Abstrak
Peningkatan kewaspadaan dini merupakan langkah penting
untuk menghadapi berbagai ancaman yang dapat berdampak negatif pada masyarakat,
organisasi, atau negara. Salah satu kunci utama untuk mencapai kewaspadaan dini
yang efektif adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul. SDM unggul
memiliki kompetensi analisis yang tinggi, kemampuan pengambilan keputusan yang
tepat, serta kemampuan untuk memanfaatkan teknologi guna mendeteksi ancaman
secara real-time. Namun, terdapat sejumlah tantangan dalam mewujudkan SDM
unggul, antara lain kurangnya pelatihan yang efektif, keterbatasan sumber daya,
dan budaya yang kurang mendukung kewaspadaan dini. Untuk itu, solusi yang dapat
diimplementasikan antara lain peningkatan pendidikan dan pelatihan, penyediaan
teknologi yang mendukung, serta perubahan budaya masyarakat yang lebih peduli
terhadap potensi ancaman. Dengan upaya ini, diharapkan tercipta SDM yang tidak
hanya kompeten dalam pekerjaan mereka, tetapi juga tanggap dalam menghadapi
ancaman, sehingga kewaspadaan dini dapat terwujud secara maksimal.
Kata Kunci: Sumber Daya Manusia Unggul, Kewaspadaan Dini,
Pelatihan, Teknologi, Budaya Kewaspadaan, Analisis Ancaman
PENDAHULUAN
Dalam menghadapi dinamika dunia yang semakin kompleks,
peran sumber daya manusia (SDM) menjadi sangat krusial. Keberhasilan suatu
negara atau organisasi tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur atau teknologi
yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas dan kemampuan individu yang ada di
dalamnya. SDM yang unggul, yang memiliki keterampilan, pengetahuan, serta
integritas yang tinggi, memiliki potensi untuk menghadapi dan mengatasi
berbagai tantangan yang datang. Salah satu tantangan yang semakin relevan adalah
pentingnya kewaspadaan dini, yaitu kemampuan untuk mengidentifikasi dan
mengantisipasi ancaman atau risiko yang mungkin muncul di masa depan.
Kewaspadaan dini bukan hanya sekedar kewajiban dalam mengantisipasi
bencana alam, namun juga dalam aspek lain seperti krisis ekonomi, potensi
ancaman keamanan, dan perubahan sosial yang cepat. Oleh karena itu, penting
untuk memiliki SDM yang tidak hanya terampil dalam bidangnya, tetapi juga peka
terhadap situasi yang berkembang di sekitarnya. SDM unggul dapat menjadi faktor
utama dalam meningkatkan kewaspadaan dini, karena mereka memiliki kemampuan
untuk berpikir kritis, cepat dalam mengambil keputusan, serta mampu beradaptasi
dengan cepat terhadap perubahan.
Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana SDM
yang unggul dapat berperan dalam meningkatkan kewaspadaan dini, baik dalam
konteks individu, organisasi, maupun negara. Dengan memahami peran dan
pentingnya SDM dalam kewaspadaan dini, diharapkan kita dapat merancang strategi
yang lebih baik untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks di masa depan.
PEMBAHASAN
Pengertian
SDM Unggul
Sumber daya manusia (SDM) unggul merupakan individu
yang memiliki kualitas tinggi dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam dunia
kerja, sosial, maupun dalam mengelola tantangan yang ada. SDM unggul tidak
hanya dilihat dari kemampuan teknis semata, tetapi juga dari aspek non-teknis
seperti integritas, kecerdasan emosional, dan kemampuan untuk beradaptasi dalam
situasi yang berubah dengan cepat. Definisi ini mengacu pada individu yang
memiliki kemampuan untuk berkontribusi secara maksimal, baik secara pribadi
maupun dalam organisasi, dengan berfokus pada pencapaian tujuan jangka panjang
yang lebih besar. Kompetensi teknis dan kepemimpinan yang baik menjadi fondasi
utama bagi SDM yang unggul, yang mampu menjalankan peranannya dengan efektif
dalam segala situasi.
