Abstrak
Pentingnya implementasi nilai-nilai bela negara dalam
membentuk manusia berkarakter sangat relevan di tengah dinamika sosial dan
perkembangan zaman. Nilai-nilai seperti cinta tanah air, kesadaran berbangsa
dan bernegara, serta keyakinan pada Pancasila sebagai ideologi negara menjadi
dasar dalam membangun integritas dan moralitas individu. Esai ini membahas
bagaimana penerapan nilai bela negara dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari,
baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Meskipun ada
tantangan yang dihadapi, seperti pengaruh globalisasi dan kurangnya pemahaman
mengenai bela negara, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga,
dan masyarakat dapat membantu mengatasi hambatan tersebut. Dengan demikian,
implementasi nilai bela negara diharapkan dapat membentuk generasi yang
memiliki karakter yang kuat, bertanggung jawab, dan cinta tanah air.
Kata Kunci: Bela negara, karakter, nilai kebangsaan, integritas,
pendidikan karakter, Pancasila, cinta tanah air, globalisasi.
PENDAHULUAN
Di tengah dinamika globalisasi yang semakin kompleks,
penting bagi setiap bangsa untuk memastikan bahwa nilai-nilai kebangsaan tetap
menjadi landasan utama dalam kehidupan bermasyarakat. Indonesia, sebagai negara
yang kaya akan keberagaman, menghadapi tantangan besar untuk menjaga persatuan
dan kesatuan di tengah berbagai perbedaan. Dalam hal ini, konsep bela negara
menjadi salah satu elemen penting yang tidak hanya relevan dalam pertahanan
fisik, tetapi juga dalam membangun karakter manusia yang berintegritas,
patriotik, dan bertanggung jawab.
Nilai-nilai bela negara, seperti cinta tanah air,
kesadaran berbangsa dan bernegara, serta rela berkorban, sejatinya merupakan
fondasi dalam membentuk manusia yang berkarakter. Nilai-nilai ini mengakar pada
ideologi Pancasila yang menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia. Sayangnya,
dalam realitas kehidupan sehari-hari, penerapan nilai-nilai tersebut sering
kali belum maksimal. Banyak individu yang kurang menyadari bahwa implementasi
nilai bela negara tidak hanya berkaitan dengan tugas militer, tetapi juga dapat
diwujudkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai upaya membentuk manusia berkarakter, penerapan
nilai-nilai bela negara memerlukan peran aktif dari berbagai pihak, mulai dari
keluarga, institusi pendidikan, hingga pemerintah. Keluarga, sebagai unit
sosial terkecil, memiliki peran krusial dalam menanamkan nilai-nilai dasar bela
negara kepada anak sejak usia dini. Di sisi lain, lembaga pendidikan dapat
menjadi tempat untuk mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam kurikulum,
sehingga generasi muda dapat memahami pentingnya bela negara di era modern.
Namun, tantangan dalam mengimplementasikan nilai-nilai
bela negara tidaklah kecil. Perkembangan teknologi informasi yang pesat dan
pengaruh budaya asing sering kali menggeser nilai-nilai lokal yang seharusnya
dijunjung tinggi. Selain itu, individualisme yang semakin meningkat membuat
banyak orang cenderung mementingkan kepentingan pribadi dibandingkan
kepentingan bersama. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang terkoordinasi untuk
menjaga agar nilai-nilai bela negara tetap relevan di tengah arus perubahan zaman.
Melalui esai ini, penulis berupaya menguraikan
pentingnya implementasi nilai-nilai bela negara dalam membentuk manusia
berkarakter. Dengan membahas pengertian, relevansi, dan tantangan dalam
penerapannya, diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana
nilai-nilai tersebut dapat menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari,
sehingga mampu menciptakan masyarakat yang harmonis, berdaya saing, dan tetap
setia pada nilai-nilai kebangsaan.
PEMBAHASAN
Pengertian dan
Esensi Bela Negara
Bela negara merupakan salah satu kewajiban yang
melekat pada setiap warga negara, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang
Dasar 1945 Pasal 27 Ayat (3) yang menyatakan bahwa “setiap warga negara berhak
dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.” Pengertian lebih rinci
mengenai bela negara diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang
Pertahanan Negara, yang mendefinisikan bela negara sebagai sikap dan perilaku
warga negara yang dijiwai oleh kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dalam menjamin kelangsungan hidup
bangsa dan negara. Selain itu, dalam kebudayaan lokal, bela negara sering
dimaknai sebagai kewajiban moral untuk menjaga harmoni, memperkokoh persatuan,
dan melestarikan warisan budaya yang menjadi identitas bangsa.
