Kecerdasan emosional merupakan salah satu faktor penting yang menunjang prestasi anak, baik di sekolah maupun kariernya kelak. Oleh karena itu, orang tua perlu memahami dan melatih kecerdasan emosional anak sejak dini. Tak hanya kecerdasan intelektual (IQ) juga perlu dimiliki dan dibentuk sejak dini. Anak dengan EQ yang baik, akan lebih mudah bersosialisasi, menyelesaikan masalah, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
Sementara itu, EQ yang rendah cenderung membuat anak sulit mengendalikan emosinya, tidak mampu menjalin pertemanan, serta tidak memiliki rasa simpati dan empati kepada orang lain.
Berikut ini beberapa hal yang membantu memperkuat otak anak agar pengendalian emosinya baik
Jangan Takut Menetapkan Batas
Anak-anak itu, kata Victoria, membutuhkan batasan agar tumbuh bahagia dan sehat. Kita bisa membuatkan jadwal waktu makan, waktu tidur, atau waktu berteknologi.
Memang, menjadi orang tua itu pekerjaan yang sulit. Victoria menyarankan orang tua harus kreatif agar anak-anak mau melakukan apa yang baik bagi mereka. Anak-anak juga butuh sarapan dan makanan bergizi
Mereka perlu menghabiskan waktu di luar dan tidur pada waktu yang konsisten agar dapat datang ke sekolah untuk belajar di hari berikutnya.
Batasi Teknologi dan Tingkatkan Hubungan Emosional
Coba deh, Bun, kita batasi akses gadget anak. Saya mulai mencobanya juga nih, dengan hanya mengizinkan si kecil menonton televisi di hari libur. Nah, screen time-nya saya ganti dengan beraktivitas dengannya.
Akhirnya kami bisa lebih banyak bermain, meskipun itu cuma main perang bantal ataupun bermain peran. Selain itu anak bisa lebih ikut terlibat dalam pekerjaan rumah. Misalnya nih, saya mengajak anak untuk memasak agar aktivitasnya beragam. Percaya deh, Bun, kalau anak punya banyak kegiatan yang seru, mereka nggak akan 'mendewakan' gadget.
Biarkan Anak Menunggu Sambil Beraktivitas
Kalau anak anak bosan karena menunggu, jangan langsung memberi ponsel Bun. Entah itu di rumah, mobil, atau restoran. Sebagai gantinya, kita bisa mengajarkan anak-anak menunggu sambil mengobrol atau diskusi dan bermain.
Membuat anak menunggu itu tak apa-apa, karena ini langkah awal menuju kreativitas. Secara bertahap tingkatkan waktu tunggu antara 'Saya ingin' dan 'Saya mendapatkan'.
Ajari Anak Melakukan Pekerjaan Rumah Tangga
Melibatkan anak dalam berbagai pekerjaan rumah tangga bisa jadi sesuatu yang kita andalkan agar kegiatan anak tidak monoton. Ya, pekerjaan rumah tangga kan banyak ya. Anak bisa menyiram tanaman sambil bermain air. Anak juga bisa melipat cucian, merapikan mainan, menaruh barang belanjaan di tempatnya, mengatur meja makan, menyiapkan makan siang, merapikan tempat tidur, dan banyak lagi lainnya.
Ajarkan Keterampilan Sosial
Mengajarkan keterampilan sosial banyak caranya, Bun. Misalnya meminta anak mengambil, berbagi, belajar dari kalah atau menang, berkompromi, memuji orang lain, serta menggunakan kata 'tolong dan terima kasih'.
Itu dia pembahasan mengenai kecerdasan emosional anak penting untuk dilatih sejak dini supaya kelak menjadi sukses dalam berkarier