Karakteristik SDM unggul mencakup berbagai aspek
penting yang membentuk keunggulan individu tersebut. Salah satunya adalah
kemampuan berpikir kritis, yaitu kemampuan untuk menganalisis suatu masalah
dengan mendalam, mempertimbangkan berbagai perspektif, dan menghasilkan solusi
yang inovatif. Selain itu, kepemimpinan yang baik juga menjadi ciri utama SDM
unggul, di mana individu mampu memimpin tim, menginspirasi orang lain, serta
mengambil keputusan yang bijaksana demi kepentingan bersama. Kemampuan komunikasi
yang efektif, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan, juga merupakan kualitas
yang mendukung kesuksesan individu dalam berbagai situasi, terutama di
lingkungan yang membutuhkan kolaborasi. Pengetahuan yang luas, baik itu dalam
bidang khusus maupun pengetahuan umum juga sangat mendukung keunggulan SDM,
memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan zaman.
Dengan karakteristik-karakteristik tersebut, SDM
unggul bukan hanya sekedar pekerja yang kompeten, tetapi juga menjadi pemimpin
yang dapat mempengaruhi lingkungan di sekitarnya dengan cara yang positif.
Mereka tidak hanya mampu mengerjakan tugas yang diberikan, tetapi juga dapat
memperkirakan perubahan yang akan datang dan bertindak proaktif. Kemampuan
untuk beradaptasi dengan perubahan yang cepat juga sangat penting, terutama
dalam menghadapi tantangan global yang penuh ketidakpastian. Oleh karena itu,
menciptakan dan mengembangkan SDM unggul merupakan investasi jangka panjang
yang sangat penting untuk kemajuan suatu negara atau organisasi, khususnya
dalam meningkatkan kewaspadaan dini terhadap berbagai ancaman yang mungkin
muncul.
Kewaspadaan
Dini
Kewaspadaan dini dapat diartikan sebagai kemampuan
untuk mendeteksi dan mengenali potensi ancaman atau risiko yang dapat terjadi
di masa depan, sehingga tindakan pencegahan atau mitigasi dapat dilakukan
sebelum ancaman tersebut berkembang menjadi masalah besar. Proses ini
melibatkan pemantauan yang terus-menerus terhadap berbagai indikator atau
tanda-tanda yang mengarah pada risiko tertentu, baik dalam bencana alam,
perubahan sosial, krisis ekonomi, maupun ancaman lainnya. Dengan kewaspadaan
dini, individu atau organisasi dapat melakukan evaluasi lebih cepat dan
mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengurangi dampak negatif yang
mungkin timbul. Kewaspadaan dini juga berfungsi untuk mempersiapkan sumber daya
yang diperlukan untuk merespons situasi dengan lebih efektif dan efisien.
Pentingnya kewaspadaan dini tidak dapat dipandang
sebelah mata, terutama dalam menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian dan
ancaman yang semakin kompleks. Salah satu manfaat utamanya adalah kemampuan
untuk mencegah kerugian yang lebih besar. Misalnya, dalam kasus bencana alam,
deteksi dini terhadap potensi gempa bumi, tsunami, atau banjir dapat
menyelamatkan banyak nyawa dan mengurangi kerusakan properti. Begitu pula dalam
dunia ekonomi, kewaspadaan dini terhadap tanda-tanda krisis finansial dapat membantu
negara atau perusahaan untuk mempersiapkan langkah-langkah antisipasi, seperti
penguatan cadangan keuangan atau diversifikasi risiko, sehingga kerugian yang
terjadi bisa diminimalkan. Tanpa kewaspadaan dini, banyak ancaman yang dapat
berkembang menjadi krisis besar yang sulit diatasi.
