Pendidikan
agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moralitas siswa di
sekolah. Salah satu guru agama yang mendapat pengakuan khusus dari
murid-muridnya adalah Ibu Hibatul Izah, S.Pd.I., S.Pd., yang mengajar di SMP
Negeri 10 Jember, Kabupaten Jember. Kehadirannya di tengah-tengah para murid selalu dirindukan dan dihormati.
Ibu
Hibatul Izah bukanlah sekadar seorang pendidik, tetapi juga seorang pencerah
dan teladan bagi siswa-siswi
yang beruntung dapat belajar di bawah bimbingannya. Dengan pengalaman mengajar
yang panjang dan kompetensinya dalam ilmu agama, beliau mampu menyampaikan
materi-materi agama dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh para siswa.
Salah
satu hal yang membuat Ibu Hibatul Izah dicintai oleh murid-muridnya adalah
ketulusan hatinya dalam membantu dan mendukung perkembangan akademis dan
kehidupan pribadi mereka. Beliau selalu siap memberikan waktu dan perhatian
ekstra untuk membantu siswa yang kesulitan dalam memahami pelajaran atau
menghadapi masalah di sekolah maupun di rumah.
Tidak
hanya itu, Ibu Hibatul Izah juga dikenal sangat peduli terhadap kesejahteraan
mental dan emosional siswanya. Di era di mana kecemasan dan stres seringkali
menimpa para pelajar, kehadiran seorang guru yang bisa menjadi tempat curhat
dan memberikan dukungan moral sangat berarti bagi perkembangan siswa secara
keseluruhan.
Selain sebagai pendidik di kelas, Ibu Hibatul Izah juga aktif dalam kegiatan-kegiatan keagamaan di sekolah. Beliau sering mengajak murid-muridnya untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial, kunjungan ke panti asuhan, serta kegiatan amal lainnya. Dengan demikian, Ibu Hibatul Izah berusaha membentuk sikap empati dan kepedulian sosial pada diri siswa, sehingga mereka tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga memiliki kepribadian yang mulia.
Keunikan
lain dari Ibu Hibatul Izah adalah cara mengajarnya yang tidak monoton dan kaku.
Beliau mampu mengintegrasikan nilai-nilai agama ke dalam kehidupan sehari-hari,
membuat pelajaran agama menjadi lebih relevan dan bermakna bagi para siswa.
Dalam proses pembelajaran, beliau tidak hanya fokus pada pemahaman teks agama,
tetapi juga mendorong siswa untuk mengaitkannya dengan kehidupan nyata.
Tak
heran jika kehadiran Ibu Hibatul Izah selalu dinantikan setiap harinya oleh
para muridnya. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, beberapa siswa yang belum
mendapat jatah pelajaran agama di hari itu, sengaja datang ke ruang kelas untuk
bertemu dan berbincang dengan Ibu Hibatul Izah.
Prestasi
sebagai seorang guru agama tidak bisa diukur semata dari seberapa banyak materi
agama yang diajarkan, tetapi lebih pada pengaruh positif yang dimiliki dan
diwariskan pada setiap siswa. Dan Ibu Hibatul Izah telah membuktikan bahwa
beliau bukan hanya sekadar guru, tetapi juga sebagai seorang panutan dan
sahabat bagi para siswa.
Dengan
adanya guru agama seperti Ibu Hibatul Izah, diharapkan para siswa di SMP Negeri
10 Jember akan tumbuh menjadi generasi penerus yang berakhlak mulia, peduli
pada sesama, dan memiliki komitmen kuat terhadap agama dan kehidupan
bermasyarakat. Semoga semakin banyak guru-guru seperti Ibu Hibatul Izah yang
hadir dalam dunia pendidikan untuk membawa perubahan positif bagi masa depan
generasi bangsa.