Nilai-nilai utama bela negara merujuk pada lima
prinsip mendasar yang membentuk esensi dari sikap bela negara. Pertama, cinta
tanah air, yang mencerminkan penghargaan terhadap tanah air dengan menjaga
sumber daya alam, melestarikan budaya lokal, dan menghormati simbol-simbol
negara. Kedua, kesadaran berbangsa dan bernegara, yang menekankan
pentingnya memahami identitas sebagai bagian dari NKRI. Ketiga, keyakinan
pada Pancasila sebagai ideologi negara, yang menjadi dasar dalam
pengambilan keputusan dan panduan moral dalam kehidupan sehari-hari. Keempat, rela
berkorban untuk bangsa dan negara, yang tidak hanya dalam bentuk
pengorbanan jiwa di medan perang, tetapi juga dalam mendahulukan kepentingan
umum di atas kepentingan pribadi. Kelima, kemampuan awal bela negara,
yang meliputi kemampuan fisik, mental, dan intelektual untuk menghadapi
tantangan yang dapat mengancam kedaulatan bangsa.
Esensi bela negara tidak hanya terbatas pada aspek
pertahanan fisik dari ancaman militer, tetapi juga mencakup upaya menjaga
persatuan dan kesatuan bangsa melalui kontribusi positif dalam kehidupan
bermasyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, bela negara dapat diwujudkan
melalui sikap disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran akan pentingnya menjaga
kerukunan sosial. Bela negara juga mengajarkan pentingnya ketahanan mental dan
moral dalam menghadapi tantangan zaman, seperti globalisasi, radikalisme, dan
berbagai bentuk ancaman non-militer lainnya. Oleh karena itu, penguatan
nilai-nilai bela negara harus menjadi bagian integral dari pembentukan karakter
individu, demi terciptanya masyarakat yang berdaya tahan dan berdaya saing
tinggi.
Hubungan Nilai
Bela Negara dengan Pembentukan Karakter
Nilai-nilai bela negara memainkan peran penting
sebagai fondasi moralitas dan integritas individu. Bela negara tidak hanya
berbicara tentang kesiapan fisik untuk mempertahankan kedaulatan negara, tetapi
juga melibatkan nilai-nilai mendasar yang membentuk kepribadian seseorang.
Nilai-nilai seperti cinta tanah air, kesadaran berbangsa, dan rela berkorban
memberikan kerangka moral bagi individu untuk memahami tanggung jawabnya
sebagai bagian dari komunitas yang lebih besar. Dengan menanamkan nilai-nilai
ini, seseorang dapat menjadi pribadi yang tidak hanya mementingkan kepentingan
pribadi, tetapi juga memiliki komitmen untuk memberikan kontribusi positif
kepada bangsa dan negara.
Keterkaitan nilai-nilai bela negara dengan pendidikan
karakter terlihat jelas dalam penerapan prinsip-prinsip seperti disiplin,
tanggung jawab, dan gotong royong. Disiplin yang diajarkan melalui bela negara
membantu individu untuk menghargai waktu, mematuhi aturan, dan menjalankan
tugas dengan penuh dedikasi. Tanggung jawab, sebagai nilai inti bela negara,
mendorong individu untuk memahami dan melaksanakan perannya dalam masyarakat,
baik dalam skala kecil seperti keluarga maupun dalam skala besar seperti negara.
Sementara itu, gotong royong, yang mencerminkan semangat kebersamaan,
menanamkan pentingnya bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama, terutama
dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Penerapan nilai-nilai bela negara dalam pendidikan
karakter juga memberikan dampak yang luas dalam kehidupan sehari-hari. Individu
yang memiliki karakter berbasis nilai bela negara cenderung menjadi lebih
adaptif terhadap tantangan zaman, seperti globalisasi dan perubahan sosial yang
cepat. Mereka juga lebih mampu menjaga harmoni dalam hubungan sosial,
mengutamakan dialog dalam menyelesaikan konflik, serta berperan aktif dalam
memajukan masyarakat. Dengan demikian, nilai-nilai bela negara bukan hanya sekedar
konsep abstrak, melainkan elemen kunci yang membentuk karakter individu yang
tangguh, berintegritas, dan bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara.
Implementasi Nilai
Bela Negara dalam Kehidupan Sehari-hari
Implementasi nilai bela negara dimulai dari lingkungan
keluarga sebagai unit terkecil masyarakat. Keluarga memiliki peran strategis
dalam menanamkan rasa cinta tanah air kepada anak-anak sejak dini. Hal ini
dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana, seperti memperkenalkan lagu-lagu
kebangsaan, mengenalkan sejarah perjuangan bangsa, serta mengajarkan
penghargaan terhadap simbol-simbol negara seperti bendera dan Pancasila. Orang
tua juga dapat menjadi teladan dengan menunjukkan rasa hormat kepada budaya lokal,
menjaga keutuhan lingkungan, dan membangun rasa bangga terhadap identitas
kebangsaan. Dengan pendekatan ini, anak-anak akan tumbuh menjadi individu yang
mencintai tanah airnya dan memahami pentingnya menjaga persatuan bangsa.