Kewaspadaan dini juga berperan penting dalam
mempersiapkan langkah mitigasi yang tepat. Dalam banyak situasi, kecepatan
dalam merespons ancaman sangat menentukan seberapa besar dampak yang
ditimbulkan. Ketika risiko telah dikenali sejak awal, berbagai pihak dapat
merencanakan tindakan mitigasi dengan lebih matang dan komprehensif. Dalam organisasi,
misalnya, kewaspadaan dini memungkinkan untuk pengalokasian sumber daya yang
lebih efektif, termasuk pelatihan bagi staf atau penyediaan teknologi yang
dapat membantu dalam situasi darurat. Begitu pula dalam masyarakat atau negara,
kewaspadaan dini dapat mempercepat pembentukan kebijakan yang proaktif, seperti
penyusunan peraturan yang dapat mengurangi risiko kerusakan akibat bencana atau
ancaman lainnya. Dengan demikian, kewaspadaan dini bukan hanya soal pengenalan
masalah, tetapi juga tentang kesiapan dalam menghadapi dan mengelola potensi
ancaman tersebut.
Peran
SDM Unggul dalam Meningkatkan Kewaspadaan Dini
SDM yang unggul memiliki kemampuan analisis dan
pengambilan keputusan yang sangat penting dalam meningkatkan kewaspadaan dini.
Dalam menghadapi situasi yang tidak pasti, kemampuan untuk menganalisis
berbagai faktor yang berpotensi menimbulkan risiko atau ancaman adalah kunci
utama. SDM unggul dapat memproses informasi yang ada, menilai relevansinya,
serta mengidentifikasi pola atau tanda-tanda yang dapat menunjukkan adanya
ancaman. Mereka mampu melihat lebih jauh dari sekedar gejala yang muncul dan
merumuskan prediksi atau proyeksi yang akurat. Kecepatan dalam pengambilan
keputusan juga sangat penting, terutama ketika situasi berkembang dengan cepat.
SDM yang terlatih akan tahu kapan harus bertindak dan mengarahkan sumber daya
yang ada untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi, sehingga mengurangi
kerugian yang lebih besar di masa depan.
Selain kemampuan analisis dan pengambilan keputusan,
pemanfaatan teknologi dan informasi juga merupakan aspek penting yang
memungkinkan SDM unggul untuk meningkatkan kewaspadaan dini. Dalam dunia yang
semakin terhubung, data dan informasi sangat berlimpah, dan teknologi menjadi
alat yang vital untuk mengolah informasi tersebut secara cepat dan akurat. SDM
yang unggul memanfaatkan berbagai teknologi modern, seperti perangkat lunak
analitik, sensor canggih, atau sistem pemantauan yang dapat memberikan data real-time
mengenai potensi ancaman. Misalnya, dalam bidang kesehatan, teknologi seperti
sistem peringatan dini berbasis data dapat digunakan untuk mendeteksi
tanda-tanda awal dari penyakit menular. Di sektor keamanan, penggunaan
kecerdasan buatan untuk menganalisis pola perilaku dapat membantu
mengidentifikasi ancaman terorisme atau kejahatan. Dengan demikian, pemanfaatan
teknologi yang tepat akan mempercepat proses deteksi dan meningkatkan kemampuan
untuk merespons ancaman secara lebih efektif.
Pendidikan dan pelatihan juga berperan penting dalam
membekali SDM unggul dengan pengetahuan serta keterampilan yang dibutuhkan
untuk mendeteksi potensi ancaman dan menghadapinya dengan langkah antisipatif.
