Mengenalkan Literasi Sejak Dini
Membangun Kecintaan Anak pada Membaca dan Menulis
Literasi adalah keterampilan yang sangat
penting dalam kehidupan kita. Kemampuan untuk membaca, menulis, dan memahami
teks tidak hanya membantu dalam pendidikan, tetapi juga dalam menjalani
berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk
mengenalkan literasi sejak dini kepada anak-anak mereka. Salah satu contoh
nyata adalah pengalaman dari orang tua Bhumi Evander Ibrahim, yang saat ini
berusia 15 bulan.
Mengajak
Anak ke Dunia Buku dan Perpustakaan
Orang tua Bhumi Evander Ibrahim memiliki
tekad untuk membantu anaknya menjadi terbiasa dengan kegiatan membaca dan
menulis sejak dini. Salah satu cara yang mereka pilih adalah dengan mengajak
Bhumi berkunjung ke perpustakaan maupun toko buku. Kegiatan ini tidak hanya
berfungsi untuk memperkenalkan Bhumi pada berbagai buku dan cerita, tetapi juga
menciptakan pengalaman positif terkait dengan literasi.
Manfaat
Mengenalkan Literasi Sejak Dini
Mengenalkan literasi sejak dini kepada
anak memiliki sejumlah manfaat yang berkelanjutan. Berikut adalah beberapa
manfaat yang bisa diperoleh:
1. Pengembangan
Bahasa dan Kosakata: Anak yang diperkenalkan pada buku dan cerita sejak dini
cenderung memiliki kosakata yang lebih kaya dan bahasa yang lebih berkembang.
2. Koneksi
Emosional dengan Orang Tua: Saat orang tua membacakan cerita kepada anak, ini
tidak hanya membantu perkembangan bahasa anak tetapi juga menciptakan momen
koneksi dan kedekatan emosional.
3. Stimulasi
Otak: Literasi melibatkan proses kognitif yang kompleks. Membaca dan
mendengarkan cerita dapat merangsang perkembangan otak anak.
4. Imajinasi
dan Kreativitas: Cerita-cerita dalam buku mendorong anak untuk menggunakan
imajinasi dan kreativitas mereka, membantu dalam perkembangan kemampuan
berpikir kreatif.
5. Persiapan
untuk Pendidikan Formal: Memiliki dasar literasi yang kuat akan memberi anak
keuntungan saat memasuki pendidikan formal. Mereka akan lebih siap untuk
belajar membaca dan menulis di sekolah.
Mengenalkan
Literasi pada Usia 15 Bulan
Pada usia 15 bulan, seperti Bhumi Evander
Ibrahim, langkah-langkah yang diambil orang tua harus disesuaikan dengan
perkembangan anak. Meskipun anak pada usia ini mungkin belum mampu membaca atau
menulis, ada beberapa cara untuk merangsang minat literasi:
1. Mengenalkan Dengan Buku: Pilih buku yang dirancang khusus untuk bayi, dengan
gambar-gambar cerah dan teks yang sederhana. Biarkan anak berinteraksi dengan
buku ini.
2. Membacakan
Cerita: Bacakan cerita-cerita pendek dengan intonasi yang ceria. Meskipun anak
mungkin belum memahami sepenuhnya, ini membantu mereka terbiasa dengan ritme
bahasa.
3. Menyediakan
Bahan Menulis: Berikan bahan seperti krayon besar atau spidol yang aman untuk
bayi. Biarkan mereka bermain dan mengeksplorasi, mengenalkan konsep menulis.
4. Nyanyikan Lagu-Lagu: Lagu-lagu anak-anak juga merupakan bentuk literasi. Nyanyikan lagu-lagu pendek yang mengandung kata-kata sederhana.
Kesimpulan
Mengenalkan literasi sejak dini kepada anak, seperti yang dilakukan oleh orang tua Bhumi Evander Ibrahim, adalah langkah penting dalam membantu anak tumbuh menjadi individu yang memiliki cinta terhadap membaca dan menulis. Meskipun Bhumi baru berusia 15 bulan, langkah-langkah sederhana yang diambil orang tuanya sekarang dapat membentuk dasar penting untuk perkembangan literasinya di masa depan. Dengan memberikan perhatian pada literasi sejak dini, orang tua dapat membantu anak mereka meraih potensi penuh dalam menghadapi tantangan kehidupan yang akan datang.



