Sahur adalah momen penting bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Waktu ini digunakan untuk mengisi energi sebelum berpuasa sepanjang hari. Namun, banyak orang memiliki kebiasaan langsung tidur setelah sahur, padahal hal ini dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan. Sebaliknya, tetap terjaga setelah sahur memiliki banyak manfaat, baik untuk tubuh maupun produktivitas harian.
Salah satu manfaat utama tidak tidur setelah sahur adalah membantu sistem pencernaan bekerja dengan lebih optimal. Saat kita makan sahur, tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan. Jika langsung tidur, proses pencernaan menjadi lebih lambat dan bisa menyebabkan gangguan seperti perut kembung atau refluks asam lambung. Dengan tetap terjaga, makanan dapat dicerna dengan lebih baik, sehingga tubuh lebih siap menghadapi aktivitas sepanjang hari.
Selain itu, tidak tidur setelah sahur dapat membantu mengurangi risiko penyakit GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan, yang sering kali dipicu oleh tidur dalam keadaan perut penuh. Dengan memberi waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan sebelum berbaring, risiko terkena GERD bisa dikurangi, sehingga kesehatan pencernaan tetap terjaga.
Tidak tidur setelah sahur juga membantu tubuh lebih segar dan bertenaga. Tidur setelah makan dapat menyebabkan rasa lemas dan kantuk berlebihan sepanjang hari. Hal ini karena tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk mencerna makanan dengan baik sebelum beristirahat. Sebaliknya, dengan tetap aktif setelah sahur, tubuh dapat beradaptasi dengan lebih baik terhadap pola puasa dan meningkatkan daya tahan fisik.
Dari segi spiritual, waktu setelah sahur adalah saat yang tepat untuk beribadah. Setelah sahur, umat Muslim dapat melanjutkan dengan shalat Subuh, berdzikir, atau membaca Al-Qur’an. Momen pagi ini adalah waktu yang penuh berkah, di mana doa-doa lebih mudah dikabulkan dan hati menjadi lebih tenang. Mengisi waktu dengan ibadah dapat meningkatkan kedekatan dengan Allah serta memberikan ketenangan batin.
Selain beribadah, waktu setelah sahur bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif lainnya. Beberapa orang menggunakan waktu ini untuk membaca buku, menulis jurnal, atau merencanakan aktivitas harian mereka. Dengan memulai hari lebih awal, seseorang dapat meningkatkan efisiensi waktu dan menyelesaikan banyak tugas lebih cepat, sehingga tidak perlu terburu-buru di siang hari.
Berolahraga ringan juga menjadi pilihan yang baik setelah sahur. Aktivitas seperti jalan kaki, stretching, atau yoga dapat membantu melancarkan peredaran darah dan memberikan energi tambahan untuk menjalani hari. Olahraga ringan di pagi hari juga bisa meningkatkan metabolisme tubuh, yang sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin menjaga berat badan selama bulan puasa.
Menjaga pola tidur yang baik selama Ramadan juga penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jika merasa kurang tidur, lebih baik tidur lebih awal di malam hari daripada tidur setelah sahur. Dengan tidur lebih awal dan bangun untuk sahur, tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup tanpa mengorbankan manfaat tetap terjaga setelah sahur.
Dari perspektif psikologis, bangun lebih awal dan tetap terjaga setelah sahur juga bisa meningkatkan suasana hati. Orang yang memiliki kebiasaan bangun pagi cenderung lebih bahagia dan produktif. Hal ini disebabkan oleh peningkatan hormon serotonin yang diproduksi saat tubuh terpapar sinar matahari pagi, yang dapat meningkatkan perasaan bahagia dan semangat dalam menjalani hari.
Kesimpulannya, menghindari tidur setelah sahur memberikan banyak manfaat bagi tubuh dan pikiran. Selain membantu pencernaan dan mengurangi risiko penyakit, kebiasaan ini juga membuat tubuh lebih segar, meningkatkan produktivitas, serta memberikan kesempatan untuk lebih dekat dengan Tuhan. Oleh karena itu, mari manfaatkan waktu setelah sahur dengan kegiatan yang lebih bermanfaat agar puasa kita semakin berkualitas!