Melalui pelatihan yang intensif, SDM dapat dilatih untuk mengenali berbagai
jenis ancaman, baik yang bersifat fisik seperti bencana alam, maupun yang
bersifat sosial atau ekonomi. Selain itu, pendidikan yang mencakup aspek
kewaspadaan dini juga akan meningkatkan kesadaran dan keterampilan untuk merespons
ancaman dengan cepat dan tepat. Pelatihan berbasis simulasi atau latihan
darurat sering kali menjadi metode yang efektif dalam mempersiapkan individu
untuk menghadapi berbagai skenario krisis. Dengan adanya pengetahuan dan
keterampilan ini, SDM unggul tidak hanya dapat merespons situasi darurat dengan
lebih baik, tetapi juga memiliki kapasitas untuk memimpin dan mengarahkan orang
lain dalam menghadapi ancaman. Oleh karena itu, pendidikan dan pelatihan yang
berkelanjutan menjadi investasi penting dalam pengembangan SDM yang dapat
meningkatkan kewaspadaan dini di berbagai sektor.
Implementasi
SDM Unggul dalam Kewaspadaan Dini
Di sektor kesehatan, peran tenaga medis yang unggul
sangat penting dalam mendeteksi dini penyakit atau wabah yang dapat berkembang
menjadi pandemi. Tenaga medis yang terlatih memiliki kemampuan untuk mengenali
gejala awal penyakit yang dapat menular atau berkembang dengan cepat.
Contohnya, dalam menghadapi wabah COVID-19, tenaga medis di berbagai negara
menggunakan teknologi pemantauan dan sistem informasi kesehatan untuk
mendeteksi penyebaran virus sejak tahap awal. Dengan kewaspadaan tinggi dan
pengetahuan yang mendalam, para tenaga medis dapat mengidentifikasi pola
penyebaran penyakit, memberikan perawatan yang tepat kepada pasien yang
terinfeksi, dan mengimbau langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk
menghindari penyebaran lebih lanjut. Keberhasilan dalam deteksi dini ini tidak
hanya bergantung pada keterampilan individu, tetapi juga pada kerjasama tim
medis yang solid, serta dukungan teknologi yang memadai.
Di sektor keamanan, SDM yang unggul memiliki kemampuan
untuk mencegah ancaman terorisme atau kejahatan berkat kewaspadaan yang tinggi.
Petugas keamanan yang terlatih, termasuk polisi, intelijen, dan pasukan khusus,
memiliki kemampuan untuk mengenali pola ancaman yang mungkin tidak terlihat
oleh orang biasa. Misalnya, mereka dapat mengidentifikasi tanda-tanda potensi
serangan teror melalui pemantauan perilaku mencurigakan, penggunaan teknologi
pengawasan, serta analisis data intelijen yang menunjukkan adanya potensi
ancaman. Keberhasilan dalam mencegah terorisme seringkali bergantung pada
kemampuan para petugas untuk bertindak dengan cepat setelah mengenali
tanda-tanda ancaman, serta kemampuan mereka untuk mengkoordinasikan upaya
pencegahan dengan instansi terkait. Dengan kewaspadaan yang tinggi, SDM unggul
di sektor ini dapat mengurangi risiko dan menyelamatkan nyawa dengan mengambil
langkah-langkah preventif yang tepat.
Di sektor ekonomi, SDM yang unggul juga memainkan
peran penting dalam memprediksi krisis ekonomi dan mengambil langkah-langkah
preventif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan. Ekonom, analis pasar, dan
pengambil kebijakan yang berkompeten dapat membaca tren pasar, mengidentifikasi
ketidakstabilan finansial, dan membuat prediksi mengenai potensi resesi atau
krisis ekonomi. Misalnya, dalam kasus krisis finansial global 2008, beberapa
ekonom dan analis telah memperingatkan tentang potensi keruntuhan sistem keuangan
sebelum dampaknya dirasakan secara luas. Berkat kewaspadaan dini mereka, negara
dan lembaga keuangan di beberapa tempat dapat mengambil langkah-langkah
mitigasi, seperti mempersiapkan paket stimulus atau menstabilkan pasar
keuangan. SDM yang unggul di sektor ekonomi, dengan kemampuan mereka untuk
membaca dinamika pasar dan merespons dengan kebijakan yang sesuai, memainkan
peran vital dalam mengurangi kerugian yang dapat ditimbulkan oleh krisis
tersebut. Sebagai contoh, mereka dapat mencegah krisis yang lebih parah dengan
menstabilkan sektor keuangan atau mengalihkan investasi ke sektor yang lebih
aman.
