Kuliah
merupakan fase penting dalam kehidupan seseorang. Selama masa kuliah, kita tidak
hanya memperoleh ilmu akademis, tetapi juga banyak pelajaran berharga tentang
persahabatan dan kebersamaan. Salah satu kisah inspiratif yang menghangatkan
hati datang dari dua sahabat, yang meski memiliki bidang studi yang berbeda,
mampu menjalin ikatan persahabatan yang kuat dan tak tergoyahkan. Inilah kisah
tentang perjalanan kuliah saya di Universitas Islam Negeri Maulana Malik
Ibrahim Malang bersama sahabat karib saya, Dimas Fahrurrozi.
Dimas
dan saya memiliki latar belakang yang mirip. Kami berdua berasal dari kabupaten
yang berdekatan, Dimas dari Lumajang dan saya dari Jember. Namun, takdir
membawa kami bersama di kota Malang untuk mengejar impian masing-masing di
tengah gemerlap dunia perkuliahan. Jurusan pun memisahkan kami, dengan saya
mengambil jurusan Teknik Informatika dan Dimas menekuni dunia Akuntansi.
Namun,
persahabatan sejati tidak kenal batas. Kami secara kebetulan tinggal di Ma'had
Sunan Ampel Al-Aly di lingkungan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim
Malang. Ini adalah awal dari perjalanan tak terlupakan kami. Selama satu tahun
kami berbagi cerita, tawa, dan juga canda di balik tembok kamar yang
berhadapan. Kami saling mendukung dan mendorong satu sama lain dalam mengejar
cita-cita kami masing-masing.
Tak
hanya di dalam ruang kuliah, tetapi juga di luar jam-jam perkuliahan, kami
selalu menemukan waktu untuk berkumpul. Diskusi menjadi kegiatan wajib bagi
kami. Meskipun bidang studi kami berbeda, kami selalu menemukan topik menarik
yang bisa kami bahas bersama. Dari perkuliahan hingga berita terkini,
pembicaraan kami menjadi ajang untuk saling belajar dan menggali pengetahuan
baru. Dan tentu saja, ngopi menjadi ritual yang tak boleh terlewatkan. Menemani
secangkir kopi hangat, kami berdua merenung, berdiskusi, atau kadang hanya
menikmati keheningan yang nyaman.
Kenangan
paling berkesan adalah ketika kami berdua bekerja sama dalam sebuah proyek
akhir. Meskipun berasal dari disiplin ilmu yang berbeda, kami menggabungkan
pengetahuan dan keterampilan kami untuk menciptakan sesuatu yang luar biasa.
Proses itu bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi juga menggambarkan
komitmen kami dalam menjalani perjalanan ini bersama-sama.
Saat
ini, meskipun telah berlalu beberapa tahun sejak kami menyelesaikan kuliah,
persahabatan kami tetap erat. Dimas dan saya telah melangkah ke dunia
profesional masing-masing, tetapi kami tetap saling memberi dukungan dan
semangat seperti dulu. Kisah kami adalah bukti nyata bahwa persahabatan sejati
dapat tumbuh dan bertahan melalui segala perbedaan dan tantangan.
Dalam perjalanan kuliah yang penuh warna di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Dimas Fahrurrozi adalah teman sejati yang selalu ada di setiap langkah perjalanan. Kisah persahabatan kami mengingatkan kita bahwa, di tengah hiruk-pikuk dunia akademis, ada kenangan indah yang akan selalu dikenang dan dihargai sepanjang hayat.


