Iklan

Latest Post


SDM Unggul Tingkatkan Kewaspadaan Dini

Bhumi Literasi
Jumat, 17 Januari 2025, Januari 17, 2025 WIB Last Updated 2025-01-17T12:31:05Z

Abstrak

Peningkatan kewaspadaan dini merupakan langkah penting untuk menghadapi berbagai ancaman yang dapat berdampak negatif pada masyarakat, organisasi, atau negara. Salah satu kunci utama untuk mencapai kewaspadaan dini yang efektif adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. SDM unggul memiliki kompetensi analisis yang tinggi, kemampuan pengambilan keputusan yang tepat, serta kemampuan untuk memanfaatkan teknologi guna mendeteksi ancaman secara real-time. Namun, terdapat sejumlah tantangan dalam mewujudkan SDM unggul, antara lain kurangnya pelatihan yang efektif, keterbatasan sumber daya, dan budaya yang kurang mendukung kewaspadaan dini. Untuk itu, solusi yang dapat diimplementasikan antara lain peningkatan pendidikan dan pelatihan, penyediaan teknologi yang mendukung, serta perubahan budaya masyarakat yang lebih peduli terhadap potensi ancaman. Dengan upaya ini, diharapkan tercipta SDM yang tidak hanya kompeten dalam pekerjaan mereka, tetapi juga tanggap dalam menghadapi ancaman, sehingga kewaspadaan dini dapat terwujud secara maksimal.

Kata Kunci: Sumber Daya Manusia Unggul, Kewaspadaan Dini, Pelatihan, Teknologi, Budaya Kewaspadaan, Analisis Ancaman

 

PENDAHULUAN

Dalam menghadapi dinamika dunia yang semakin kompleks, peran sumber daya manusia (SDM) menjadi sangat krusial. Keberhasilan suatu negara atau organisasi tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur atau teknologi yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas dan kemampuan individu yang ada di dalamnya. SDM yang unggul, yang memiliki keterampilan, pengetahuan, serta integritas yang tinggi, memiliki potensi untuk menghadapi dan mengatasi berbagai tantangan yang datang. Salah satu tantangan yang semakin relevan adalah pentingnya kewaspadaan dini, yaitu kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengantisipasi ancaman atau risiko yang mungkin muncul di masa depan.

Kewaspadaan dini bukan hanya sekedar kewajiban dalam mengantisipasi bencana alam, namun juga dalam aspek lain seperti krisis ekonomi, potensi ancaman keamanan, dan perubahan sosial yang cepat. Oleh karena itu, penting untuk memiliki SDM yang tidak hanya terampil dalam bidangnya, tetapi juga peka terhadap situasi yang berkembang di sekitarnya. SDM unggul dapat menjadi faktor utama dalam meningkatkan kewaspadaan dini, karena mereka memiliki kemampuan untuk berpikir kritis, cepat dalam mengambil keputusan, serta mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan.

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana SDM yang unggul dapat berperan dalam meningkatkan kewaspadaan dini, baik dalam konteks individu, organisasi, maupun negara. Dengan memahami peran dan pentingnya SDM dalam kewaspadaan dini, diharapkan kita dapat merancang strategi yang lebih baik untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks di masa depan.

 

PEMBAHASAN

Pengertian SDM Unggul

Sumber daya manusia (SDM) unggul merupakan individu yang memiliki kualitas tinggi dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam dunia kerja, sosial, maupun dalam mengelola tantangan yang ada. SDM unggul tidak hanya dilihat dari kemampuan teknis semata, tetapi juga dari aspek non-teknis seperti integritas, kecerdasan emosional, dan kemampuan untuk beradaptasi dalam situasi yang berubah dengan cepat. Definisi ini mengacu pada individu yang memiliki kemampuan untuk berkontribusi secara maksimal, baik secara pribadi maupun dalam organisasi, dengan berfokus pada pencapaian tujuan jangka panjang yang lebih besar. Kompetensi teknis dan kepemimpinan yang baik menjadi fondasi utama bagi SDM yang unggul, yang mampu menjalankan peranannya dengan efektif dalam segala situasi.