Tantangan
dalam Mewujudkan SDM Unggul untuk Kewaspadaan Dini
Salah satu tantangan utama dalam mewujudkan SDM unggul
untuk kewaspadaan dini adalah kurangnya pelatihan yang efektif. Meskipun
penting, banyak organisasi atau institusi yang belum sepenuhnya menyadari
pentingnya pelatihan yang terfokus pada kewaspadaan dini. Pelatihan yang
diberikan seringkali hanya mencakup keterampilan teknis tanpa memperhatikan
aspek penting lainnya seperti deteksi dini ancaman atau kemampuan untuk
bertindak cepat dalam situasi darurat. Selain itu, pelatihan yang ada
seringkali bersifat umum dan tidak mencakup skenario spesifik yang dapat
terjadi dalam kondisi tertentu, seperti bencana alam, wabah penyakit, atau
krisis ekonomi. Oleh karena itu, untuk memastikan SDM yang unggul dalam
kewaspadaan dini, diperlukan pelatihan yang lebih terstruktur dan berbasis
situasional, yang mengajarkan individu untuk mengenali ancaman sejak dini dan
mengembangkan respons yang efektif.
Keterbatasan sumber daya juga menjadi tantangan besar
dalam mewujudkan SDM unggul untuk kewaspadaan dini. Banyak institusi, baik di
sektor publik maupun swasta, yang kesulitan menyediakan fasilitas dan dana yang
memadai untuk pengembangan SDM berkualitas. Pelatihan dan pengembangan SDM
membutuhkan investasi yang tidak sedikit, baik dari segi waktu, biaya, maupun
tenaga. Di beberapa negara atau perusahaan, keterbatasan anggaran sering kali
menghalangi upaya untuk meningkatkan kualitas SDM, terutama dalam hal pelatihan
kewaspadaan dini yang memerlukan peralatan canggih atau teknologi terbaru.
Tanpa adanya sumber daya yang memadai, sulit untuk memberikan pendidikan dan
pelatihan yang cukup bagi seluruh tenaga kerja, apalagi jika dihadapkan pada
ancaman global yang memerlukan kewaspadaan pada tingkat yang lebih tinggi.
Selain itu, budaya yang kurang mendukung juga menjadi
hambatan dalam menciptakan SDM unggul untuk kewaspadaan dini. Dalam banyak
masyarakat, kewaspadaan dini belum menjadi bagian dari budaya kolektif. Banyak
individu atau organisasi yang cenderung menganggap kewaspadaan dini sebagai hal
yang tidak penting hingga ancaman yang nyata muncul. Budaya yang mengutamakan
reaktif daripada proaktif seringkali menyebabkan kesiapsiagaan rendah dalam
menghadapi situasi darurat. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan perubahan
paradigma dalam masyarakat, di mana kewaspadaan dini dihargai dan dijadikan
bagian integral dari budaya kerja serta kehidupan sehari-hari. Upaya untuk
meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kewaspadaan dini melalui kampanye
pendidikan dan kebijakan yang mendukung menjadi sangat penting untuk
menciptakan budaya yang lebih responsif dan adaptif terhadap berbagai ancaman
yang mungkin timbul di masa depan.
Solusi
dan Rekomendasi
Peningkatan pendidikan dan pelatihan menjadi langkah
pertama yang perlu diambil untuk meningkatkan kewaspadaan dini dalam masyarakat
dan organisasi. Pemerintah dan perusahaan harus bekerja sama dalam merancang
kurikulum pelatihan yang lebih spesifik dan berbasis kebutuhan untuk
mengembangkan kemampuan analisis, deteksi, dan respons terhadap ancaman.
