Iklan

Latest Post


Rumah Mbah Santrian

Bhumi Literasi
Kamis, 10 Agustus 2023, Agustus 10, 2023 WIB Last Updated 2023-08-10T05:01:42Z

Jejak Perjalanan dari Masa ke Masa hingga Munculnya "Taman Drs. Sumadha"

 

Rumah adalah tempat di mana kenangan tercipta dan cerita-cerita masa lalu terukir dalam sejarah. Salah satu contohnya adalah Rumah Mbah Santrian, sebuah tempat yang telah menyaksikan perjalanan hidup dari masa ke masa, mengalami perubahan yang signifikan seiring berjalannya waktu. Bangunan ini menjadi saksi bisu dari cerita keluarga, pembangunan, dan pembaharuan yang akhirnya menghasilkan sebuah taman yang bernama "Taman Drs. Sumadha."

 

Mbah Santrian dan Bangunan Lama (Oktober 2013)



Pada bulan Oktober 2013, rumah Mbah Santrian masih berdiri dengan megahnya. Bangunan ini telah menjadi tempat tinggal bagi Mbah Santrian bersama istri dan anak-anaknya. Di dalamnya, kenangan manis dan pahit keluarga itu tercipta. Bangunan ini telah menyaksikan tumbuhnya generasi keluarga dari waktu ke waktu.

 

Hancurnya Bangunan Lama (Mei 2018)

Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi bangunan mulai merosot. Pada bulan Mei 2018, bangunan lama yang pernah ditempati oleh Mbah Santrian dan keluarganya harus dihancurkan. Kehancuran tersebut merupakan akibat dari usia bangunan yang semakin rapuh dan tak layak huni. Meskipun bangunan fisiknya hilang, kenangan dan cerita yang pernah ada di dalamnya tetap hidup dalam ingatan keluarga.

 

Transformasi Menjadi Kebun Pisang (Januari 2021)

Setelah bangunan lama dihancurkan, tanah tempat rumah Mbah Santrian berdiri tidak dibiarkan terbengkalai. Pada bulan Januari 2021, tanah tersebut difungsikan sebagai kebun pisang. Perubahan ini menandai langkah pertama menuju pembaharuan area tersebut.

 

Pembangunan Rumah Modern oleh Mbah Sumadha (Maret-Juni 2022)


Pada bulan Maret 2022, langkah baru dalam perjalanan Rumah Mbah Santrian dimulai. Mbah Sumadha, anak ke-3 dari Mbah Santrian, mengambil inisiatif untuk membangun kembali rumah tersebut dengan konsep yang lebih modern. Proses pembangunan berlangsung selama beberapa bulan dan pada bulan Juni 2022, sebuah rumah dengan konsep minimalis berdiri kokoh di atas tanah yang pernah menjadi tempat tinggal Mbah Santrian.

 

Munculnya "Taman Drs. Sumadha" (November 2022)

Namun, perubahan tidak berhenti di situ. Pada bulan November 2022, di depan rumah yang baru dibangun, terlihat taman yang indah dan menghijau. Taman ini diberi nama Taman Drs. Sumadha, sebagai penghormatan kepada Mbah Sumadha yang telah berkontribusi dalam membangun kembali rumah tersebut. Taman ini tidak hanya menjadi tempat santai bagi keluarga, tetapi juga menjadi tanda keabadian atas pengabdian dan usaha keras yang telah ditanamkan dalam perubahan dari masa ke masa.

Melalui perjalanan Rumah Mbah Santrian dari masa ke masa, kita dapat melihat betapa pentingnya warisan keluarga, kreativitas, dan dedikasi dalam merawat dan menghormati masa lalu sambil mempersiapkan masa depan. Setiap langkah dalam proses ini mengingatkan kita akan nilai-nilai penting seperti penghargaan terhadap sejarah keluarga, perubahan, dan pengabdian kepada generasi yang akan datang.

Komentar

Tampilkan