Iklan

Latest Post


Ngabuburit Berfaedah: Menulis Bersama Pasangan di Senja Ramadhan

Bhumi Literasi
Rabu, 19 Maret 2025, Maret 19, 2025 WIB Last Updated 2025-03-19T02:58:27Z

Ngabuburit adalah momen yang dinanti saat bulan Ramadhan. Bagi banyak orang, waktu menjelang berbuka puasa biasanya diisi dengan jalan-jalan sore, berburu takjil, atau sekadar bersantai. Namun, ngabuburit tidak selalu harus dihabiskan dengan hal-hal yang biasa. Ada banyak cara untuk menjadikan waktu menjelang maghrib lebih berfaedah, salah satunya dengan menulis.

Saya dan istri memilih untuk mengisi waktu ngabuburit dengan menulis. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat intelektual tetapi juga mempererat hubungan kami. Dalam kesunyian senja, dengan segelas teh hangat di meja, kami menuangkan gagasan, cerita, dan pengalaman ke dalam tulisan.

Menulis bersama pasangan bukan hanya sekadar aktivitas, tetapi juga sebuah bentuk komunikasi yang lebih dalam. Kami sering bertukar ide, mendiskusikan alur cerita, hingga saling mengoreksi tulisan satu sama lain. Momen ini menjadi waktu berkualitas yang tak tergantikan.

Selain itu, menulis juga menjadi sarana refleksi diri. Dalam kesibukan sehari-hari, terkadang sulit untuk merenung dan mengingat kembali perjalanan hidup. Dengan menulis, kami dapat merekam berbagai perasaan, pengalaman, dan harapan yang mungkin terlewat dalam keseharian.

Bagi kami, menulis tidak hanya tentang merangkai kata-kata, tetapi juga menyebarkan manfaat bagi orang lain. Terkadang, kami membagikan tulisan kami di media sosial atau platform lainnya dengan harapan dapat menginspirasi orang lain. Tak jarang, kami mendapat tanggapan positif dari pembaca yang merasa terhubung dengan cerita yang kami tulis.

Kegiatan ini juga membantu meningkatkan kreativitas. Kami sering mencoba berbagai gaya penulisan, dari artikel hingga cerita pendek. Dengan begitu, setiap sesi menulis menjadi tantangan dan eksplorasi baru yang menyenangkan.

Menulis saat ngabuburit juga membantu mengalihkan perhatian dari rasa lapar dan haus. Saat kami tenggelam dalam dunia kata-kata, waktu terasa berjalan lebih cepat, dan sebelum kami sadari, suara azan maghrib pun berkumandang.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga menanamkan kebiasaan positif yang dapat berlanjut setelah Ramadhan. Menulis secara rutin dapat menjadi terapi yang baik untuk menjaga kesehatan mental dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis.

Dengan menjadikan menulis sebagai bagian dari ngabuburit, kami merasakan manfaat yang luar biasa, baik dari segi emosional maupun intelektual. Kegiatan sederhana ini ternyata mampu menghadirkan kebersamaan, ketenangan, dan kebahagiaan di bulan suci Ramadhan.

Bagi siapa pun yang ingin ngabuburit lebih bermakna, cobalah untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Menulis bisa menjadi salah satu pilihan terbaik untuk mengasah keterampilan, berbagi inspirasi, dan menciptakan kenangan indah bersama orang terkasih.

Komentar

Tampilkan