Pelatihan kewaspadaan dini harus mencakup berbagai sektor, seperti kesehatan,
keamanan, dan ekonomi, serta dilaksanakan secara berkala untuk memastikan SDM selalu
siap menghadapi tantangan terbaru. Dengan memberikan pelatihan yang sesuai
dengan situasi dan kondisi yang mungkin terjadi, SDM akan lebih peka terhadap
tanda-tanda potensi ancaman, serta mampu mengambil tindakan cepat dan tepat
dalam meresponsnya. Pemerintah juga dapat bekerja sama dengan lembaga
pendidikan dan pelatihan profesional untuk menciptakan program khusus yang
melatih generasi muda agar lebih sadar dan siap dalam menghadapi ancaman yang
ada.
Selain itu, penyediaan teknologi yang mendukung
kewaspadaan dini juga merupakan solusi yang sangat penting. Di era digital saat
ini, teknologi dapat membantu memantau ancaman secara real-time dan menyediakan
data yang dibutuhkan untuk analisis yang lebih akurat. Teknologi seperti
sensor, sistem pemantauan satelit, serta perangkat lunak analitik berbasis
kecerdasan buatan (AI) dapat digunakan untuk memprediksi dan mengidentifikasi
potensi ancaman di berbagai sektor. Misalnya, di sektor kesehatan, penggunaan
teknologi untuk memantau wabah penyakit atau dalam sektor keamanan, teknologi
pengawasan canggih dapat membantu mengidentifikasi pola kejahatan atau
terorisme. Pemerintah dan sektor swasta perlu berinvestasi dalam infrastruktur
teknologi yang memadai dan memastikan bahwa akses terhadap alat pemantauan dan
analisis ini tersedia untuk semua pihak yang terlibat dalam kewaspadaan dini.
Hal ini akan mempercepat deteksi ancaman dan memungkinkan respons yang lebih
efektif.
Penting juga untuk mengubah budaya masyarakat terkait
kewaspadaan dini. Banyak individu yang masih kurang peka terhadap potensi
ancaman di sekitar mereka, sehingga pendekatan budaya yang proaktif perlu
diterapkan. Pendidikan masyarakat melalui kampanye kesadaran dan informasi yang
jelas tentang pentingnya kewaspadaan dini dapat membantu membangun budaya
kolektif yang lebih peduli terhadap potensi risiko. Program edukasi ini harus
dimulai dari tingkat dasar, dengan fokus pada pengembangan pola pikir yang mampu
melihat ancaman sejak dini dan mendorong tindakan preventif. Selain itu,
masyarakat juga perlu dilibatkan dalam simulasi dan latihan kewaspadaan untuk
meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi berbagai situasi darurat. Dengan
menciptakan budaya kewaspadaan dini, tidak hanya individu yang diuntungkan,
tetapi juga organisasi dan negara secara keseluruhan akan menjadi lebih siap
dalam menghadapi berbagai ancaman yang mungkin timbul.
KESIMPULAN
SDM unggul memegang peranan penting dalam meningkatkan
kewaspadaan dini terhadap berbagai ancaman yang dapat muncul di masa depan.
Dengan kemampuan analisis yang baik, pemanfaatan teknologi, serta pendidikan
dan pelatihan yang tepat, SDM dapat mengidentifikasi dan merespons potensi
risiko dengan cepat dan efektif. Namun, tantangan dalam mewujudkan SDM unggul
tersebut tidak sedikit, mulai dari kurangnya pelatihan yang efektif,
keterbatasan sumber daya, hingga budaya yang kurang mendukung kewaspadaan dini.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan kewaspadaan dini, diperlukan
langkah-langkah konkret seperti peningkatan pendidikan dan pelatihan,
penyediaan teknologi yang mendukung, dan perubahan budaya masyarakat yang lebih
peduli terhadap potensi ancaman di sekitar mereka.