Karakteristik SDM unggul mencakup berbagai aspek penting yang membentuk keunggulan individu tersebut. Salah satunya adalah kemampuan berpikir kritis, yaitu kemampuan untuk menganalisis suatu masalah dengan mendalam, mempertimbangkan berbagai perspektif, dan menghasilkan solusi yang inovatif. Selain itu, kepemimpinan yang baik juga menjadi ciri utama SDM unggul, di mana individu mampu memimpin tim, menginspirasi orang lain, serta mengambil keputusan yang bijaksana demi kepentingan bersama. Kemampuan komunikasi yang efektif, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan, juga merupakan kualitas yang mendukung kesuksesan individu dalam berbagai situasi, terutama di lingkungan yang membutuhkan kolaborasi. Pengetahuan yang luas, baik itu dalam bidang khusus maupun pengetahuan umum juga sangat mendukung keunggulan SDM, memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan zaman.

Dengan karakteristik-karakteristik tersebut, SDM unggul bukan hanya sekedar pekerja yang kompeten, tetapi juga menjadi pemimpin yang dapat mempengaruhi lingkungan di sekitarnya dengan cara yang positif. Mereka tidak hanya mampu mengerjakan tugas yang diberikan, tetapi juga dapat memperkirakan perubahan yang akan datang dan bertindak proaktif. Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan yang cepat juga sangat penting, terutama dalam menghadapi tantangan global yang penuh ketidakpastian. Oleh karena itu, menciptakan dan mengembangkan SDM unggul merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting untuk kemajuan suatu negara atau organisasi, khususnya dalam meningkatkan kewaspadaan dini terhadap berbagai ancaman yang mungkin muncul.

 

Kewaspadaan Dini

Kewaspadaan dini dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mendeteksi dan mengenali potensi ancaman atau risiko yang dapat terjadi di masa depan, sehingga tindakan pencegahan atau mitigasi dapat dilakukan sebelum ancaman tersebut berkembang menjadi masalah besar. Proses ini melibatkan pemantauan yang terus-menerus terhadap berbagai indikator atau tanda-tanda yang mengarah pada risiko tertentu, baik dalam bencana alam, perubahan sosial, krisis ekonomi, maupun ancaman lainnya. Dengan kewaspadaan dini, individu atau organisasi dapat melakukan evaluasi lebih cepat dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengurangi dampak negatif yang mungkin timbul. Kewaspadaan dini juga berfungsi untuk mempersiapkan sumber daya yang diperlukan untuk merespons situasi dengan lebih efektif dan efisien.

Pentingnya kewaspadaan dini tidak dapat dipandang sebelah mata, terutama dalam menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian dan ancaman yang semakin kompleks. Salah satu manfaat utamanya adalah kemampuan untuk mencegah kerugian yang lebih besar. Misalnya, dalam kasus bencana alam, deteksi dini terhadap potensi gempa bumi, tsunami, atau banjir dapat menyelamatkan banyak nyawa dan mengurangi kerusakan properti. Begitu pula dalam dunia ekonomi, kewaspadaan dini terhadap tanda-tanda krisis finansial dapat membantu negara atau perusahaan untuk mempersiapkan langkah-langkah antisipasi, seperti penguatan cadangan keuangan atau diversifikasi risiko, sehingga kerugian yang terjadi bisa diminimalkan. Tanpa kewaspadaan dini, banyak ancaman yang dapat berkembang menjadi krisis besar yang sulit diatasi.

Kewaspadaan dini juga berperan penting dalam mempersiapkan langkah mitigasi yang tepat. Dalam banyak situasi, kecepatan dalam merespons ancaman sangat menentukan seberapa besar dampak yang ditimbulkan. Ketika risiko telah dikenali sejak awal, berbagai pihak dapat merencanakan tindakan mitigasi dengan lebih matang dan komprehensif. Dalam organisasi, misalnya, kewaspadaan dini memungkinkan untuk pengalokasian sumber daya yang lebih efektif, termasuk pelatihan bagi staf atau penyediaan teknologi yang dapat membantu dalam situasi darurat. Begitu pula dalam masyarakat atau negara, kewaspadaan dini dapat mempercepat pembentukan kebijakan yang proaktif, seperti penyusunan peraturan yang dapat mengurangi risiko kerusakan akibat bencana atau ancaman lainnya. Dengan demikian, kewaspadaan dini bukan hanya soal pengenalan masalah, tetapi juga tentang kesiapan dalam menghadapi dan mengelola potensi ancaman tersebut.

