Bukan
Gus Dur namanya kalau tidak pandai melontarkan humor-humor segar yang
mengandung kritik yang tersembunyi. Kritikannya penuh dengan makna dan membuat
orang terpingkap-pingkal sambil merenungi kedalaman maknanya.
Suatu hari di sebuah tempat, kata Gus Dur, ada pameran
otak sedunia. Otak-otak dari berbagai negara dipamerkan diletakkan di dalam
aquarium lengkap dengan harganya dari yang tinggi sampai yang paling rendah.
Para pengunjung pun meramaikan pameran bergengsi itu.
Suatu ketika datang seorang peneliti yang hendak
mengetahui benar-benar otak-otak yang dipamerkan di dalam pagelaran itu. Ia
melihat kalau ternyata otak Indonesia lebih mahal dibanding otak-otak negara
lain, seperti Amerika, Jerman, Inggris, dan lainnya.
Ia
pun pemudian bertanya kepada penjaga pameran, "Mas, ini kenapa ya otak
Indonesia bisa lebih mahal harganya dibanding dengan otak-otak negara maju yang
lainnya?" Tanyanya penasaran.
"Betul. Otak Indonesia lebih mahal dibanding dengan
otak negara-negara maju. Karena otak Indonesia jarang dipakai. Otak Indonesia
masih banyak dianggurkan sehingga masih otentik." Kata penjaga pameran
itu.
Ia pun merasa heran dengan jawaban si penjaga pameran
itu. Sambil pergi dari tempat penjaga pameran itu, ia bukannya menemukan
kejelasan tapi justru semakin kebingungan. Heheh.
Itulah humor Gus Dur sebagaimana dikutip dari buku
"Peci Miring" (Novel Biografi Gus Dur). Aguk Irawan Min. Javanica;
Tangerang Selatan, Banten; 2015. Semoga menghibur.


