Iklan

Latest Post


Jangan Biasakan Mendidik Anak Dengan Manja Karena Ayah Bunda Tidak Akan Selalu Ada Untuknya

Bhumi Literasi
Jumat, 25 Februari 2022, Februari 25, 2022 WIB Last Updated 2022-02-25T04:40:15Z

Sebagai orangtua perasaan tidak tega menjadi dasar yang menggerakan Ayah Bunda untuk selalu memenuhi permintaan anak tapi semua harus ada batasannya

Ayah Bunda harus waspada bahwa setiap kali Anda membelikan semua keinginan anak agar mereka berhenti merengek, maka itu berarti Anda telah membiasakan si kecil untuk bersifat manja dan tidak mandiri, kebiasaan menuruti keinginan ini akan terus terbawa ketika sikecil berusia dewasa 

"apa-apa dilayani, membuat anak tak belajarmandiri"

"apa-apa diberi membuat anak tak belajar menjadi manusia berdaya hadapi kesulitan"

" apa-apa dituruti membuat anak tak belajar kecewa dan berjuang bekalnya hadapi dunia"

Simpan tak tega kita, kelak tak mungkin kita selalu ada untuknya disepanjang jalan hidupnya.

Terus menerus membiasakan “budaya” tersebut dalam keluarga, maka Ayah Bunda telah membentuk karakter anak menjadi sosok yang tidak bisa diandalkan dan manja.

Berikut ini dampak jika Ayah Bunda selalu menuruti permintaan anak secara berlebihan

Kurang Memiliki Daya Saing

Ketika Ayah Bunda mengajarkan anak arti dari perjuangan, maka bukan tidak mungkin jika nantinya ia akan lebih menghargai proses tersebut.

Beda halnya jika Ayah Bunda membiasakan segala sesuatu yang instan pada anak, bisa jadi nantinya ia tidak memiliki daya saing yang baik.

Ia akan lebih mudah menyerah karena ia dibiasakan untuk mendapatkan sesuatu tanpa perjuangan.

Lebih Temperamen

Ketika Ayah Bunda selalu menuruti permintaan anak, maka bukan tidak mungkin jika nantinya ia akan lebih mudah marah ketika Mama tidak mengabulkan permintaannya.

Anak yang selalu dituruti permintaannya cenderung lebih egois dan berakibat buruk bagi emosionalnya.

Maka dari itu, sebelum membentuk karakter yang buruk pada dirinya, segeralah ubah metode asuh Ayah Bunda ya!

Cenderung Malas Dan Manja

Ketika Anak mengetahui bahwa dirinya akan mendapatkan segala sesuatu yang ia inginkan tanpa harus bekerja keras, maka bukan tidak mungkin jika si Kecil cenderung menjadi anak yang pemalas dan manja.

itu semua bukan salah mereka sepenuhnya! Ayah Bunda sebagai orangtualah yang harus mendidiknya untuk dapat bertahan hidup tanpa tergantung oleh orang lain, bahkan pada orangtua.

Lebih Mudah Tantrum

Ketika anak usia 1-3 tahun memang rentang mengalami tantrum. Untuk mengatasi tantrum pada anak adalah ketegasan dari ayah bunda supaya anak mengerti batasanya, Bukan berarti Ayah Bunda harus membiarkannya begitu saja atau justru selalu mengiyakan keinginannya. 

Sebaiknya saat itu Ayah Bunda segera menjelaskan padanya mengenai apa yang bisa Ayah Bunda turuti dan apa yang tidak.

Sulit Untuk Berempati

Anak yang selalu dituruti keinginannya akan selalu merasa segala sesuatu mudah untuk didapatkan, begitupun apa yang ia pikirkan pada kesulitan orang lain.

Ia akan merasa orang lain dapat dengan mudah pula mendapatkan sesuatu seperti apa yang ia rasakan. Dengan begitu, rasa empati pada dirinya pun perlahan berkurang.

Kurang Mengerti Kondisi Orangtuanya 

Lalu dampak buruk lainnya jika Ayah Bunda selalu menuruti anak maka dia bisa-bisa kurang mengerti kondisi Ayah Bunda saat susah. Karena dia terbiasa dituruti dan dimanjakan, jadi ia merasa bahwa memang begitulah ia harusnya diperlakukan, tanpa mau paham bahwa ada kalanya Ayah Bunda dalam keadaan sulit.

Nah, Itulah dampak jika Ayah Bunda selalu menuruti keinginan anak. Maka dari itu, stop menuruti keinginan anak jika memang tidak sesuai dengan kebutuhan si Kecil ya, Semoga bermanfaat bagi banyak orang

Komentar

Tampilkan