Iklan

Latest Post


Teman Seperjalanan Kuliah dan Kenangan Tak Terlupakan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Bhumi Literasi
Kamis, 03 Agustus 2023, Agustus 03, 2023 WIB Last Updated 2023-08-03T11:21:01Z

Kuliah merupakan fase penting dalam kehidupan seseorang. Selama masa kuliah, kita tidak hanya memperoleh ilmu akademis, tetapi juga banyak pelajaran berharga tentang persahabatan dan kebersamaan. Salah satu kisah inspiratif yang menghangatkan hati datang dari dua sahabat, yang meski memiliki bidang studi yang berbeda, mampu menjalin ikatan persahabatan yang kuat dan tak tergoyahkan. Inilah kisah tentang perjalanan kuliah saya di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bersama sahabat karib saya, Dimas Fahrurrozi.

Dimas dan saya memiliki latar belakang yang mirip. Kami berdua berasal dari kabupaten yang berdekatan, Dimas dari Lumajang dan saya dari Jember. Namun, takdir membawa kami bersama di kota Malang untuk mengejar impian masing-masing di tengah gemerlap dunia perkuliahan. Jurusan pun memisahkan kami, dengan saya mengambil jurusan Teknik Informatika dan Dimas menekuni dunia Akuntansi.

Namun, persahabatan sejati tidak kenal batas. Kami secara kebetulan tinggal di Ma'had Sunan Ampel Al-Aly di lingkungan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Ini adalah awal dari perjalanan tak terlupakan kami. Selama satu tahun kami berbagi cerita, tawa, dan juga canda di balik tembok kamar yang berhadapan. Kami saling mendukung dan mendorong satu sama lain dalam mengejar cita-cita kami masing-masing.

Tak hanya di dalam ruang kuliah, tetapi juga di luar jam-jam perkuliahan, kami selalu menemukan waktu untuk berkumpul. Diskusi menjadi kegiatan wajib bagi kami. Meskipun bidang studi kami berbeda, kami selalu menemukan topik menarik yang bisa kami bahas bersama. Dari perkuliahan hingga berita terkini, pembicaraan kami menjadi ajang untuk saling belajar dan menggali pengetahuan baru. Dan tentu saja, ngopi menjadi ritual yang tak boleh terlewatkan. Menemani secangkir kopi hangat, kami berdua merenung, berdiskusi, atau kadang hanya menikmati keheningan yang nyaman.

Kenangan paling berkesan adalah ketika kami berdua bekerja sama dalam sebuah proyek akhir. Meskipun berasal dari disiplin ilmu yang berbeda, kami menggabungkan pengetahuan dan keterampilan kami untuk menciptakan sesuatu yang luar biasa. Proses itu bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi juga menggambarkan komitmen kami dalam menjalani perjalanan ini bersama-sama.

Saat ini, meskipun telah berlalu beberapa tahun sejak kami menyelesaikan kuliah, persahabatan kami tetap erat. Dimas dan saya telah melangkah ke dunia profesional masing-masing, tetapi kami tetap saling memberi dukungan dan semangat seperti dulu. Kisah kami adalah bukti nyata bahwa persahabatan sejati dapat tumbuh dan bertahan melalui segala perbedaan dan tantangan.

Dalam perjalanan kuliah yang penuh warna di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Dimas Fahrurrozi adalah teman sejati yang selalu ada di setiap langkah perjalanan. Kisah persahabatan kami mengingatkan kita bahwa, di tengah hiruk-pikuk dunia akademis, ada kenangan indah yang akan selalu dikenang dan dihargai sepanjang hayat.

Komentar

Tampilkan