Iklan

Latest Post


Puasa Lebih Sehat dengan Mindful Eating saat Sahur dan Berbuka

Bhumi Literasi
Kamis, 20 Maret 2025, Maret 20, 2025 WIB Last Updated 2025-03-19T23:52:52Z


Bulan Ramadan adalah momen yang istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selama sebulan penuh, umat Muslim menjalankan ibadah puasa dari fajar hingga matahari terbenam. Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran selama Ramadan, penting untuk memperhatikan pola makan, terutama saat sahur dan berbuka. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah mindful eating, yaitu kesadaran penuh dalam memilih, mengunyah, dan menikmati makanan.

Mindful eating membantu kita memahami sinyal tubuh terhadap rasa lapar dan kenyang. Saat sahur, sering kali kita tergesa-gesa mengonsumsi makanan dalam jumlah besar tanpa benar-benar menikmati atau memperhatikan kualitas nutrisi yang masuk ke tubuh. Begitu pula saat berbuka, nafsu makan yang meningkat akibat seharian berpuasa bisa mendorong kita untuk makan berlebihan, yang berisiko menyebabkan gangguan pencernaan dan peningkatan berat badan.

Pada saat sahur, mindful eating dapat diterapkan dengan memilih makanan yang kaya serat, protein, dan lemak sehat agar energi bertahan lebih lama. Mengunyah makanan dengan perlahan dan menikmati setiap suapan dapat membantu tubuh menyerap nutrisi lebih baik. Selain itu, minum air putih yang cukup sebelum dan setelah makan dapat membantu mencegah dehidrasi sepanjang hari.

Saat berbuka puasa, sebaiknya memulai dengan makanan ringan seperti kurma dan air putih. Kurma mengandung gula alami yang dapat segera mengembalikan energi tubuh tanpa membebani pencernaan. Mengunyah dengan perlahan dan menikmati rasa makanan dapat memberikan kepuasan lebih sehingga kita tidak tergoda untuk makan berlebihan.

Selain jenis makanan, mindful eating juga melibatkan kesadaran terhadap porsi makan. Menggunakan piring kecil atau mengambil makanan dalam porsi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dapat membantu mengontrol asupan kalori. Hindari makan terburu-buru, karena tubuh membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mengirim sinyal kenyang ke otak.

Menjauhkan diri dari gangguan saat makan, seperti menonton televisi atau bermain ponsel, juga dapat meningkatkan kesadaran terhadap apa yang dikonsumsi. Dengan fokus penuh pada makanan, kita bisa lebih menikmati setiap rasa dan tekstur makanan, sehingga lebih mudah merasa puas meskipun dengan porsi yang lebih kecil.

Mindful eating juga berkaitan dengan rasa syukur terhadap makanan yang kita konsumsi. Menyadari perjalanan makanan dari sumbernya hingga ke meja makan dapat meningkatkan penghargaan terhadap makanan dan mengurangi kebiasaan menyia-nyiakan makanan. Ini selaras dengan nilai Ramadan yang mengajarkan kesederhanaan dan berbagi dengan sesama.

Manfaat mindful eating tidak hanya terbatas pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Dengan makan secara sadar, kita dapat mengurangi stres, kecemasan, dan meningkatkan hubungan yang lebih sehat dengan makanan. Hal ini sangat penting selama Ramadan, di mana menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran menjadi kunci dalam menjalankan ibadah dengan optimal.

Menerapkan mindful eating saat sahur dan berbuka dapat membantu kita menjalani puasa dengan lebih nyaman dan sehat. Dengan memperhatikan apa, bagaimana, dan seberapa banyak yang kita makan, kita bisa mendapatkan manfaat maksimal dari ibadah puasa tanpa mengorbankan kesehatan. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang membangun kebiasaan makan yang lebih baik dan lebih bijak.

Komentar

Tampilkan