujian, saya disambut oleh dosen penguji yang merupakan pakar di bidang ilmu
yang relevan dengan topik penelitian saya. Beliau terlihat serius namun ramah, yang
sedikit meredakan kecemasan saya. Proses ujian dimulai dengan presentasi
proposal penelitian yang saya lakukan di depan dosen penguji dan rekan
mahasiswa lainnya.
Presentasi
merupakan bagian paling menegangkan dari ujian Sempro. Saya berusaha
menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang topik penelitian saya, menjelaskan
tujuan, metodologi, dan relevansi penelitian dengan jelas. Selama presentasi,
saya juga harus siap menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh dosen
penguji. Beberapa pertanyaan tersebut cukup menantang dan memerlukan pemikiran
yang cepat dan tajam. Meskipun adrenalin berpacu, saya berusaha tenang dan
menjawab dengan sebaik mungkin.
Setelah
presentasi selesai, sesi tanya jawab dimulai. Dosen penguji mengajukan
pertanyaan-pertanyaan yang lebih mendalam terkait dengan penelitian saya. Beliau mengevaluasi pemahaman saya tentang
topik, analisis yang telah dilakukan, dan relevansi penelitian dengan bidang
ilmu terkait. Sesekali, saya merasa terjebak dalam beberapa pertanyaan yang
sulit, tetapi saya mencoba untuk tetap tenang dan berpikir secara rasional.
Setelah
sesi tanya jawab selesai, saya diberikan umpan balik konstruktif oleh dosen
penguji. Beliau
memberikan penilaian terhadap proposal penelitian saya, mencatat kelebihan dan
kekurangan yang perlu diperbaiki. Meskipun ada beberapa kritik dan saran yang
disampaikan, umpan balik tersebut sangat berharga bagi saya karena membantu
saya untuk memperbaiki proposal penelitian saya menjadi lebih baik.
Momen
penutupan Sempro adalah saat pengumuman hasil ujian. Rasanya seperti
detik-detik yang tak berujung sebelum akhirnya nama saya dipanggil dan dinyatakan lulus. Rasa lega dan
bahagia memenuhi hati saya. Semua usaha keras dan persiapan yang telah saya
lakukan terbayar dengan baik. Namun, saya juga menyadari bahwa Sempro hanyalah
tahap awal dalam perjalanan penelitian saya, dan masih banyak tantangan yang
harus dihadapi di masa depan.
Melalui
pengalaman Sempro di UGM, saya belajar tentang pentingnya persiapan yang
matang, komunikasi yang efektif, dan kepercayaan diri dalam menyampaikan
ide-ide penelitian. Saya juga menyadari bahwa ujian Sempro tidak hanya tentang
menguasai materi penelitian, tetapi juga tentang kemampuan berpikir kritis dan
responsif terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Pengalaman ini tidak
hanya membantu saya dalam pengembangan akademik, tetapi juga dalam
mengembangkan keterampilan interpersonal dan kepercayaan diri saya.
Secara
keseluruhan, pengalaman melaksanakan ujian Sempro di UGM adalah momen yang
penuh tekanan namun sangat berharga. Saya percaya bahwa pengalaman ini telah
membantu saya tumbuh dan berkembang sebagai mahasiswa yang lebih baik. Dengan
didukung oleh dosen-dosen yang kompeten dan lingkungan akademik yang stimulatif
di UGM, saya merasa sangat beruntung dapat menghadapi dan mengatasi tantangan
Sempro dengan sukses.