 

Peran SDM Unggul dalam Meningkatkan Kewaspadaan Dini

SDM yang unggul memiliki kemampuan analisis dan pengambilan keputusan yang sangat penting dalam meningkatkan kewaspadaan dini. Dalam menghadapi situasi yang tidak pasti, kemampuan untuk menganalisis berbagai faktor yang berpotensi menimbulkan risiko atau ancaman adalah kunci utama. SDM unggul dapat memproses informasi yang ada, menilai relevansinya, serta mengidentifikasi pola atau tanda-tanda yang dapat menunjukkan adanya ancaman. Mereka mampu melihat lebih jauh dari sekedar gejala yang muncul dan merumuskan prediksi atau proyeksi yang akurat. Kecepatan dalam pengambilan keputusan juga sangat penting, terutama ketika situasi berkembang dengan cepat. SDM yang terlatih akan tahu kapan harus bertindak dan mengarahkan sumber daya yang ada untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi, sehingga mengurangi kerugian yang lebih besar di masa depan.

Selain kemampuan analisis dan pengambilan keputusan, pemanfaatan teknologi dan informasi juga merupakan aspek penting yang memungkinkan SDM unggul untuk meningkatkan kewaspadaan dini. Dalam dunia yang semakin terhubung, data dan informasi sangat berlimpah, dan teknologi menjadi alat yang vital untuk mengolah informasi tersebut secara cepat dan akurat. SDM yang unggul memanfaatkan berbagai teknologi modern, seperti perangkat lunak analitik, sensor canggih, atau sistem pemantauan yang dapat memberikan data real-time mengenai potensi ancaman. Misalnya, dalam bidang kesehatan, teknologi seperti sistem peringatan dini berbasis data dapat digunakan untuk mendeteksi tanda-tanda awal dari penyakit menular. Di sektor keamanan, penggunaan kecerdasan buatan untuk menganalisis pola perilaku dapat membantu mengidentifikasi ancaman terorisme atau kejahatan. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi yang tepat akan mempercepat proses deteksi dan meningkatkan kemampuan untuk merespons ancaman secara lebih efektif.

Pendidikan dan pelatihan juga berperan penting dalam membekali SDM unggul dengan pengetahuan serta keterampilan yang dibutuhkan untuk mendeteksi potensi ancaman dan menghadapinya dengan langkah antisipatif. Melalui pelatihan yang intensif, SDM dapat dilatih untuk mengenali berbagai jenis ancaman, baik yang bersifat fisik seperti bencana alam, maupun yang bersifat sosial atau ekonomi. Selain itu, pendidikan yang mencakup aspek kewaspadaan dini juga akan meningkatkan kesadaran dan keterampilan untuk merespons ancaman dengan cepat dan tepat. Pelatihan berbasis simulasi atau latihan darurat sering kali menjadi metode yang efektif dalam mempersiapkan individu untuk menghadapi berbagai skenario krisis. Dengan adanya pengetahuan dan keterampilan ini, SDM unggul tidak hanya dapat merespons situasi darurat dengan lebih baik, tetapi juga memiliki kapasitas untuk memimpin dan mengarahkan orang lain dalam menghadapi ancaman. Oleh karena itu, pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan menjadi investasi penting dalam pengembangan SDM yang dapat meningkatkan kewaspadaan dini di berbagai sektor.

 

Implementasi SDM Unggul dalam Kewaspadaan Dini

Di sektor kesehatan, peran tenaga medis yang unggul sangat penting dalam mendeteksi dini penyakit atau wabah yang dapat berkembang menjadi pandemi. Tenaga medis yang terlatih memiliki kemampuan untuk mengenali gejala awal penyakit yang dapat menular atau berkembang dengan cepat. Contohnya, dalam menghadapi wabah COVID-19, tenaga medis di berbagai negara menggunakan teknologi pemantauan dan sistem informasi kesehatan untuk mendeteksi penyebaran virus sejak tahap awal. Dengan kewaspadaan tinggi dan pengetahuan yang mendalam, para tenaga medis dapat mengidentifikasi pola penyebaran penyakit, memberikan perawatan yang tepat kepada pasien yang terinfeksi, dan mengimbau langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk menghindari penyebaran lebih lanjut. Keberhasilan dalam deteksi dini ini tidak hanya bergantung pada keterampilan individu, tetapi juga pada kerjasama tim medis yang solid, serta dukungan teknologi yang memadai.

