Iklan

Latest Post


Mengenalkan Literasi Sejak Dini kepada Anak: Investasi untuk Masa Depan yang Gemilang

Bhumi Literasi
Rabu, 16 Agustus 2023, Agustus 16, 2023 WIB Last Updated 2023-08-16T06:15:25Z

Mengenalkan Literasi Sejak Dini

Membangun Kecintaan Anak pada Membaca dan Menulis


Literasi adalah keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan kita. Kemampuan untuk membaca, menulis, dan memahami teks tidak hanya membantu dalam pendidikan, tetapi juga dalam menjalani berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenalkan literasi sejak dini kepada anak-anak mereka. Salah satu contoh nyata adalah pengalaman dari orang tua Bhumi Evander Ibrahim, yang saat ini berusia 15 bulan.

 

Mengajak Anak ke Dunia Buku dan Perpustakaan

Orang tua Bhumi Evander Ibrahim memiliki tekad untuk membantu anaknya menjadi terbiasa dengan kegiatan membaca dan menulis sejak dini. Salah satu cara yang mereka pilih adalah dengan mengajak Bhumi berkunjung ke perpustakaan maupun toko buku. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi untuk memperkenalkan Bhumi pada berbagai buku dan cerita, tetapi juga menciptakan pengalaman positif terkait dengan literasi.

 

Manfaat Mengenalkan Literasi Sejak Dini

Mengenalkan literasi sejak dini kepada anak memiliki sejumlah manfaat yang berkelanjutan. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa diperoleh:

1.     Pengembangan Bahasa dan Kosakata: Anak yang diperkenalkan pada buku dan cerita sejak dini cenderung memiliki kosakata yang lebih kaya dan bahasa yang lebih berkembang.

2.     Koneksi Emosional dengan Orang Tua: Saat orang tua membacakan cerita kepada anak, ini tidak hanya membantu perkembangan bahasa anak tetapi juga menciptakan momen koneksi dan kedekatan emosional.

3.     Stimulasi Otak: Literasi melibatkan proses kognitif yang kompleks. Membaca dan mendengarkan cerita dapat merangsang perkembangan otak anak.

4.     Imajinasi dan Kreativitas: Cerita-cerita dalam buku mendorong anak untuk menggunakan imajinasi dan kreativitas mereka, membantu dalam perkembangan kemampuan berpikir kreatif.

5.     Persiapan untuk Pendidikan Formal: Memiliki dasar literasi yang kuat akan memberi anak keuntungan saat memasuki pendidikan formal. Mereka akan lebih siap untuk belajar membaca dan menulis di sekolah.

 

Mengenalkan Literasi pada Usia 15 Bulan

Pada usia 15 bulan, seperti Bhumi Evander Ibrahim, langkah-langkah yang diambil orang tua harus disesuaikan dengan perkembangan anak. Meskipun anak pada usia ini mungkin belum mampu membaca atau menulis, ada beberapa cara untuk merangsang minat literasi:

1.     Mengenalkan Dengan Buku: Pilih buku yang dirancang khusus untuk bayi, dengan gambar-gambar cerah dan teks yang sederhana. Biarkan anak berinteraksi dengan buku ini.

2.     Membacakan Cerita: Bacakan cerita-cerita pendek dengan intonasi yang ceria. Meskipun anak mungkin belum memahami sepenuhnya, ini membantu mereka terbiasa dengan ritme bahasa.

3.     Menyediakan Bahan Menulis: Berikan bahan seperti krayon besar atau spidol yang aman untuk bayi. Biarkan mereka bermain dan mengeksplorasi, mengenalkan konsep menulis.

4.     Nyanyikan Lagu-Lagu: Lagu-lagu anak-anak juga merupakan bentuk literasi. Nyanyikan lagu-lagu pendek yang mengandung kata-kata sederhana.



Kesimpulan

Mengenalkan literasi sejak dini kepada anak, seperti yang dilakukan oleh orang tua Bhumi Evander Ibrahim, adalah langkah penting dalam membantu anak tumbuh menjadi individu yang memiliki cinta terhadap membaca dan menulis. Meskipun Bhumi baru berusia 15 bulan, langkah-langkah sederhana yang diambil orang tuanya sekarang dapat membentuk dasar penting untuk perkembangan literasinya di masa depan. Dengan memberikan perhatian pada literasi sejak dini, orang tua dapat membantu anak mereka meraih potensi penuh dalam menghadapi tantangan kehidupan yang akan datang.

Komentar

Tampilkan