Hujan turun dengan lembut, memulai
tariannya di langit yang kelabu. Di tempat duduk depan rumah, seorang wanita
duduk dengan tenang, menikmati derasnya hujan yang turun begitu meriah. Namanya
adalah Maya, seorang pengagum hujan sejati.
Maya meresapi setiap tetes air yang jatuh,
merasakan sentuhan lembutnya di wajahnya. Dalam keheningan hujan,
kenangan-kenangan lama mulai muncul di benaknya. Hujan selalu membawa nostalgia
yang indah baginya.
Pertama kali dia jatuh cinta, hujan turun
dengan semangat yang sama seperti detak jantungnya. Saat itu, di tempat duduk
depan rumah yang sama, mereka duduk berdua, membiarkan rintik hujan menjadi
saksi cinta mereka yang tumbuh. Namun, seperti hujan yang kadang berhenti,
begitu juga cinta mereka yang akhirnya pudar.
Kemudian, hujan menjadi teman setia Maya
saat dia kehilangan pekerjaannya. Di tempat duduk yang sama, dia duduk dengan
harapan baru yang muncul setiap tetes hujan yang jatuh. Dan akhirnya, hujan
membawa berkah baginya, karena di tengah hujan yang deras, dia menemukan
pekerjaan baru yang lebih baik.
Saat ini, di tempat duduk depan rumah yang
telah menjadi saksi banyak kisahnya, Maya merasa bersyukur. Meskipun hidupnya
tidak selalu cerah seperti matahari, hujan memberinya kekuatan untuk melalui
setiap badai. Dan sekarang, dia duduk di sana dengan senyuman, menikmati
derasnya hujan, sambil mengenang dan merayakan setiap momen yang telah
membentuk hidupnya.
Rintik hujan terus jatuh, dan Maya merasa
seperti setiap tetes hujan membawa berjuta kenangan indah. Di tempat duduk
depan rumahnya yang sederhana, dia merasa bahwa hidupnya seperti sebuah cerita
yang terus ditulis oleh rintik hujan yang tak pernah lelah menari di langit.