Di sektor keamanan, SDM yang unggul memiliki kemampuan untuk mencegah ancaman terorisme atau kejahatan berkat kewaspadaan yang tinggi. Petugas keamanan yang terlatih, termasuk polisi, intelijen, dan pasukan khusus, memiliki kemampuan untuk mengenali pola ancaman yang mungkin tidak terlihat oleh orang biasa. Misalnya, mereka dapat mengidentifikasi tanda-tanda potensi serangan teror melalui pemantauan perilaku mencurigakan, penggunaan teknologi pengawasan, serta analisis data intelijen yang menunjukkan adanya potensi ancaman. Keberhasilan dalam mencegah terorisme seringkali bergantung pada kemampuan para petugas untuk bertindak dengan cepat setelah mengenali tanda-tanda ancaman, serta kemampuan mereka untuk mengkoordinasikan upaya pencegahan dengan instansi terkait. Dengan kewaspadaan yang tinggi, SDM unggul di sektor ini dapat mengurangi risiko dan menyelamatkan nyawa dengan mengambil langkah-langkah preventif yang tepat.

Di sektor ekonomi, SDM yang unggul juga memainkan peran penting dalam memprediksi krisis ekonomi dan mengambil langkah-langkah preventif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan. Ekonom, analis pasar, dan pengambil kebijakan yang berkompeten dapat membaca tren pasar, mengidentifikasi ketidakstabilan finansial, dan membuat prediksi mengenai potensi resesi atau krisis ekonomi. Misalnya, dalam kasus krisis finansial global 2008, beberapa ekonom dan analis telah memperingatkan tentang potensi keruntuhan sistem keuangan sebelum dampaknya dirasakan secara luas. Berkat kewaspadaan dini mereka, negara dan lembaga keuangan di beberapa tempat dapat mengambil langkah-langkah mitigasi, seperti mempersiapkan paket stimulus atau menstabilkan pasar keuangan. SDM yang unggul di sektor ekonomi, dengan kemampuan mereka untuk membaca dinamika pasar dan merespons dengan kebijakan yang sesuai, memainkan peran vital dalam mengurangi kerugian yang dapat ditimbulkan oleh krisis tersebut. Sebagai contoh, mereka dapat mencegah krisis yang lebih parah dengan menstabilkan sektor keuangan atau mengalihkan investasi ke sektor yang lebih aman.

 

Tantangan dalam Mewujudkan SDM Unggul untuk Kewaspadaan Dini

Salah satu tantangan utama dalam mewujudkan SDM unggul untuk kewaspadaan dini adalah kurangnya pelatihan yang efektif. Meskipun penting, banyak organisasi atau institusi yang belum sepenuhnya menyadari pentingnya pelatihan yang terfokus pada kewaspadaan dini. Pelatihan yang diberikan seringkali hanya mencakup keterampilan teknis tanpa memperhatikan aspek penting lainnya seperti deteksi dini ancaman atau kemampuan untuk bertindak cepat dalam situasi darurat. Selain itu, pelatihan yang ada seringkali bersifat umum dan tidak mencakup skenario spesifik yang dapat terjadi dalam kondisi tertentu, seperti bencana alam, wabah penyakit, atau krisis ekonomi. Oleh karena itu, untuk memastikan SDM yang unggul dalam kewaspadaan dini, diperlukan pelatihan yang lebih terstruktur dan berbasis situasional, yang mengajarkan individu untuk mengenali ancaman sejak dini dan mengembangkan respons yang efektif.

Keterbatasan sumber daya juga menjadi tantangan besar dalam mewujudkan SDM unggul untuk kewaspadaan dini. Banyak institusi, baik di sektor publik maupun swasta, yang kesulitan menyediakan fasilitas dan dana yang memadai untuk pengembangan SDM berkualitas. Pelatihan dan pengembangan SDM membutuhkan investasi yang tidak sedikit, baik dari segi waktu, biaya, maupun tenaga. Di beberapa negara atau perusahaan, keterbatasan anggaran sering kali menghalangi upaya untuk meningkatkan kualitas SDM, terutama dalam hal pelatihan kewaspadaan dini yang memerlukan peralatan canggih atau teknologi terbaru. Tanpa adanya sumber daya yang memadai, sulit untuk memberikan pendidikan dan pelatihan yang cukup bagi seluruh tenaga kerja, apalagi jika dihadapkan pada ancaman global yang memerlukan kewaspadaan pada tingkat yang lebih tinggi.

