Iklan

Latest Post


Rintik Kenangan di Pintu Depan

Bhumi Literasi
Selasa, 14 November 2023, November 14, 2023 WIB Last Updated 2023-11-14T06:17:58Z

Hujan turun dengan lembut, memulai tariannya di langit yang kelabu. Di tempat duduk depan rumah, seorang wanita duduk dengan tenang, menikmati derasnya hujan yang turun begitu meriah. Namanya adalah Maya, seorang pengagum hujan sejati.

Maya meresapi setiap tetes air yang jatuh, merasakan sentuhan lembutnya di wajahnya. Dalam keheningan hujan, kenangan-kenangan lama mulai muncul di benaknya. Hujan selalu membawa nostalgia yang indah baginya.

Pertama kali dia jatuh cinta, hujan turun dengan semangat yang sama seperti detak jantungnya. Saat itu, di tempat duduk depan rumah yang sama, mereka duduk berdua, membiarkan rintik hujan menjadi saksi cinta mereka yang tumbuh. Namun, seperti hujan yang kadang berhenti, begitu juga cinta mereka yang akhirnya pudar.

Kemudian, hujan menjadi teman setia Maya saat dia kehilangan pekerjaannya. Di tempat duduk yang sama, dia duduk dengan harapan baru yang muncul setiap tetes hujan yang jatuh. Dan akhirnya, hujan membawa berkah baginya, karena di tengah hujan yang deras, dia menemukan pekerjaan baru yang lebih baik.

Saat ini, di tempat duduk depan rumah yang telah menjadi saksi banyak kisahnya, Maya merasa bersyukur. Meskipun hidupnya tidak selalu cerah seperti matahari, hujan memberinya kekuatan untuk melalui setiap badai. Dan sekarang, dia duduk di sana dengan senyuman, menikmati derasnya hujan, sambil mengenang dan merayakan setiap momen yang telah membentuk hidupnya.

Rintik hujan terus jatuh, dan Maya merasa seperti setiap tetes hujan membawa berjuta kenangan indah. Di tempat duduk depan rumahnya yang sederhana, dia merasa bahwa hidupnya seperti sebuah cerita yang terus ditulis oleh rintik hujan yang tak pernah lelah menari di langit.

Komentar

Tampilkan