Iklan

Latest Post


Mudik, Nostalgia, dan Akhir Sebuah Kisah

Bhumi Literasi
Selasa, 18 Maret 2025, Maret 18, 2025 WIB Last Updated 2025-03-18T04:51:01Z


EPISODE 7

Ramadhan semakin mendekati akhir, dan suasana desa mulai dipenuhi hiruk-pikuk persiapan Lebaran. Mas Bhumi duduk di beranda rumah Pak Tigi, menatap naskah yang telah mereka susun bersama. Novel mereka kini telah mencapai 75%, dan ia bertekad untuk menyelesaikan 80% sebelum berangkat mudik ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Pak Tigi, saya akan mudik minggu depan,” ujar Mas Bhumi sambil menyeruput teh hangat. “Saya ingin menulis bagian akhir novel ini sambil menikmati suasana desa di kampung halaman.”

Pak Tigi tersenyum, memahami semangat anak muda di depannya. “Itu ide bagus, Mas Bhumi. Suasana perjalanan dan nostalgia masa kecil pasti bisa memberi inspirasi baru.”

Mereka pun menyusun rencana agar tetap bisa menulis bersama. Dengan bantuan teknologi, mereka akan berkolaborasi secara daring menggunakan Google Docs. Pak Tigi akan tetap berbagi cerita dan masukan dari rumahnya, sementara Mas Bhumi melanjutkan penulisan dari perjalanan mudiknya.

Hari keberangkatan pun tiba. Mas Bhumi berpamitan kepada Pak Tigi setelah memastikan semua file tersimpan dengan baik di laptopnya. “Jangan lupa untuk tetap menulis meski sedang di perjalanan,” pesan Pak Tigi sambil menepuk bahu Mas Bhumi.

Perjalanan mudik membawa Mas Bhumi menyusuri kenangan masa kecilnya. Setiap halte, setiap jalan desa yang ia lalui membangkitkan ingatan yang bisa menjadi bagian dari novel mereka. Di dalam kereta, ia membuka Google Docs dan mulai menulis, menambahkan detail yang baru saja ia alami.

Sesampainya di rumah neneknya di Jawa Tengah, Mas Bhumi menghabiskan waktu bersama keluarga di tengah persiapan Lebaran. Namun, ia tetap menyempatkan diri untuk menulis, terutama saat malam menjelang dan suasana desa mulai hening.

Pak Tigi tetap setia membaca dan mengomentari tulisan Mas Bhumi. “Mas Bhumi, saya suka bagian tentang perjalanan batin tokoh utama kita. Mungkin kita bisa memperdalam refleksi spiritualnya di malam-malam terakhir Ramadhan?” sarannya melalui pesan singkat.

Inspirasi semakin mengalir. Di sela-sela kegiatan menjelang Lebaran, Mas Bhumi menyelesaikan target 80% novel mereka. Ia merasa bahwa mudik kali ini bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin, sama seperti perjalanan tokoh dalam novel mereka.

Malam takbiran sudah semakin dekat, takbir akan berkumandang di seluruh desa dalam 2 minggu kedepan. Mas Bhumi menatap naskah di laptopnya dan tersenyum. “Pak Tigi, kita hampir sampai di akhir cerita,” tulisnya di Google Docs. Pak Tigi membalas dengan singkat, “Akhirnya bukan hanya tentang menutup cerita, tapi memastikan pesannya sampai ke hati pembaca.”

Komentar

Tampilkan