Selain itu, budaya yang kurang mendukung juga menjadi hambatan dalam menciptakan SDM unggul untuk kewaspadaan dini. Dalam banyak masyarakat, kewaspadaan dini belum menjadi bagian dari budaya kolektif. Banyak individu atau organisasi yang cenderung menganggap kewaspadaan dini sebagai hal yang tidak penting hingga ancaman yang nyata muncul. Budaya yang mengutamakan reaktif daripada proaktif seringkali menyebabkan kesiapsiagaan rendah dalam menghadapi situasi darurat. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan perubahan paradigma dalam masyarakat, di mana kewaspadaan dini dihargai dan dijadikan bagian integral dari budaya kerja serta kehidupan sehari-hari. Upaya untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kewaspadaan dini melalui kampanye pendidikan dan kebijakan yang mendukung menjadi sangat penting untuk menciptakan budaya yang lebih responsif dan adaptif terhadap berbagai ancaman yang mungkin timbul di masa depan.

 

Solusi dan Rekomendasi

Peningkatan pendidikan dan pelatihan menjadi langkah pertama yang perlu diambil untuk meningkatkan kewaspadaan dini dalam masyarakat dan organisasi. Pemerintah dan perusahaan harus bekerja sama dalam merancang kurikulum pelatihan yang lebih spesifik dan berbasis kebutuhan untuk mengembangkan kemampuan analisis, deteksi, dan respons terhadap ancaman. Pelatihan kewaspadaan dini harus mencakup berbagai sektor, seperti kesehatan, keamanan, dan ekonomi, serta dilaksanakan secara berkala untuk memastikan SDM selalu siap menghadapi tantangan terbaru. Dengan memberikan pelatihan yang sesuai dengan situasi dan kondisi yang mungkin terjadi, SDM akan lebih peka terhadap tanda-tanda potensi ancaman, serta mampu mengambil tindakan cepat dan tepat dalam meresponsnya. Pemerintah juga dapat bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan pelatihan profesional untuk menciptakan program khusus yang melatih generasi muda agar lebih sadar dan siap dalam menghadapi ancaman yang ada.

Selain itu, penyediaan teknologi yang mendukung kewaspadaan dini juga merupakan solusi yang sangat penting. Di era digital saat ini, teknologi dapat membantu memantau ancaman secara real-time dan menyediakan data yang dibutuhkan untuk analisis yang lebih akurat. Teknologi seperti sensor, sistem pemantauan satelit, serta perangkat lunak analitik berbasis kecerdasan buatan (AI) dapat digunakan untuk memprediksi dan mengidentifikasi potensi ancaman di berbagai sektor. Misalnya, di sektor kesehatan, penggunaan teknologi untuk memantau wabah penyakit atau dalam sektor keamanan, teknologi pengawasan canggih dapat membantu mengidentifikasi pola kejahatan atau terorisme. Pemerintah dan sektor swasta perlu berinvestasi dalam infrastruktur teknologi yang memadai dan memastikan bahwa akses terhadap alat pemantauan dan analisis ini tersedia untuk semua pihak yang terlibat dalam kewaspadaan dini. Hal ini akan mempercepat deteksi ancaman dan memungkinkan respons yang lebih efektif.

Penting juga untuk mengubah budaya masyarakat terkait kewaspadaan dini. Banyak individu yang masih kurang peka terhadap potensi ancaman di sekitar mereka, sehingga pendekatan budaya yang proaktif perlu diterapkan. Pendidikan masyarakat melalui kampanye kesadaran dan informasi yang jelas tentang pentingnya kewaspadaan dini dapat membantu membangun budaya kolektif yang lebih peduli terhadap potensi risiko. Program edukasi ini harus dimulai dari tingkat dasar, dengan fokus pada pengembangan pola pikir yang mampu melihat ancaman sejak dini dan mendorong tindakan preventif. Selain itu, masyarakat juga perlu dilibatkan dalam simulasi dan latihan kewaspadaan untuk meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi berbagai situasi darurat. Dengan menciptakan budaya kewaspadaan dini, tidak hanya individu yang diuntungkan, tetapi juga organisasi dan negara secara keseluruhan akan menjadi lebih siap dalam menghadapi berbagai ancaman yang mungkin timbul.

