Iklan

Latest Post


Merenungi Kepastian Kematian: Bekal untuk Kehidupan Setelah Mati

Bhumi Literasi
Rabu, 02 April 2025, April 02, 2025 WIB Last Updated 2025-04-02T06:40:18Z

Kematian adalah sebuah kepastian yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Tidak peduli seberapa sehat seseorang atau berapa pun usianya, setiap manusia pasti akan menghadapi ajalnya. Kesadaran akan kepastian ini seharusnya membuat kita lebih bijak dalam menjalani hidup, agar tidak terlena oleh dunia yang sifatnya sementara.

Kepulangan orang-orang terdekat, seperti Abah yang telah menghadap Ilahi, menjadi pengingat kuat bahwa kehidupan di dunia hanyalah persinggahan sementara. Sering kali kita terjebak dalam rutinitas sehari-hari tanpa memikirkan apa yang telah kita persiapkan untuk kehidupan setelah mati. Padahal, apa yang kita lakukan di dunia ini akan menentukan nasib kita di akhirat kelak.

Dalam Islam, kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari kehidupan yang abadi. Setiap amal perbuatan kita akan diperhitungkan dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, menyiapkan bekal yang cukup menjadi kewajiban bagi setiap muslim agar kelak dapat meraih kebahagiaan di akhirat.

Salah satu bekal terbaik yang bisa kita persiapkan adalah amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa dari anak yang saleh. Ketiga hal ini akan terus mengalir pahalanya meskipun kita telah tiada. Oleh karena itu, mari manfaatkan waktu yang kita miliki untuk memperbanyak amal kebaikan, berbagi ilmu yang bermanfaat, dan mendidik anak-anak kita agar menjadi pribadi yang saleh.

Selain itu, penting juga untuk menyiapkan bekal bagi keluarga yang kita tinggalkan. Meskipun kita tidak bisa selalu bersama mereka, setidaknya kita bisa memastikan bahwa mereka tidak mengalami kesulitan setelah kepergian kita. Mempersiapkan warisan, mengatur keuangan dengan baik, dan meninggalkan nilai-nilai kehidupan yang baik akan membantu keluarga kita menjalani hidup dengan lebih mudah.

Kesadaran akan kematian juga seharusnya membuat kita lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan. Kita seharusnya tidak menunda-nunda kebaikan, meminta maaf atas kesalahan, serta menjalin hubungan yang harmonis dengan sesama. Hidup ini terlalu singkat untuk diisi dengan permusuhan dan kebencian.

Sering kali, kita baru menyadari pentingnya persiapan setelah kehilangan seseorang yang kita cintai. Padahal, merenungi kematian seharusnya menjadi bagian dari keseharian kita agar tidak terlena oleh urusan dunia yang fana. Dengan begitu, kita akan lebih fokus pada hal-hal yang benar-benar berarti dalam hidup ini.

Banyak orang menganggap kematian sebagai sesuatu yang menakutkan, padahal bagi orang yang telah mempersiapkan diri dengan baik, kematian adalah gerbang menuju kebahagiaan abadi. Dengan keyakinan ini, kita bisa menjalani hidup dengan lebih tenang dan penuh makna.

Pada akhirnya, yang tersisa dari hidup kita bukanlah harta atau jabatan, melainkan amal kebaikan yang telah kita lakukan. Oleh karena itu, mari kita perbanyak ibadah, sedekah, serta kebaikan lainnya sebagai bekal untuk menghadapi hari yang pasti datang. Semoga Allah SWT memberikan kita kehidupan yang berkah dan akhir yang husnul khatimah.

Komentar

Tampilkan