Di lingkungan sekolah, nilai-nilai bela negara dapat
diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan untuk memperkuat kesadaran kebangsaan
di kalangan generasi muda. Guru sebagai pendidik memiliki peran penting dalam
mengajarkan nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan gotong royong
melalui pembelajaran di kelas maupun kegiatan ekstrakurikuler. Program seperti
upacara bendera, peringatan hari nasional, dan pendidikan sejarah menjadi
sarana efektif untuk menanamkan semangat bela negara kepada siswa. Selain itu,
kegiatan kepemimpinan dan kerja sama dalam organisasi sekolah, seperti OSIS
atau pramuka, juga dapat menjadi media untuk mengembangkan karakter kebangsaan
dan memperkuat rasa solidaritas.
Dalam masyarakat, implementasi nilai bela negara dapat
diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan budaya. Individu
dapat menunjukkan rasa cinta tanah air dengan ikut serta dalam kegiatan gotong
royong, pelestarian budaya lokal, serta menjaga lingkungan tempat tinggal.
Keterlibatan dalam kegiatan seperti pengajian, karang taruna, atau bakti sosial
juga memperkuat solidaritas sosial dan memperkokoh rasa persatuan di tengah
masyarakat yang majemuk. Lebih dari itu, kontribusi kecil seperti membantu
sesama, menghormati perbedaan, dan mematuhi peraturan yang berlaku menunjukkan
bahwa nilai bela negara dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan
sehari-hari. Dengan cara ini, masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga
harmoni dan keutuhan bangsa.
Tantangan dalam
Mewujudkan Manusia Berkarakter
Salah satu tantangan utama dalam mewujudkan manusia
berkarakter adalah pengaruh globalisasi yang semakin mendalam, yang sering kali
disertai dengan meningkatnya individualisme. Globalisasi membawa arus
informasi, budaya, dan gaya hidup dari berbagai penjuru dunia, yang tidak
selalu selaras dengan nilai-nilai lokal dan kebangsaan. Akibatnya, banyak
individu, terutama generasi muda, yang lebih terpengaruh oleh budaya asing
daripada nilai-nilai yang diwariskan oleh nenek moyang mereka. Individualisme
yang berkembang pesat juga memicu sikap mementingkan diri sendiri dan
mengabaikan kepentingan bersama. Kondisi ini dapat menggerus rasa solidaritas,
gotong royong, dan komitmen terhadap nilai-nilai bela negara yang seharusnya
menjadi landasan moral kehidupan bermasyarakat.
Selain itu, kurangnya pemahaman dan kesadaran tentang
pentingnya bela negara juga menjadi kendala signifikan. Banyak masyarakat yang
menganggap bela negara hanya terkait dengan aspek militer, sehingga nilai-nilai
ini sering diabaikan dalam kehidupan sehari-hari. Minimnya pengetahuan tentang
sejarah perjuangan bangsa dan pentingnya mempertahankan kedaulatan negara
membuat generasi muda kurang menghargai nilai-nilai kebangsaan. Kondisi ini
diperparah dengan kurangnya sosialisasi dan pendidikan formal yang efektif
dalam menanamkan nilai-nilai bela negara, baik di lingkungan keluarga, sekolah,
maupun masyarakat. Akibatnya, upaya membentuk manusia berkarakter yang memahami
pentingnya bela negara menjadi kurang maksimal.
Mengatasi tantangan-tantangan ini memerlukan sinergi
antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, hingga
masyarakat. Pemerintah dapat mengambil peran melalui kebijakan yang mendukung
penguatan nilai-nilai kebangsaan, seperti program bela negara yang inklusif dan
relevan dengan perkembangan zaman. Di sisi lain, keluarga dan sekolah perlu
menjadi tempat pertama untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya bela negara
sejak usia dini. Melalui kerja sama yang terintegrasi, tantangan globalisasi
dan individualisme dapat dihadapi, dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya
bela negara dapat ditingkatkan. Dengan demikian, manusia berkarakter yang
memiliki integritas dan komitmen terhadap bangsa dapat tercipta meskipun di
tengah dinamika perubahan zaman.
PENUTUP
Kesimpulan
Nilai-nilai bela negara memiliki peran penting dalam
membentuk manusia berkarakter yang berintegritas, patriotik, dan bertanggung
jawab. Dengan menjadikan cinta tanah air, kesadaran berbangsa, rela berkorban,
dan keyakinan pada Pancasila sebagai pedoman, setiap individu dapat
berkontribusi dalam menjaga keutuhan bangsa. Implementasi nilai-nilai ini dapat
dimulai dari lingkungan terkecil, seperti keluarga, hingga ke sekolah dan
masyarakat, dengan menanamkan disiplin, tanggung jawab, serta semangat gotong
royong.