 

KESIMPULAN

SDM unggul memegang peranan penting dalam meningkatkan kewaspadaan dini terhadap berbagai ancaman yang dapat muncul di masa depan. Dengan kemampuan analisis yang baik, pemanfaatan teknologi, serta pendidikan dan pelatihan yang tepat, SDM dapat mengidentifikasi dan merespons potensi risiko dengan cepat dan efektif. Namun, tantangan dalam mewujudkan SDM unggul tersebut tidak sedikit, mulai dari kurangnya pelatihan yang efektif, keterbatasan sumber daya, hingga budaya yang kurang mendukung kewaspadaan dini. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kewaspadaan dini, diperlukan langkah-langkah konkret seperti peningkatan pendidikan dan pelatihan, penyediaan teknologi yang mendukung, dan perubahan budaya masyarakat yang lebih peduli terhadap potensi ancaman di sekitar mereka.

Solusi dan rekomendasi yang diusulkan, seperti pelatihan yang lebih terfokus dan berbasis kebutuhan, investasi dalam teknologi yang dapat memantau ancaman secara real-time, serta upaya edukasi untuk membangun budaya kewaspadaan dini, dapat menjadi langkah strategis untuk menghadapi tantangan tersebut. Keberhasilan dalam implementasi solusi-solusi ini akan bergantung pada kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, serta masyarakat secara keseluruhan. Dengan melibatkan semua pihak, kita dapat menciptakan SDM yang tidak hanya unggul dalam keterampilan teknis, tetapi juga tanggap dan siap menghadapi berbagai ancaman dengan kewaspadaan yang tinggi.

Secara keseluruhan, menciptakan SDM yang unggul dalam kewaspadaan dini bukanlah tugas yang mudah, namun merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi kelangsungan dan kemajuan suatu negara atau organisasi. Dengan komitmen untuk terus mengembangkan kualitas SDM, menyediakan sumber daya yang memadai, serta memperkuat budaya kewaspadaan, kita dapat memastikan kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi segala tantangan yang mungkin timbul di masa depan.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Dharmayanda, H. R., & Hidayatullah, M. (2020, July). INOVASI STRATEGI PENINGKATAN SEMANGAT BELA NEGARA DAN FUNGSI KEWASPADAAN DINI DAERAH PADA BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KABUPATEN SUMBAWA BARAT. In Prosiding Seminar Nasional Manajemen Inovasi (Vol. 1, No. 001, July, pp. 66-84).

Fasya, A. H. Z., Adriansyah, A. A., & Handayani, D. (2020). Evaluasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons Demam Berdarah Dengue Menggunakan Modifikasi Malcolm Baldrige di Kabupaten Trenggalek. Medical Technology and Public Health Journal4(2), 109-120.

Handayani, A. (2023). Pelaksanaan Deteksi Dan Cegah Dini Dalam Pencegahan Radikalisme Oleh Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Di Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat (Doctoral dissertation, IPDN).

Humairoh, F., Yolifi, F. W., Anggraini, N., Azzahra, D., Septiawan, R., Fitri, S. N., ... & Rahmadian, I. F. (2022). Upaya Pencegahan Stunting melalui Sosialisasi dan Pembagian Poster ke Posyandu dan Puskesmas. COMSEP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat3(3), 321-325.

Noviana, A. C., Sakri, B. M., Dunda, K. M., Baroroh, J., Ningsih, A. A., Saputra, A. G., ... & Gladys, R. (2024, October). Meningkatkan Kewaspadaan Dini Terhadap Mpox Melalui Pengamatan Kualitas Sirkulasi Udara Ruang Belajar. In Prosiding Seminar Nasional Kusuma (Vol. 2, pp. 432-436).

Octaviani, T. R., & Permana, Y. F. (2024). Pengaruh Disiplin Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai Pada Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kota Cimahi. JEMSI (Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi)10(3), 2036-2040.

Putri, S. Y. (2021). Implementasi Program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) Pada Kasus Stunting Di Indonesia. Jurnal PIR: Power in International Relations5(2), 163-174.

Setyanusa, B., Muspita, N. C., & Susilo, E. A. (2024). Peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dalam Penanganan Konflik Sosial di Kota Blitar. Transgenera: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Humaniora1(1), 1-16.

Wigunawanti, R. A. (2022). Gambaran Pelaksanaan Surveilans Migrasi Sebagai Sistem Kewaspadaan Dini Malaria Di Provinsi Jawa Timur (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga).

Yahya, A. S. (2021). Strategi Meningkatkan Produktivitas Kinerja Aparatur Sipil Negara Selama Work From Home Di Tengah Pandemi Covid-19: Mengubah Ancaman Menjadi Peluang. Tetap Kreatif Dan Inovatif Di Tengah Pandemi Covid-191.

Komentar

Tampilkan