Memberikan kasih sayang pada anak merupakan hal yang wajar untuk dilakukan setiap orang tua di di dunia. Namun,memberikan kasih sayang pada anak dengan terlalu memanjakannya, justru akan memberikan dampak yang negatif bagi kepribadian maupun kehidupan anak di masa mendatang.
Dampak negatif memanjakan anak bersumber dari kebiasaan orangtua yang memberikan semua keinginan anak. Hal ini membuat anak tidak bisa belajar tentang konsep dan sikap tanggung jawab. Anak yang terbiasa dimanja akan menjadi malas, tidak termotivasi, dan juga mudah marah jika keinginannya tidak terpenuhi.
Kesusahan itu yang membentuk seseorang, yang membuatnya tahan, sementara kemudahan yang datang sebelum waktunya itu merusak. Salah satu contoh saja saat anak minta dibelikan sesuatu, ajarkan si anak jika ingin membeli sesuatu harus menabung sampai terkumpul baru si anak bisa membeli apa yang mereka inginkan. Untuk mendapatkan sesuatu diperlukan usaha, tidak ada hal yang instan di dunia ini, tidak semua hal didapat dengan mudah.
Ketika anak-anak kita berubah jadi manusia yang tak kenal nikmat sejati yaitu bahagia yang didapat setelah bersusah payah adalah rasa yang melebihi batas. Ijinkan anak kita mengalami perasaan seperti ini. Bantu mereka merasakan nikmatnya mendapatkan setelah berjuang dengan bersusah payah. ajarkan anak-anak kita untuk terbiasa dengan kehidupan, bimbing mereka menjalani prosesnya bukan hasilnya.
Bahwa tak semua yang mereka inginkan bisa mereka dapatkan, bahwa tak semua kondisi ideal, mereka harus terbiasa dengan itu. Misalnya ketika anak sudah berusaha berjuangan belajar mati-matian tapi hasil ulangan tidak sesuai harapan dan keinginan. Temani dan beritahu anak bahwa yang penting sudah berusaha dan sekali lagi yang paling penting adalah prosesnya bukan hasilnya.
Banyak orang tua berkata “Dulu aku boleh susah, anakku jangan sampai sama” tapi proses itu penting dan karakter anak terbentuk dari kesulitan-kesulitan yang pernah di alaminya.
Nah, berikut ini ulasan 5 dampak negatif dari terlalu memanjakan anak yang wajib diketahui semua orang tua.
1. Selalu tergantung dan tidak mandiri
Anak yang manja akan tergantung dengan orang tua. Hal ini disebabkan karena sosok otang tua selalu ada ketika dia membutuhkannya. Alhasil, anak pun bisa berkembang menjadi pribadi yang tidak mandiri, bahkan hingga dia dewasa. Hal ini tentu bisa menyulitkannya, baik saat masih di sekolah maupun setelah bekerja.
2. Mudah menyerah saat mengalami kegagalan
Karena tergantung dengan orang tua, anak jadi tidak pernah belajar untuk berusaha meraih keinginannya. Selain itu, karena biasanya semua yang dia mau selalu tersedia, anak bisa jadi kesulitan untuk memahami bahwa segala hal yang dia inginkan tidak bisa selalu ada.
3. Tidak mampu bertanggung jawab
Memanjakan Si Kecil sesekali memang boleh-boleh saja, Namun, jika orang tua tidak pernah menolak keinginannya dan selalu memberikan apa yang ia mau, ia akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang disiplin dan bertanggung jawab.
4. Tidak bisa bersosialisasi dengan baik
Anak yang sering dimanja oleh orang tuanya cenderung menjadi orang yang tidak peka terhadap sekelilingnya. Karena segala hal yang diinginkan selalu tersedia, anak jadi tidak bisa membayangkan atau memiliki rasa empati terhadap keadaan orang lain yang tidak seberuntung dirinya.
5. Keras kepala dan pembangkang
Bila orang tua selalu menuruti segala yang Si Kecil mau, ia bisa menjadi keras kepala dan mudah membangkang. Akhirnya ia jadi sulit untuk diatur dan suka melawan. Bahkan, bisa saja ia memukul orang tuanya atau merusak barang di sekitarnya, ketika apa yang ia inginkan tidak terpenuhi.
Nah, itulah dampak buruk terlalu menyayangi anak dengan sepenuh hati , Menyayangi anak boleh saja itu merupakan hal baik, Namun bukan berarti orang tua harus memberikan segala yang Si Kecil inginkan tanpa batasan yang jelas, karena ini justru bisa menciptakan kepribadian anak yang buruk.