Namun, berbagai tantangan seperti pengaruh
globalisasi, individualisme, dan kurangnya pemahaman tentang bela negara
memerlukan perhatian serius. Sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan,
masyarakat, dan pemerintah menjadi kunci utama dalam menghadapi hambatan ini.
Dengan pendekatan yang terintegrasi, nilai-nilai bela negara dapat ditanamkan
secara efektif sehingga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Melalui pemahaman dan penerapan nilai-nilai bela
negara, Indonesia dapat menciptakan generasi yang tidak hanya tangguh
menghadapi tantangan zaman, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk
mempertahankan persatuan, keutuhan, dan kedaulatan bangsa.
Saran
Untuk mengoptimalkan penerapan nilai-nilai bela negara
dalam membentuk manusia berkarakter, diperlukan upaya bersama dari berbagai
elemen masyarakat.
Keluarga perlu menjadi tempat pertama untuk menanamkan nilai-nilai bela negara
sejak dini. Orang tua dapat mengenalkan pentingnya cinta tanah air melalui
cerita sejarah, simbol-simbol kebangsaan, dan kegiatan sederhana seperti
menyanyikan lagu kebangsaan atau menghormati bendera. Dengan teladan yang baik
dari orang tua, anak akan lebih mudah memahami dan menghayati nilai-nilai
kebangsaan.
Sekolah harus mengintegrasikan pendidikan bela negara
ke dalam kurikulum, baik melalui mata pelajaran formal seperti PPKn (Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan) maupun melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti
pramuka, upacara bendera, dan peringatan hari nasional. Guru juga perlu dilatih
untuk menyampaikan materi bela negara dengan cara yang menarik dan relevan
dengan kehidupan siswa.
Pemerintah perlu memperluas program bela negara yang
inklusif dan berkesinambungan, seperti pelatihan kebangsaan dan kampanye cinta
tanah air yang melibatkan semua lapisan masyarakat. Di sisi lain, masyarakat
dapat berkontribusi dengan menciptakan lingkungan yang mendukung semangat
kebersamaan dan gotong royong, seperti melalui kegiatan sosial dan budaya yang
memperkuat solidaritas nasional. Dengan langkah-langkah tersebut, nilai-nilai
bela negara tidak hanya menjadi teori, tetapi juga menjadi bagian integral dari
kehidupan sehari-hari, sehingga mampu menciptakan individu yang berkarakter
kuat dan masyarakat yang harmonis serta tangguh menghadapi tantangan zaman.
DAFTAR PUSTAKA
Aryani, E. D., Fadjrin, N., Azzahro, T. A., &
Fitriono, R. A. (2022). Implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan
karakter. Gema Keadilan, 9(3), 186-198.
Damanhuri, D., Bahrudin, F. A., Legiani, W. H., &
Rahman, I. N. (2016). Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Upaya
Pembangunan Karakter Bangsa. Untirta Civic Education Journal, 1(2).
Hidayat, S. I. (2020). Implementasi Nilai-Nilai
Pancasila di Perguruan Tinggi Melalui Pemberian Mata Kuliah Pendidikan Bela
Negara. Jurnal UPN “Veteran” Jawa Timur.
Kristiani, R. N. (2022). Membangun Sikap Bela Negara
dengan Nilai Pancasila dalam Ruang Lingkup Masyarakat Masa Kini. Jurnal
Pancasila dan Bela Negara, 2(2).
Perdana, I. A. Upaya Penanaman Nilai-Nilai Bela Negara
Dalam Meningkatkan Nasionalisme Generasi Muda Menghadapi Ancaman Strategis
Global. Bersama Bela Negara, 69.
Rulyansah, A., Wardana, L. A., & Sari, I. N.
(2018). Idealisasi Ideologi Pancasila untuk Pencegahan Radikalisme
melalui Aktivitas Bela Negara pada PK2MABA Universitas Panca Marga (Doctoral
dissertation, State University of Malang).
Sari, W. A., & Lian, B. (2017). Menjadikan Mata
Kuliah Pendidikan Pancasila Sebagai Media Penanaman Nilai-Nilai Bela
Negara. JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi
Pendidikan), 2(2), 303-313.
Sari, Y. P. (2019). Peranan Kegiatan
Ekstrakurikuler Pramuka dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Bela Negara Peserta
Didik (Studi Kasus Pada Ekstrakurikuler Pramuka di SMPN 1 Tirtamulya Kab.
Karawang) (Doctoral dissertation, Fkip Unpas).
Umra, S. I. (2019). Penerapan konsep bela negara, nasionalisme atau militerisasi warga negara. Lex Renaissance, 4(1), 164-178.