Solusi dan rekomendasi yang diusulkan, seperti
pelatihan yang lebih terfokus dan berbasis kebutuhan, investasi dalam teknologi
yang dapat memantau ancaman secara real-time, serta upaya edukasi untuk
membangun budaya kewaspadaan dini, dapat menjadi langkah strategis untuk
menghadapi tantangan tersebut. Keberhasilan dalam implementasi solusi-solusi
ini akan bergantung pada kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, serta
masyarakat secara keseluruhan. Dengan melibatkan semua pihak, kita dapat
menciptakan SDM yang tidak hanya unggul dalam keterampilan teknis, tetapi juga
tanggap dan siap menghadapi berbagai ancaman dengan kewaspadaan yang tinggi.
Secara keseluruhan, menciptakan SDM yang unggul dalam
kewaspadaan dini bukanlah tugas yang mudah, namun merupakan investasi jangka
panjang yang sangat penting bagi kelangsungan dan kemajuan suatu negara atau
organisasi. Dengan komitmen untuk terus mengembangkan kualitas SDM, menyediakan
sumber daya yang memadai, serta memperkuat budaya kewaspadaan, kita dapat
memastikan kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi segala tantangan yang
mungkin timbul di masa depan.
DAFTAR
PUSTAKA
Dharmayanda, H. R., & Hidayatullah, M. (2020,
July). INOVASI STRATEGI PENINGKATAN SEMANGAT BELA NEGARA DAN FUNGSI KEWASPADAAN
DINI DAERAH PADA BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KABUPATEN SUMBAWA BARAT.
In Prosiding Seminar Nasional Manajemen Inovasi (Vol. 1, No.
001, July, pp. 66-84).
Fasya, A. H. Z., Adriansyah, A. A., & Handayani,
D. (2020). Evaluasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons Demam Berdarah Dengue
Menggunakan Modifikasi Malcolm Baldrige di Kabupaten Trenggalek. Medical
Technology and Public Health Journal, 4(2), 109-120.
Handayani, A. (2023). Pelaksanaan Deteksi Dan
Cegah Dini Dalam Pencegahan Radikalisme Oleh Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik
Di Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat (Doctoral dissertation, IPDN).
Humairoh, F., Yolifi, F. W., Anggraini, N., Azzahra,
D., Septiawan, R., Fitri, S. N., ... & Rahmadian, I. F. (2022). Upaya
Pencegahan Stunting melalui Sosialisasi dan Pembagian Poster ke Posyandu dan
Puskesmas. COMSEP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(3),
321-325.
Noviana, A. C., Sakri, B. M., Dunda, K. M., Baroroh,
J., Ningsih, A. A., Saputra, A. G., ... & Gladys, R. (2024, October).
Meningkatkan Kewaspadaan Dini Terhadap Mpox Melalui Pengamatan Kualitas
Sirkulasi Udara Ruang Belajar. In Prosiding Seminar Nasional Kusuma (Vol.
2, pp. 432-436).
Octaviani, T. R., & Permana, Y. F. (2024).
Pengaruh Disiplin Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai
Pada Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kota Cimahi. JEMSI (Jurnal
Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi), 10(3), 2036-2040.
Putri, S. Y. (2021). Implementasi Program Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) Pada Kasus Stunting
Di Indonesia. Jurnal PIR: Power in International Relations, 5(2),
163-174.
Setyanusa, B., Muspita, N. C., & Susilo, E. A.
(2024). Peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dalam Penanganan Konflik Sosial
di Kota Blitar. Transgenera: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Humaniora, 1(1),
1-16.
Wigunawanti, R. A. (2022). Gambaran
Pelaksanaan Surveilans Migrasi Sebagai Sistem Kewaspadaan Dini Malaria Di
Provinsi Jawa Timur (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga).
Yahya, A. S. (2021). Strategi Meningkatkan Produktivitas Kinerja Aparatur Sipil Negara Selama Work From Home Di Tengah Pandemi Covid-19: Mengubah Ancaman Menjadi Peluang. Tetap Kreatif Dan Inovatif Di Tengah Pandemi Covid-19, 1.

