Karakter adalah fondasi utama yang menentukan arah hidup seseorang. Menurut Dr. Nugraha Gumilar dalam buku Manusia Berkarakter, pembentukan karakter yang baik adalah proses mendasar yang harus dimulai sejak dini. Karakter mencerminkan nilai-nilai moral dan prinsip hidup yang membimbing individu dalam mengambil keputusan dan menjalani interaksi sosial.
Pembentukan karakter sejatinya dimulai sejak masa prenatal, yaitu ketika seseorang masih berada di kandungan. Faktor lingkungan, kesehatan, dan emosi ibu selama kehamilan berperan penting dalam membentuk dasar karakter anak. Nutrisi yang cukup, suasana emosional yang stabil, serta dukungan sosial yang baik dapat menciptakan pondasi karakter yang kuat.
Golden age atau masa emas, yaitu usia 0-12 tahun, menjadi periode kritis dalam perkembangan karakter. Di masa ini, otak anak berkembang dengan pesat, sehingga nilai-nilai moral yang diajarkan oleh keluarga dan lingkungan akan dengan mudah terserap. Orang tua, guru, dan lingkungan memiliki peran penting dalam membimbing anak memahami konsep baik dan buruk.
Dr. Nugraha juga menekankan pentingnya 10 karakter utama untuk meraih kesuksesan berdasarkan penelitian Thomas Stanley. Karakter-karakter tersebut meliputi kejujuran, disiplin, kerja keras, kemampuan bergaul, kepemimpinan, dan kecintaan terhadap pekerjaan. Setiap karakter ini saling melengkapi dan menjadi elemen kunci dalam membangun kehidupan yang sukses.
Kejujuran adalah salah satu pilar utama yang membangun integritas. Orang yang jujur cenderung lebih mudah membangun hubungan yang tulus dan saling percaya. Di sisi lain, disiplin membantu seseorang untuk konsisten dalam mencapai tujuan, meskipun menghadapi berbagai tantangan.
Kerja keras dan ketekunan juga menjadi elemen yang tidak terpisahkan dalam pembentukan karakter. Orang yang bekerja keras dengan penuh dedikasi mampu menghadapi hambatan dan mencapai prestasi yang maksimal. Selain itu, kecintaan terhadap pekerjaan mendorong individu untuk terus berkembang dan menikmati proses dalam setiap langkahnya.
Kemampuan bergaul dan kepemimpinan adalah karakter penting dalam dunia yang semakin terhubung. Individu yang mampu membangun hubungan yang baik dan berkomunikasi secara efektif lebih mudah mendapatkan dukungan sosial. Sementara itu, kepemimpinan yang baik tidak hanya memengaruhi orang lain, tetapi juga mencerminkan kemampuan untuk memimpin diri sendiri.
Lingkungan yang mendukung juga sangat berperan dalam membentuk karakter. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang positif cenderung memiliki rasa percaya diri dan kemampuan beradaptasi yang lebih baik. Sebaliknya, pengalaman buruk atau trauma dapat berdampak negatif pada pembentukan karakter jika tidak diatasi dengan baik.
Dr. Nugraha menegaskan bahwa karakter bukanlah sesuatu yang statis, tetapi dapat dikembangkan sepanjang hayat. Pendidikan karakter yang berkesinambungan, baik di rumah maupun di sekolah, memberikan peluang bagi individu untuk terus memperbaiki diri dan menjadi versi terbaik dari dirinya.
Karakter yang kuat bukan hanya menentukan kesuksesan individu, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang harmonis. Dengan karakter yang baik, seseorang dapat menjadi agen perubahan positif dalam lingkungannya, menciptakan dunia yang lebih adil dan bermakna.


