Jejak Perjalanan dari Masa ke Masa hingga Munculnya
"Taman Drs. Sumadha"
Rumah
adalah tempat di mana kenangan tercipta dan cerita-cerita masa lalu terukir
dalam sejarah. Salah satu contohnya adalah Rumah Mbah Santrian, sebuah tempat
yang telah menyaksikan perjalanan hidup dari masa ke masa, mengalami perubahan
yang signifikan seiring berjalannya waktu. Bangunan ini menjadi saksi bisu dari
cerita keluarga, pembangunan, dan pembaharuan yang akhirnya menghasilkan sebuah
taman yang bernama "Taman Drs. Sumadha."
Mbah
Santrian dan Bangunan Lama (Oktober 2013)
Pada
bulan Oktober 2013, rumah Mbah Santrian masih berdiri dengan megahnya. Bangunan
ini telah menjadi tempat tinggal bagi Mbah Santrian bersama istri dan
anak-anaknya. Di dalamnya, kenangan manis dan pahit keluarga itu tercipta.
Bangunan ini telah menyaksikan tumbuhnya generasi keluarga dari waktu ke waktu.
Hancurnya
Bangunan Lama (Mei 2018)
Namun,
seiring berjalannya waktu, kondisi bangunan mulai merosot. Pada bulan Mei 2018,
bangunan lama yang pernah ditempati oleh Mbah Santrian dan keluarganya harus
dihancurkan. Kehancuran tersebut merupakan akibat dari usia bangunan yang
semakin rapuh dan tak layak huni. Meskipun bangunan fisiknya hilang, kenangan
dan cerita yang pernah ada di dalamnya tetap hidup dalam ingatan keluarga.
Transformasi
Menjadi Kebun Pisang (Januari 2021)
Setelah
bangunan lama dihancurkan, tanah tempat rumah Mbah Santrian berdiri tidak
dibiarkan terbengkalai. Pada bulan Januari 2021, tanah tersebut difungsikan
sebagai kebun pisang. Perubahan ini menandai langkah pertama menuju pembaharuan
area tersebut.
Pembangunan
Rumah Modern oleh Mbah Sumadha (Maret-Juni 2022)
Pada
bulan Maret 2022, langkah baru dalam perjalanan Rumah Mbah Santrian dimulai.
Mbah Sumadha, anak ke-3 dari Mbah Santrian, mengambil inisiatif untuk membangun
kembali rumah tersebut dengan konsep yang lebih modern. Proses pembangunan
berlangsung selama beberapa bulan dan pada bulan Juni 2022, sebuah rumah dengan
konsep minimalis berdiri kokoh di atas tanah yang pernah menjadi tempat tinggal
Mbah Santrian.
Munculnya
"Taman Drs. Sumadha" (November 2022)
Namun, perubahan tidak berhenti di situ. Pada bulan November 2022, di depan rumah yang baru dibangun, terlihat taman yang indah dan menghijau. Taman ini diberi nama Taman Drs. Sumadha, sebagai penghormatan kepada Mbah Sumadha yang telah berkontribusi dalam membangun kembali rumah tersebut. Taman ini tidak hanya menjadi tempat santai bagi keluarga, tetapi juga menjadi tanda keabadian atas pengabdian dan usaha keras yang telah ditanamkan dalam perubahan dari masa ke masa.
Melalui perjalanan Rumah Mbah Santrian dari masa ke masa, kita dapat melihat betapa pentingnya warisan keluarga, kreativitas, dan dedikasi dalam merawat dan menghormati masa lalu sambil mempersiapkan masa depan. Setiap langkah dalam proses ini mengingatkan kita akan nilai-nilai penting seperti penghargaan terhadap sejarah keluarga, perubahan, dan pengabdian kepada generasi yang akan datang.

.jpeg)

