Suatu
hari ketika Gus Dur akan bepergian ke Eropa, pesawat yang akan ditumpanginya
ngaret beberapa jam. Sehingga terpaksa Gus Dur harus menunda kepergiannya.
Namun tidak lama kemudian ada seseorang yang menawarinya
untuk istirahat di suatu tempat. Dan kagetnya, ada seorang wanita yang menawari
dirinya. Apa jawaban Gus Dur. "Gratis pun saya tidak mau." Jawab Gus
Dur singkat.
Lebih dari itu ketika sedang berada di luar negeri, Gus
Dur berada di sebuah hotel. Namun tiba-tiba ada seorang wanita datang mengetuk pintu
kamarnya. Dikira wanita itu akan beres-beres kamar, ternyata ia merupakan
wanita yang sengaja dikirim untuk melayaninya.
Wanita
itu menawarkan diri ke Gus Dur. Gus Dur pun langsung menolak. "Gini ya,
kalau soal urusan kayak gitu nanti saya akan malu setelah melakukannya. Malu
saya ketika berada di depan cermin. Apalagi saat pulang nanti, bisa digebukin
ini saya." Jawabnya singkat.
Karena Gus Dur pun menolak. Sedang wanita itu takut
ditegur oleh bosnya. Maka sebagai solusinya ia tidur di ranjang. Sementara Gus
Dur tidur di kursi panjang. Dan, pintu kamar hotel dibuka lebar-lebar.
Orang-orang pun bingung dengan kondisi ini. Ada kamar
hotel di dalamnya ada orang tidur, kok pintunya justru dibuka lebar-lebar.
Hehehe.
Sumber: Ger-Geran Bersama Gus Dur, Penyunting Hamid
Basyaib dan Fajar W. Hermawan, Pustaka Alvabet, 2010).


